BERITAFAJARTIMUR.COM (Labuan Bajo) Seorang warga negara asing (WNA) asal India meninggal dunia setelah mendadak pingsan saat mengantre di konter check-in Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (19/8/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Paresh Vashantrai Sheth (69), warga New Delhi, India. Saat kejadian, korban sedang bersiap meninggalkan Labuan Bajo usai berlibur dan hendak kembali ke negara asalnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.19 Wita. Saat berada dalam antrean check-in, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Kondisi tersebut langsung mengundang perhatian penumpang dan petugas bandara. Sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi berupaya memberikan bantuan sembari memanggil petugas.
Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Komodo yang berada di lokasi kemudian berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan penanganan darurat.
Tak lama kemudian, tim medis KKP bersama ambulans tiba di lokasi dan memberikan pertolongan pertama kepada korban.
Saat dilakukan pemeriksaan awal, kondisi korban dilaporkan sudah kritis. Korban tidak memberikan respons dan disebut mengeluarkan busa dari mulut.
Melihat kondisi tersebut, petugas segera mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Sekitar pukul 07.30 Wita, ambulans yang membawa korban tiba di rumah sakit. Tim medis kemudian langsung melakukan tindakan penyelamatan, termasuk resusitasi jantung.
Meski berbagai upaya medis dilakukan selama hampir satu jam, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Pihak Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo akhirnya menyatakan korban meninggal dunia sekitar pukul 08.19 Wita.
Korban diketahui merupakan wisatawan yang tengah berlibur di Labuan Bajo sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke India. Kejadian mendadak tersebut membuat aktivitas di area keberangkatan bandara sempat menjadi perhatian para penumpang.
Hingga Rabu siang, proses penanganan jenazah masih berlangsung. Rekan korban dikabarkan sedang berkomunikasi dengan pihak keluarga di India untuk membahas proses pemulangan jenazah ke negara asal.
Proses selanjutnya diperkirakan melibatkan sejumlah instansi terkait, mulai dari pengelola Bandara Komodo, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), kepolisian, hingga pihak yang berwenang menangani warga negara India di Indonesia.
Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Komodo Labuan Bajo, Ceppy Triono, telah dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak bandara mengenai penyebab pasti korban meninggal dunia.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)
