WNA China Terjatuh dan Tak Sadarkan Diri Saat Trekking di Puncak Pulau Padar, Dievakuasi Tim SAR

BERITAFAJARTIMUR.COM (LABUAN BAJO) Seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal China mengalami kondisi membahayakan manusia saat melakukan aktivitas trekking menuju Puncak Pulau Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).

Wisatawan tersebut diketahui bernama Zhuotao Wu alias Joton. Data mengenai usia korban masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Peristiwa itu terjadi setelah korban mencapai kawasan Puncak Pulau Padar. Berdasarkan informasi yang diterima Pos SAR Manggarai Barat, korban sempat berfoto di kawasan puncak sebelum kemudian tergelincir dan terjatuh.

Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami kondisi tidak sadarkan diri sehingga membutuhkan pertolongan dan evakuasi segera.

Laporan mengenai kejadian tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat. Petugas langsung berkoordinasi dengan sejumlah unsur dan potensi SAR yang berada di wilayah Labuan Bajo untuk melakukan evakuasi.

Sebanyak empat personel Rescue Pos SAR Manggarai Barat kemudian diberangkatkan menuju Pulau Padar bersama unsur potensi SAR menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat berkapasitas 500 PK.

Lokasi kejadian berada di jalur trekking menuju Puncak Pulau Padar, pada koordinat 08°40’51.80″S – 119°33’27.12″E. Jarak lokasi tersebut diperkirakan sekitar 24 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Tim SAR Gabungan tiba di Pulau Padar sekitar pukul 12.25 WITA. Setibanya di lokasi, petugas langsung bergerak menuju titik korban untuk melakukan proses evakuasi.

Korban selanjutnya berhasil dievakuasi dari kawasan trekking menuju RIB Pos SAR Manggarai Barat. Setelah itu, korban dibawa menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Setibanya di Labuan Bajo, korban langsung dipindahkan ke ambulans Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Labuan Bajo. Korban kemudian dibawa menuju RS Siloam Labuan Bajo untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur SAR turut terlibat, yakni Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, Polairud Polda NTT, Polres Manggarai Barat, serta KSOP Labuan Bajo.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, S.E., M.Si., mengimbau wisatawan dan masyarakat yang melakukan aktivitas wisata alam, khususnya trekking, agar tidak mengabaikan faktor keselamatan.

“Untuk seluruh wisatawan dan masyarakat yang melakukan aktivitas pendakian maupun wisata alam agar selalu memperhatikan kondisi medan, menjaga keselamatan diri, serta mengikuti arahan petugas di lokasi wisata,” ujar Fathur.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata alam di kawasan Pulau Padar membutuhkan kewaspadaan tinggi. Kondisi jalur, kontur medan, serta faktor keselamatan harus menjadi perhatian setiap wisatawan, terutama ketika berada di kawasan puncak dan jalur dengan medan terbuka.

Petugas juga mengingatkan wisatawan agar tidak memaksakan diri ketika kondisi fisik maupun situasi di lapangan tidak memungkinkan, serta segera meminta bantuan petugas apabila menghadapi kondisi darurat.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)

Pos terkait