BERITAFAJARTIMUR.COM (Negara) — Memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat, DPD Partai Demokrat Provinsi Bali bersama DPC Partai Demokrat Kabupaten Jembrana menggelar _Gerakan Langit Biru Asri_ dengan melaksanakan aksi bersih-bersih di kawasan Pura Luhur Rambut Siwi, Jembrana, Jumat (14/8).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 kader dan simpatisan Partai Demokrat, dari jajaran Pengurus DPD Partai Demokrat Bali, pengurus DPC Partai Demokrat Jembrana, serta kader Demokrat se-Jembrana.
Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, S.Sos., mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian partai berlogo Mercy terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mengajak masyarakat menjaga kebersihan Bali.
“Hari ini kami melakukan kerja bakti di salah satu pura terbesar di Jembrana, yakni Pura Luhur Rambut Siwi. Kami ingin memberikan contoh bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Mudarta.
Menurutnya, kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tarik Bali sebagai destinasi wisata. Karena itu, gerakan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan di kawasan pura, tetapi juga menyasar pantai, hutan, danau, serta berbagai kawasan lainnya.
“Kalau sudah bersih dan keren, wisatawan akan nyaman datang. Tuhan sudah menciptakan Bali dengan begitu indah. Tugas kita sederhana, yakni menjaga dan merawatnya,” katanya.
Mudarta menegaskan, persoalan sampah dan kemacetan saat ini menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Terlebih, perekonomian Bali memiliki ketergantungan yang besar terhadap sektor pariwisata.
Karena itu, Demokrat berupaya mengambil bagian dengan memberikan contoh melalui kegiatan nyata di lapangan. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan konsep menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam.
“Demokrat ingin berada di depan memberikan contoh. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Menjaga kawasan tetap bersih merupakan tugas yang mulia,” tegasnya.
Selain aksi bersih-bersih, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon dan berbagai lomba rakyat, seperti tarik tambang dan lomba lari karung. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Mudarta juga menjelaskan, burung merpati menjadi simbol perjalanan Partai Demokrat selama 25 tahun. Menurutnya, merpati menggambarkan kesetiaan dan loyalitas yang menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Merpati adalah simbol kenangan, kesetiaan dan tidak pernah ingkar janji. Loyalitas adalah kunci organisasi,” ujarnya.
Dorong Potensi Wisata Rambut Siwi
Dalam kesempatan tersebut, Mudarta juga menyinggung potensi kawasan Pura Luhur Rambut Siwi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat dan desa adat.
Ia mengatakan, kawasan tersebut memiliki panorama dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, termasuk kuliner dan aktivitas wisata, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, pengembangan kawasan juga perlu memperhatikan akses bagi masyarakat lanjut usia yang hendak melakukan persembahyangan ke sejumlah pura yang berada di kawasan tersebut.
“Konsepnya ada dua hal. Di bawah ini ada beberapa pura sehingga bagi lansia yang ingin sembahyang ke bawah cukup berat. Di sisi lain, kawasan ini memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan,” katanya.
Ia mencontohkan pengelolaan sejumlah destinasi wisata di Bali yang mampu memberikan kontribusi bagi desa adat melalui pengembangan potensi lokal, seperti kuliner dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Mudarta berharap potensi kawasan Pura Luhur Rambut Siwi dapat dikembangkan secara bijak dengan tetap menjaga kesucian kawasan dan melibatkan masyarakat lokal.
Terkait infrastruktur jalan tol, Mudarta mengatakan pihaknya masih melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak. Ia menyebut terdapat pembahasan mengenai penyelesaian persoalan lahan dan skema pembangunan infrastruktur tersebut.
Ia juga menyampaikan informasi bahwa terdapat rencana peninjauan kembali terkait pembangunan jalan tol pada 2027. “Saya masih komunikasi dengan teman-teman. Informasi yang saya dengar dari tim kementerian infrastruktur, kondisi pada 2027 diharapkan membaik dan ada rencana revisi,” pungkasnya.(Donny Parera)





