Pesan Paskah Paus Fransiskus: Dorong Perdamaian Dunia

Beritafajartimur.com (Roma, Italia)
Sri Paus Fransiskus, Pemimpin tertinggi umat Katholik sedunia memimpin misa suci di lapangan Santo Petrus, Roma Vatikan, Minggu (21/4/2019).

Dalam pesannya, Paus Fransiskus asal Argentina ini mengatakan bahwa peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus merupakan jalan bagi umat manusia untuk bangkit dari kematian dalam segala bidang kehidupan.
“Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus tidak sebatas hadiah besar bagi kita untuk memperoleh kehidupan kekal di Surga, akan tetapi kita juga dibangkitkan dari kematian dalam berbagai bidang kehidupan selama kita masih berziarah didunia ini,”jelas Sri Paus.

Secara khusus, Ia juga mendorong terjadinya rekonsiliasi dan perdamaian untuk meredakan berbagai konflik di dunia, mulai dari Timur Tengah khususnya di Suriah.

“Kami mendorong adanya rekonsiliasi untuk Tanah Suci, yang juga mengalami luka-luka dalam konflik, bagi Yaman dan untuk seluruh Timur Tengah, khususnya Suriah,” kata Paus seperti dilansir dari AFP.

Paus Fransiskus merayakan Paskah di bawah pengamanan ketat dan langit yang cerah pada hari Minggu di depan puluhan ribu peziarah berkumpul di Lapangan Santo Petrus yang dihias banyak bunga. Sesuai tradisi selama ini, Belanda menyumbangkan sekitar 50.000 tulip, bunga bakung, mawar dan anggrek untuk acara ini.

Akses ke alun-alun terkenal untuk misa pada hari paling suci dalam kalender Kristen, menandai kebangkitan Yesus, dikontrol dengan ketat. Turis dan biarawan dan biarawati sama-sama membentuk antrean panjang agar barang-barang mereka diperiksa terlebih dahulu melewati detektor logam.

Selain menyinggung soal konflik di Timur Tengah, Paus Fransiskus juga berharap berlangsungnya pembicaraan untuk mengurangi ketegangan yang sudah berlangsung lama di semenanjung Korea, dan mendorong “perdamaian” di kawasan itu.

“Semoga mereka yang bertanggung jawab langsung bertindak dengan kebijaksanaan demi kebaikan rakyat Korea dan membangun kepercayaan dengan komunitas internasional,” kata Paus.

Masih menyoal konflik, ia juga mendesak diakhirinya “pembantaian” di Suriah, sembari menyerukan akses bantuan kemanusiaan untuk difasilitasi serta “kondisi yang tepat” bagi para pengungsi untuk pulang.

“Hari ini kami memohon buah perdamaian di seluruh dunia, dimulai dengan tanah Suriah yang tercinta dan lama menderita,” kata Paus dalam pidatonya yang diberi tajuk “Urbi et Orbi” atau berarti ‘Kepada Kota dan Dunia’, dari balkon Basilika Santo Petrus.

Dia mendesak “bahwa hukum humaniter dapat dihormati, dan perlunya ketentuan dibuat untuk memfasilitasi akses bantuan yang sangat dibutuhkan oleh saudara dan saudari di area konflik, sementara juga memastikan kondisi yang tepat untuk kembalinya para pengungsi,”harap Paus.

Selain itu, Paus juga memiliki perhatian secara khusus bagi kehidupan masyarakat di wilayah negara-negara di kawasan Amerika Latin. Khususnya krisis ekonomi dan politik yang menimpa negara Venesuela beberapa tahun terakhir. “Saya mendorong pemimpin Venesuela untuk memulihkan krisis yang dialami negara ini dengan mengambil langkah-langkah kebijakan strategis selama dan pasca krisis,”tutup Paus Fransiskus dalam perayaan misa Paskah yang juga disiarkan secara live di Indosiar.

Seperti biasa, usai misa kudus, Paus terlihat menaiki mobil terbuka kepausan berwarna putih untuk memberi berkat secara langsung kepada para pesiarah yang hadir di lapangan Santo Petrus. Kali ini Sri Paus bahkan berkeliling hingga di luar dari areal Lapangan Santo Petrus.
(Donny Parera/dari berbagai sumber*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *