BERITAFAJARTIMUR.COM (LABUAN BAJO) Jumlah korban terdampak gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus diperbarui oleh unsur SAR gabungan. Berdasarkan pendataan sementara hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WITA, tercatat 608 orang menjadi korban.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 orang dinyatakan meninggal dunia (MD), 230 orang mengalami luka berat, dan 308 orang lainnya mengalami luka ringan.
Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara unsur SAR dan masih dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, identifikasi, serta verifikasi korban di sejumlah wilayah terdampak.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Di daerah ini tercatat 449 korban, terdiri atas 25 orang meninggal dunia, 182 orang mengalami luka berat, dan 242 orang mengalami luka ringan.
Besarnya jumlah korban di Manggarai Timur membuat wilayah tersebut menjadi salah satu titik utama penanganan bencana. Tim SAR gabungan bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan terus melakukan penanganan terhadap warga terdampak.
Sementara itu, di Kabupaten Manggarai, khususnya wilayah Reok, tercatat 49 korban. Sebanyak 27 orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat, dan 14 orang mengalami luka ringan.
Di Kabupaten Ngada, jumlah korban mencapai 38 orang. Rinciannya, dua orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka berat, dan 19 orang mengalami luka ringan.
Kemudian, Kabupaten Nagekeo mencatat 30 korban, terdiri atas delapan orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka berat, dan sembilan orang mengalami luka ringan.
Di Kabupaten Ende, terdapat 28 korban. Sebanyak dua orang meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, dan 22 orang mengalami luka ringan.
Sementara di Kabupaten Sikka, tercatat enam korban. Empat orang di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka berat.
Adapun Kabupaten Manggarai Barat mencatat delapan korban. Dua orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan empat orang lainnya mengalami luka ringan.
Jika dirinci berdasarkan kondisi korban, Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, baik korban meninggal dunia maupun korban luka. Dari 449 korban yang terdata, 25 orang meninggal dunia dan 424 lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda.
Secara keseluruhan, data sementara tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan ratusan warga mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan medis.
Berikut rincian sementara korban gempa di tujuh wilayah:
Nagekeo: 30 korban — 8 meninggal dunia, 13 luka berat, 9 luka ringan.
Ngada: 38 korban — 2 meninggal dunia, 17 luka berat, 19 luka ringan.
Manggarai Timur: 449 korban — 25 meninggal dunia, 182 luka berat, 242 luka ringan.
Sikka: 6 korban — 4 meninggal dunia, 2 luka berat.
Manggarai Barat: 8 korban — 2 meninggal dunia, 2 luka berat, 4 luka ringan.
Manggarai/Reok: 49 korban — 27 meninggal dunia, 8 luka berat, 14 luka ringan.
Ende: 28 korban — 2 meninggal dunia, 4 luka berat, 22 luka ringan.
Dengan demikian, total sementara mencapai 608 korban, terdiri atas 70 orang meninggal dunia, 230 orang luka berat, dan 308 orang luka ringan.
Namun, angka tersebut belum bersifat final. Pendataan masih terus dilakukan oleh unsur SAR gabungan di lapangan. Perubahan data masih dimungkinkan seiring ditemukannya korban, proses identifikasi, serta sinkronisasi laporan dari masing-masing wilayah.
Di tengah proses pencarian dan evakuasi, perhatian utama tim gabungan kini diarahkan pada penyelamatan korban yang masih membutuhkan pertolongan, evakuasi korban luka ke fasilitas kesehatan, serta penanganan terhadap warga yang terdampak langsung oleh gempa.
Pemerintah bersama unsur SAR juga terus melakukan koordinasi untuk memastikan proses evakuasi dan pelayanan darurat dapat menjangkau wilayah-wilayah yang mengalami dampak paling parah.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)





