BERITAFAJARTIMUR.COM (AMLAPURA) – Ratusan kader dan pengurus Partai Demokrat turun langsung membersihkan kawasan Pantai Jasri, Karangasem, Jumat (28/8/2026) siang.
Aksi tersebut digelar DPD Partai Demokrat Provinsi Bali bersama DPC Partai Demokrat Kabupaten Karangasem sebagai bagian dari Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia ASRI sekaligus rangkaian menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat.
Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, mengatakan gerakan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan sampah di kawasan pantai.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Kita ingin lingkungan tetap langit biru. Dengan lingkungan yang bersih dan sehat, masyarakat bisa hidup lebih baik,” ujar Mudarta.
Menurut Mudarta, gerakan menjaga lingkungan di Karangasem tidak boleh hanya dilakukan di kawasan pantai.
Kawasan pegunungan hingga objek-objek wisata lainnya juga harus menjadi perhatian.
“Gerakan ini bukan hanya di pantai. Di Karangasem bisa dari gunung sampai pantai. Kita ingin membangkitkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” katanya.
Pantai Jasri Punya Potensi Besar
Mudarta menilai Pantai Jasri memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Karangasem.
Lokasinya berada di kawasan yang berdekatan dengan sejumlah destinasi wisata lain, termasuk Taman Ujung.
Menurutnya, kebersihan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan pariwisata sekaligus menarik investasi.
“Pantai Jasri ini memiliki potensi. Kalau suatu saat berkembang seperti Pantai Sanur atau Kuta, tentu akan memberikan dampak besar bagi ekonomi Karangasem,” ujarnya.
Ia menilai sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Bali. Karena itu, kebersihan objek wisata harus menjadi perhatian bersama.
“Kalau objek wisata kita bersih, wisatawan akan nyaman datang. Ketika wisatawan datang, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” katanya.
Karangasem Punya Nilai Spiritual
Selain potensi wisata, Mudarta menyebut Karangasem memiliki posisi penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Bali.
Sejumlah kawasan suci berada di wilayah tersebut, seperti Gunung Agung, Pura Besakih dan Pura Lempuyang.
Karena itu, menjaga lingkungan di Karangasem dinilai bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bagian dari menjaga kawasan yang memiliki nilai budaya dan spiritual.
“Karangasem adalah daerah spiritual. Karena itu kawasan suci dan objek wisata harus sama-sama kita jaga kebersihannya,” katanya.
Sebelum mengikuti aksi bersih-bersih, jajaran Demokrat juga melakukan kegiatan megibung bersama.
Tradisi makan bersama khas Karangasem tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan para kader.
“Megibung mengajarkan kebersamaan. Semua makan bersama tanpa membedakan satu dengan lainnya. Semangat kebersamaan seperti ini juga yang ingin kami bangun,” ujar Mudarta.
Demokrat Siapkan Bantuan Jalan
Dalam kesempatan tersebut, Mudarta juga menyampaikan rencana kegiatan sosial Demokrat Bali berupa dukungan pembangunan infrastruktur di Tabanan.
Demokrat berencana membantu pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang menghubungkan dua desa adat.
Menurut Mudarta, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian partai untuk membantu masyarakat di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
“Ini bagian dari spirit kader Demokrat untuk ikut membantu kebutuhan masyarakat, terutama infrastruktur,” katanya.
Mudarta menegaskan Gerakan Langit Biru dan kegiatan sosial lainnya tidak hanya dilakukan untuk memperingati HUT Partai Demokrat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Demokrat ingin menunjukkan kerja nyata. Bukan hanya pidato, tetapi turun langsung dan bekerja bersama masyarakat,” pungkasnya.(Donny Parera)





