WAHAI SANG PEJUANG DALAM SANUBARI KUUKIR TERIMAKASIH

Oleh: Sari Daiman

Siswa Angkatan Pertama SMAK Santo Peregrinus Laziosi Watumingan

Enam tahun yang lalu….
Kala mentari kembali bersinar lagi
Sosok penuh mimpi dan pemberani
Hadir menyibak kabut ditempat ini
Dinegeri penuh damai ini

Langkah mantap ia pautkan
Melewati harapan yang siap jadi nyata
Sosok pahlawan tanpa jasa berdiri tegak

Baginya, anak bangsa harus bersinar
Baginya, semua harus dimulai dari sini
Ditempatnya mengabdi sebagai gembala sang pengasih dengan niat tinggi mencerdaskan anak negeri

Enam tahun lalu…..
Dia melebarkan senyuman
Meski dia bukan putra asli ditempat ini
Namun hati baik terus terukir dalam nadi
Berjuang dan terus berjuang

Menjadikan tempat ini begitu berarti
Perjuangan hebat tergores jelas
Di wajah yang penuh cinta nan kasih
Perjuangan yang selalu ditantang keadaan
Dihina, dicaci bahkan dimaki
Namun tak membuat raganya lelah dan putus asa

Keringat menetes selalu mengiringi langkahnya
Hingga kadang kakinya tak mampu melangkah
Namun, dalam dada masih terukir indah
Kesuksesan harus mampu digenggam

Hari ini…….
Senyumnya kembali mekar
Melihat semua telah berubah
Gedung tua yang dulu dijadikan tempat berbagi untuk anak negri
kini diganti oleh bangunan megah penuh dimensi
dan dekorasi cemerlang karya anak bangsa saat ini

Wahai sang pejuang
Hari ini…….
Kami semua masih disini
Berbaris rapi di tempatmu mengabdi
DiTempat engkau mengubah cacian menjadi tepuk tangan
Ditempat engkau terus melangkah pasti
Menjejali hati setiap anak negeri
Dengan semboyan mencintai tanpa pamrih

Hari ini ……
Kata-kata pun tak mampu kami urai
Tuk membalas semua harga
yang telah kau beri dengan ikhlas hati
Hanya kata terimakasih yang kami pekikan hari ini
Jasamu tetap terpatri di sanubari
Disini ……
Di tanah ini….
Disekolah ini…
Dan dihari ini…
Hingga sampai nanti**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *