Anita Jacoba Gah Bantu Warga Mabar Terdampak Gempa Flores

BERITFAJARTIMUR.COM (LABUAN BAJO) Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), tidak hanya meninggalkan kerusakan dan korban jiwa. Bencana tersebut juga menyisakan duka serta beban berat bagi masyarakat yang terdampak dan hingga kini masih berupaya memulihkan kehidupan mereka.

Di tengah situasi tersebut, kepedulian dan solidaritas terus mengalir kepada warga terdampak bencana. Salah satunya datang dari Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Anita Jacoba Gah, yang memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat.

Bantuan tersebut berupa beras, mi instan, minyak goreng, dan telur, yang diperuntukkan bagi warga yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Manggarai Barat, Rikardus Jani, mengatakan bantuan dari Anita Jacoba Gah merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat NTT, khususnya warga Manggarai Barat yang turut merasakan dampak dari bencana gempa bumi Flores.

Menurut Rikardus, bantuan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai bantuan berupa bahan pangan, tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan kehadiran seorang wakil rakyat di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Ibu Anita Jacoba Gah kepada masyarakat Manggarai Barat yang terdampak bencana gempa bumi. Beliau ikut merasakan keprihatinan dan kesulitan yang dialami masyarakat akibat bencana ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Mabar itu.

Ia mengatakan, dalam kondisi bencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya soal pemulihan infrastruktur yang rusak, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari. Karena itu, bantuan berupa bahan pangan dinilai sangat berarti, terutama bagi warga yang aktivitas dan kondisi ekonominya terganggu akibat bencana.

Rikardus menambahkan, perhatian Anita Jacoba Gah menunjukkan bahwa persoalan kebencanaan di NTT tidak boleh hanya menjadi perhatian pemerintah daerah maupun masyarakat di lokasi terdampak. Solidaritas dari berbagai pihak juga dibutuhkan untuk membantu masyarakat melewati masa-masa sulit setelah bencana.

“Perhatian dan bantuan dari Ibu Anita Jacoba Gah merupakan bentuk nyata bahwa masyarakat NTT tidak berjalan sendiri dalam menghadapi situasi sulit. Semangat gotong royong seperti inilahh yang sangat dibutuhkann agar para penyintas dapat bangkit dan kembali menata kehidupan mereka setelah bencana,” ujar Rikardus dengan tegas.

Bukan Sekadar Bantuan, Ada Pesan Kemanusiaan

Gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026 telah mengguncang sejumlah wilayah di NTT dan menimbulkan dampak kemanusiaan yang serius. Selain korban jiwa dan luka-luka, masyarakat di sejumlah daerah juga harus menghadapi kerusakan rumah, fasilitas umum, serta terganggunya aktivitas ekonomi.

Dalam situasi seperti itu, bantuan pangan menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak. Masyarakat yang terdampak membutuhkan kepastian bahwa kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi sambil menunggu proses pemulihan berjalan.

Rikardus menilai, bantuan yang disalurkan Anita Jacoba Gah memiliki makna lebih dari sekadar jumlah paket sembako yang diberikan.

Menurut dia, ada pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan, yakni bahwa masyarakat yang sedang mengalami musibah tidak berjalan sendirian.

“Ini bukan hanya soal beras, mi, minyak goreng dan telur. Ada pesan kepedulian di dalamnya. Ada rasa prihatin dan keinginan untuk hadir bersama masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga, khususnya keluarga yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah bencana.

Solidaritas untuk Masyarakat Terdampak

Rikardus juga menyampaikan apresiasi kepada Anita Jacoba Gah atas perhatian dan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak gempa di NTT.

Ia berharap kepedulian tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan solidaritas yang lebih luas. Menurutnya, penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, lembaga legislatif, partai politik, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, komunitas, serta masyarakat secara umum.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan bahwa dalam kondisi sulit seperti ini, masih banyak pihak yang peduli dan hadir bersama mereka,” ujar Rikardus.

Rikardus menegaskan, DPC Partai Demokrat Manggarai Barat akan terus menggelorakan semangat gotong royong dan memperkuat kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Komitmen tersebut, kata dia, merupakan wujud nyata amanat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), agar partai selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi kesulitan dan bencana.

“Bagi warga yang sedang berjuang bangkit dari bencana, bantuan sembako mungkin terlihat sederhana. Namun di tengah kondisi sulit, satu karung beras, beberapa bungkus mi instan, minyak goreng, dan telur dapat menjadi penguat untuk bertahan melewati hari-hari penuh ketidakpastian” ungkapnya.

Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol bahwa di balik bencana dan kesedihan, masih ada kepedulian, solidaritas, serta rasa kemanusiaan yang mengikat masyarakat NTT untuk saling menguatkan dan bangkit bersama.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)

Pos terkait