BERITAFAJARTIMUR.COM (BORONG- Manggarai Timur) — Misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berakhir duka. Seorang relawan kemanusiaan, Ahmad Zaki Ali (38), meninggal dunia saat menjalankan tugas pendistribusian bantuan kepada warga terdampak bencana.
Ahmad Zaki Ali merupakan pendiri Relawan Gerak Bareng. Ia dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan ketika menjalankan misi kemanusiaan dari Reo, Kabupaten Manggarai, menuju Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, pada Jumat (21/8/2026) petang.
Kepergian Ahmad Zaki menjadi duka bagi sesama relawan dan tim pencarian serta pertolongan yang tengah bekerja di wilayah terdampak gempa. Di tengah kondisi medan yang tidak mudah, para relawan tetap bergerak mendistribusikan bantuan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Dievakuasi Menggunakan Helikopter Basarnas
Setelah mendapat laporan mengenai kondisi korban, Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR segera melakukan proses evakuasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan jenazah dapat segera keluar dari lokasi bencana dan dipulangkan kepada keluarga di Jakarta.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas.
“Pukul 07.04 WITA, Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum Ahmad Zaki Ali,” ujar Edy.
Dari lokasi tersebut, jenazah Ahmad Zaki kemudian dievakuasi menggunakan Helikopter Dauphin Basarnas menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Setibanya di Labuan Bajo, jenazah dibawa ke RSUD Pratama Komodo untuk menjalani proses pemulasaraan. Setelah seluruh proses penanganan selesai, jenazah selanjutnya dipersiapkan untuk dipulangkan ke Jakarta dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Gugur Saat Membantu Korban Bencana
Kepergian Ahmad Zaki menambah panjang kisah pilu di tengah upaya penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores. Ketika sebagian besar masyarakat berupaya menyelamatkan diri dan memulihkan kehidupan mereka, para relawan justru bergerak menuju wilayah terdampak untuk membawa bantuan dan memberikan pertolongan.
Perjalanan dari Reo menuju wilayah Lamba Leda Utara merupakan bagian dari misi tersebut. Bantuan yang dibawa ditujukan bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar setelah bencana.
Dalam situasi seperti itu, kerja kemanusiaan tidak hanya membutuhkan logistik, tetapi juga daya tahan fisik dan mental. Medan yang sulit, perjalanan panjang, kondisi pascabencana, serta kebutuhan masyarakat yang terus meningkat menjadi tantangan yang harus dihadapi para relawan di lapangan.
Ahmad Zaki meninggal ketika menjalankan tugas tersebut. Dedikasinya menjadi gambaran bahwa kerja kemanusiaan di tengah bencana sering kali dilakukan dalam kondisi penuh keterbatasan dan risiko.
Basarnas Sampaikan Duka Cita
Kantor SAR Maumere bersama seluruh potensi SAR menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Ahmad Zaki Ali.
Basarnas menilai pengabdian para relawan merupakan bagian penting dalam penanganan bencana. Kehadiran relawan membantu memperkuat upaya pemerintah dan tim SAR dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan di wilayah terdampak.
Kepergian Ahmad Zaki juga menjadi pengingat bahwa misi kemanusiaan membutuhkan perhatian terhadap keselamatan dan kondisi fisik seluruh personel yang terlibat. Di tengah tuntutan untuk bergerak cepat membantu korban, kesehatan dan keselamatan relawan tetap menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Ahmad Zaki kini telah pergi, tetapi pengabdiannya di tengah bencana meninggalkan jejak kemanusiaan. Ia datang untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit dan mengembuskan napas terakhir ketika menjalankan misi tersebut.
Bagi keluarga, sesama relawan, dan masyarakat yang merasakan manfaat dari kerja kemanusiaannya, kepergian Ahmad Zaki bukan sekadar kehilangan seorang relawan. Ia dikenang sebagai sosok yang memilih berada di tengah masyarakat terdampak ketika bantuan dan kepedulian sangat dibutuhkan.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)





