Beritafajartimur.com (Denpasar-Bali)
PT Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar menggelar Acara Opening Ceremony Anjungan Teknologi Mesin (ATM.) Emas Pegadaian. Acara ini berlangsung di Kantor PT. Pegadain Wilayah VII Denpasar, Jl. Niti Mandala-Renon, Denpasar pada Rabu pagi pukul 9.00 wita. ATM Emas PT Pegadaian ini ada 20 buah di seluruh Indonesia, dan salah satunya ada di Bali yang baru diresmikan. Acara ini dihadiri Pemimpin Wilayah Kanwil VII Bali Nusra, Edy Purwanto, Presiden Direktur Brinks Indonesia, Davidkerim Maksud, Kepala Divisi Bisnis Bullion, Kadek Eva Suputra dan undangan lainnya.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Bali-Nusra, Edy Purwanto seusai peresmian menjelaskan, Peluncuran ATM Emas ini menambah kemudahan transaksi di masyarakat atas layanan pegadaian dengan menggunakan teknologi. Jadi, kita memberikan layanan atau fitur layanan salah satunya tabung emas, tebus emas, pinjaman modal kerja emas, dan apabila di masyarakat ingin mengambil tabungannya, seperti uang karena ingin di pegang saja, kami menyediakan ATM Emas ini sehingga masyarakat merasa terbantu, semakin percaya kepada pegadaian bahwa stok emas di pegadaian ada, bukan hanya seperti yang diceritakan rame-rame di dunia maya itu, tetapi masyakarat apabila ingin membuktikan bahwa apakah emas yang dijual pegadaian tabungan emas itu ada fisiknya. Hal ini kami sudah sampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang bahwa kami di Jakarta itu ada fisiknya/stoknya cukup besar, yakni 150 ton. Jadi cukup banyak. Yang ada di bank Indonesia saja stok emasnya tidak sampai segitu, jadi kami mempunyai space yang cukup untuk menyimpan atau membuat stok transaksi emas ini,” tegas Edy Purwanto.

Untuk saat ini, kata Edy Purwanto perlindungan terhadap masyarakat pada penggunaan Aplikasi ini terbilang cukup secure. “Saya rasa sangat secure dari aplikasinya, aplikasinya ini enkripsinya sudah cukup tinggi, enkripsi terkini, jadi saya rasa cukup aman. Kemudian untuk pembayarannya, kita menggunakan kerja sama dengan perbankan. jadi kerja sama dengan perbankan dari aplikasi untuk mengimproof securitynya , kemudian dari antrian fisiknya bahwa ini mempunyai keamanan yang cukup, kalau yang uang hanya 1 layer, ini mempunyai security 3 layer yang cukup aman,” tuturnya.
Soal penempatan ATM Emas Pegadaian, Edy Purwanto mengatakan akan melihat perkembangan dan animo masyarakat. “Nanti kami akan kembangkan, kami akan lihat animo masyarakat. Yang jelas di cabang-cabang pegadaian mungkin juga kami akan meletakkan. Lalu, di BRI yang cukup banyak peminatnya, jadi kami akan melakukan survei dulu, sementara ini di Denpasar baru satu, tetapi akan kita tambah secepatnya,” jelasnya.
Dalam hal investasi emas, pihaknya meminta masyarakat Bali agar tetap berhati-hati, jangan tergiur investasi yang tidak jelas, tetapi pilihlah lembaga terpercaya. “Pesan saya adalah apabila investasi emas, liat siapa yang menawarkan, pilih lah lembaga yang terpercaya, kemudian yang berijin/sah, dan resmi, lihat historynya, siapa yang telah lama bermain emas atau menyediakan layanan emas. Jadi, masyarakat bisa di mana saja untuk transaksi emas dan investasi emas, bisa di toko emas, bisa di pegadaian, atau bisa di mana pun tetapi kami tidak mengatakan bahwa kami memaksa untuk memilih pegadaian, yang jelas masyarakat sudah dewasa, kami berikan literasi yang cukup silahkan pilih, tetapi yang jelas kami sampaikan bahwa kami akan amankan aset para pelanggan itu dan kami dukung kemudahan dan kenyamanan dalam transaksinya,” pesan Edy Purwanto.
Ia tidak menampik kehadiran ATM Emas Pegadaian adalah salah satu upaya untuk mendongkrak capaian omzet PT Pegadaian. “Kalau untuk mendongkrak, saya rasa… iya, karena ini akan kami sampaikan melalui rekan-rekan media informasi ini bahwa ATM emas di pegadaian sudah ada dan akan meluncur di tempat-tempat lain, kemudian masyarakat jangan khawatir untuk nabung emas, dan nabung emas tidak harus langsung 1 Gram, mulai dari 10 ribuan sudah bisa. Sangat mudah kan?,” katanya.
Di akhir acara diperagakan melakukan transaksi menggunakan ATM Emas Pegadaian yang memang terlihat berbeda dengan ketika melakukan transaksi berupa uang. Terkait penggunaan mesin ATM Emas Pegadaian, Edy Purwanto mengatakan,” Sebenarnya tidak sulit tetapi cukup gampang hanya beliau yang mencoba tadi sedikit lupa Pin-nya, sebenarnya cukup mudah, hanya 2 aplikasi, aplikasi Tring dan aplikasi Perbankan. Aplikasi Tring ini untuk melakukan scan/permintaan kepada tools-nya bahwa mau cetak, kemudian keluar lalu scan bayar, untuk transaksinya saat ini kita kasi baru 1-100 Gram yang tersedia.
Kami support karena tujuan ATM emas ini agar emas bisa datang dengan simplivite tidak harus bisa beli emas langsung pulang, tidak harus sulit untuk berinvestasi. Sedangkan, untuk Spek secure layer berbeda dengan ATM uang dari software sendiri dan hardware sendiri juga, tripple layer of security juga berbeda,” ungkapnya.

Presiden Direktur Brinks Indonesia Davidkerim Maksud, mengatakan bahwa mesin ATM Emas Pegadaian ini adalah karya anak bangsa sendiri. “<span;>Mesin ini kita desain software maupun hardware asli di sini di Indonesia, dan kita sekarang dari 7 negara lain kita pesan di Indonesia,” jelasnya, singkat.
Sementara, Kepala Divisi Bisnis Bullion, Kadek Eva Suputra, terkait prospek menabung emas, mengatakan,”<span;> Kalau kita lihat di Indonesia tentu emas, karena di Indonesia culturenya adalah emas, permintaan tinggi apalagi dengan harga saat ini. Saat ini lah momen untuk menabung emas karena kalau lihat historis 5-10 tahun ke belakang, emas itu rata-rata kenaikannya kurang lebih 15% pertahun ini kami imbau daripada masyarakat harus kita mengalihkan aset kita, salah satunya dengan emas, dengan rajin menabung. Kuncinya adalah harus memulai dulu. Kemudian, harus konsisten menabung dan punya tujuan keuangan ke depan arahnya seperti apa. Setelah kita punya tujuan keuangan yang jelas, kita konsisten menabung lewat Tring, mulai dengan 10 ribu, tinggal konsisten saja itu akan menjadikan tujuan keuangan kita ke depannya,” katanya.
“Kalau kita lihat perhari, Indonesia itu produksinya kurang lebih 100 Ton setahun, kita bisa lihat berapa kebutuhan di Indonesia, kalau kita lihat di kota-kota besar seperti di Denpasar, kemarin dari area Denpasar berhasil menjual kurang lebih 140 Kg itu luar biasa, sampai dengan September 158 kg. Ini artinya menunjukkan minat investasi emas di Denpasar itu tinggi karena memang budaya kita, mungkin orang tua kita khususnya ibu-ibu selalu menyisihkan dalam bentuk emas,” jelasnya.
Dengan beroperasinya mesin ATM Emas Pegadaian ini, kira-kira targetnya seperti apa? Edy Purwanto menjelaskan,” Kalau target secara nasional kita di 20 Ton secara saldo, saat ini, hingga bulan September 2026, kita sudah 20 ton lebih. Tentunya kita betharap, sampai dengan akhir tahun kami lihat kemungkinan akan tercapai di 21-22 Ton.” (Donny Parera)





