Oleh Sil Joni
Pesta demokrasi di level lokal sudah digelar. Dua kubu yang bertarung “masih menahan diri” untuk tidak melakukan selebrasi besar-besaran. Pasalnya, proses perhitungan baru dimulai.
Tetapi, informasi terkait suara yang diperoleh masing-masing pasangan calon (paslon) mengalir sangat deras dalam ruang publik digital. Jika kita berselancar dalam dunia itu, kita bisa mengambil kesimpulan sementara perihal paslon mana yang unggul.
Kelihatannya pendukung Paslon 02 (Edi-Weng) lebih berani ‘menggelar perayaan sederhana’ seusai mengetahui hasil olah data yang masuk ke ‘tim media center’ mereka. Jika tidak ada perubahan yang berarti, maka klaim kemenangan itu punya dasar yang kuat.
Kita tahu bahwa Paslon petahana ini ‘mengarak’ cahaya politik Mabar Semakin Mantap dalam panggung kontestasi Pilkada ini. Cahaya itu telah disebarkan atau dilemparkan ke gelanggang politik.
Seandainya kisah kemenangan di atas benar, maka ‘cahaya’ itu mendapat respons yang bagus dari publik Mabar. Visi Mabar Semakin Mantap dinilai lebih efektif dan logis untuk diterapkan.
Melalui berita ‘kemenangan sementara’ itu, asa publik untuk menatap dan merasakan cahaya Mabar Semakin Mantap, sudah terbit. Publik bakal menyambut datangnya sinar politik yang akan dipancarkan Edi-Weng lima tahun ke depan.
Sebetulnya, visi Mabar bangkit menuju Mabar Mantap, sudah terlihat ‘amat terang’ di bawah rezim Edi-Weng. Wajah Mabar mengalami perubahan yang signifikan. Kabupaten ini mengalami ‘kebangkitan’ di hampir semua bidang.
Rasanya, tidak terlalu mengejutkan kalau publik masih menaruh kepercayaan pada duet ini. Saya kira, publik berada pada jalur yang benar ketika Paslon incumbent tampil sebagai kampium kontestasi. **
Penulis adalah warga Mabar. Tinggal di Watu Langkas.





