Singaraja, Berita Fajar Timur.com-BENDUNGAN Titab-Ularan senilai Rp 498 Miliar Jebol, namun sebelumnya terjadi ledakkan sekiar, pukul 17.00 wita pada Selasa, (6/2), sehingga mengejutkan masyarakat di sekitarnya.
Berkaitan dengan jebolnya dinding atau spillway, anggota DPRD Bali, dari Komisi 1, Tirtawan mengatakan kejadiaan ini harus di selediki oleh KPK, mengingat kualitas proyek yang diresmikan 13 Desembner 2015 lalu sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Memang lanjut Tirtawan, sebelum diresmikan proyek ini sudah banyak masalah teknis.

Untuk itu, pihak Kepolisisan dan Kejaksaan, agar mengusut tuntas, adanya penyimpangan anggaran negara. Dari Balai Wilayah Sungai Bali-Penida (BWS), selaku leading sector dari proyek ini, jebolnya dinding spillway disebabkan air menerobos di dasar dinding dengan kekuatan penuh sehingga mampu mendorong beton,sehingga dinding itu jebol.
Menurut data bendungan Titab mampu menampung 13 juta meter kubik air, dengan luas genangan 68 Ha. Dikabarkan bahwa, Rabu,(7/2) pihak kontraktor sudah melakukan upaya perbaikan , juga termasuk menambah kapasitas drainase agar mampu menampung air buangan, bila terjadi genangan air melebih kapasitas bendungan(vid).












