Beritafajartimur.com (Denpasar, Bali) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMA), hari ini, Senin (1/4/2019) berlangsung serentak di 34 provinsi diseluruh wilayah Indonesia. Di SMA Dwijendra di hari yang pertama UNBK, Senin (1/4/2019) berjalan lancar dan tidak ada hambatan. Hal Ini tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan segenap komponen di SMA Dwijendra, mulai dari sarana dan prasarana hingga persiapan mental siswa dalam menghadapi UNBK 2019.
Untuk UNBK tahun 2019 ini, SMA Dwijendra mengikut-sertakan sebanyak 702 siswa dari dua jurusan yaitu IPA dan IPS. Mata pelajaran wajib seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika dilaksanakan pada Senin Selasa, Kamis (1,2, 4/4/2019). Sedangkan hari terakhir, Senin (8/4/2019) berupa mata pelajaran peminatan/pilihan. Bagi siswa jurusan IPA: Biologi, Fisika dan Kimia, sedangkan untuk IPS: Geografi, Ekonomi dan Sosiologi.
Berhubung hari Rabu (3/4/2019) adalah hari libur nasional, maka UNBK dilanjutkan hari Kamis (4/4/2019). “Terkait hari Rabu adalah hari libur nasional, maka kami menghimbau kepada siswa peserta UNBK agar tetap belajar dirumah untuk mengikuti ujian selanjutnya agar apa yang sudah dipersiapkan tidak mudah lupa”, himbau Kepala SMA Dwijendra Drs. I Made Oka Antara.
Oka Antara berharap kepada siswanya yang sedang mengikuti UNBK ditahun ini, agar persiapan yang sudah matang dengan semangat yang tinggi ditambah jujur dan berintegritas yang dimiliki oleh siswanya dapat menghasilkan nilai yang memuaskan saat pengumuman kelulusan.
Terkait dengan PPDB untuk tahun ajaran 2019- 2020 sesuai dengan kuota SMA Dwijendra akan menampung sebanyak 432 (12 rombel) dimana per-rombel diisi 36 siswa.
Sesuai denga Permendikbud nomer 51 tahun 2018 yang mengatur 3 jalur masuk yaitu 1. Melalui Zonasi 90%, 2. Prestasi 5%, 3. Perpindahan 5%. Sedangkan jalur miskin sudah ditiadakan, baik pendidikan tingkat dasar (SD), SMP dan SMA/SMK, menurut I Made Oka Antara, sistem zonasi bagi sekolah swasta tidak masalah sepanjang aturan gelombang seperti tahun lalu di sekolah-sekolah negeri tidak diterapkan lagi tahun ini.
(Donny Parera)













