Beritafajartimur.com (Denpasar)
Kasus penganiayaan yang videonya viral sejak Sabtu lalu yang dilakukan salah satu anggota Ormas berinisial GB terhadap Wayan Nurata (46) warga asal Padangsambian Kaja kini ditangani kepolisian Polresta Denpasar.
Kasus ini awalnya diduga dipicu oleh diturunkannya bendera Partai Demokrat oleh korban Nurata. Di mana korban tidak terima karena ada bendera partai dipasang oleh GB di depan rumah Nurata, yang beralamat di Banjar Pagutan, Padangsambian, Denpasar.
Hal ini menimbulkan ketegangan antara keduanya, sehingga terjadi aksi kekerasan. Kepada sejumlah media, Nurata mengaku pada saat hendak pulang usai membeli rokok di warung, mendadak kendaraannya ditabrak oleh GB hingga ia terjatuh, Sabtu (9/2/2019). Saat terjatuh itulah, Nurata mengatakan dipukuli oleh GB hingga menderita sejumlah luka.
Menyikapi pemberitaan ini, Ketua DPC Demokrat Denpasar Anak Agung Ketut Asmara Putra alias Gus Cilik menyatakan, kasus yang terjadi antara GB dan Nurata sebenarnya adalah perkelahian. “Sama sekali bukan terjadi penganiayaan sepihak seperti yang ramai diberitakan, katanya GB ini memukuli Nurata. Kenyataannya mereka saling pukul-memukul. Selain itu, video perkelahian yang viral di medsos tidak secara utuh diperlihatkan. Jadi kita hanya melihat yang di video itu. Awalnya kan tidak terekam,” ujar Gus Cilik ketika dikonfirmasi Minggu (10/2/2019) tadi malam di Denpasar.
Gus Cilik menepis anggapan bahwa perkelahian itu terjadi dipicu soal penurunan bendera partai. Menurutnya, kasus penurunan bendera sudah lama terjadi dan telah ada mediasi antara keduanya. Istilahnya, kasus penurunan bendera partai yang terjadi beberapa waktu lalu itu, sudah ‘clear’. Telah tuntas didamaikan.
Selanjutnya, Gus Cilik menjelaskan, jika kemudian terjadi perkelahian antara GB dan Nurata, itu dikarenakan mereka tanpa sengaja berpapasan di pinggir jalan raya Kebo Iwa, Padangsambian Kaja Denpasar. Saat berpapasan, keduanya lantas saling pandang.
“Entah mungkin sedang ada masalah, saat itu kemudian mereka berdua saling tantang, hingga terjadi perkelahian tersebut. Saya menyayangkan kejadian perkelahian ini dan berusaha agar ada mediasi,” kata Gus Cilik yang maju sebagai caleg DPRD Kota Denpasar Dapil 2 nomor urut 1 dari Partai Demokrat.
Menurut Gus Cilik, jika kasus ini sampai berlanjut dan tidak terjadi perdamaian, pihaknya mengkhawatirkan akan memunculkan rasa dendam kedepan. Tentu masing-masing ada rasa was-was jika keluar rumah. Maka alangkah lebih baik, jika ada mediasi dan perdamaian sehingga permasalahan tidak berlarut-larut.
Terkait pemberitaan oknum GB merupakan anggota salah satu Ormas, Gus Cilik menegaskan, “Tidak ada ormas atau preman yang terlibat. Karena sejak Kapolda Bali membekukan, maka di wilayah kami tidak ada lagi ormas dan preman,” katanya menegaskan.
(BFT-DPS)












