Ikut Menjadi Mitra FPRB, APTB Bali Dinahkodai Diah Werdhi Srikandi Resmi Dilantik

BERITAFAJARTIMUR.COM (Bangli-BALI) | Aliansi Perempuan Tangguh Bencana (APTB) Bali yang di nahkodai Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, S.E., M.M., yang juga selaku anggota DPRD Bali, kini APTB Bali sudah resmi dilantik.

Acara pelantikan bertepatan dengan bulan bakti Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) se-Bali tahun 2022 yang acaranya dilaksanakan di Toya Devasya, Kabupaten Bangli, Kamis (13/10).

Ketua APTB Bali Diah Werdhi Srikandi mengatakan kalau aliansi ini merupakan perkumpulan dari beberapa organisasi perempuan di Bali yang siap ngayah untuk kemanusiaan.

“Sebenarnya dalam aliansi ini tujuan kami yakni bisa mengedukasi masyarakat. Jika perempuan Bali juga bisa menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana,” terangnya.

Sembari menyampaikan kalau APTB Bali dalam penanggulangan bencana menjadi mitra FPRB, Pemerintah, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali.

“Untuk APTB Bali sendiri terbentuk sejak dua bulan lalu, dan hari ini sudah diresmikan. Memang saat APTB Bali baru terbentuk ditingkat Provinsi, namun kedepannya kami akan membentuk ditingkat Kabupaten/Kota se-Bali,” ucapnya.

Diah Werdhi Srikandi menjelaskan terkait program kerja APTB Bali yakni mengikuti pelatihan-pelatihan dasar kebencanaan, melakukan kegiatan tentang edukasi terkait ketahanan pangan keluarga yang akan diadakan di bulan bakti yang jatuh di bulan Oktober 2022 ini.

“Kegiatan ketahanan pangan ini yakni bisa mengumpulkan Ibu-ibu tentang bagaimana persiapan dlm menghadapi bencana utamanya di keluarga, bagaimana bisa bertahan di tengah kebencanaan, edukasi tentang pembuatan ecoenzym dan lain-lain,” jelasnya.

Kemudian Diah Werdhi Srikandi juga menyampaikan APTB Provinsi Bali saat ini jumlah pengurusnya sebanyak 15 orang. Intinya APTB Bali akan terus bergerak, dan terus ikut berperan serta dalam penanggulangan bencana.

“Untuk kegiatan rapat-rapat kami masih melakukan di kantor BPBD dan FPRB Bali, mengingat kami bermitra dalam giat-giat kebencanaan,” imbuhnya.

Ditambahkan, terkait dengan APTB Bali ini yakni kedepannya bagaimana perempuan ini bisa menjadi garda terdepan dalam hal penanggulangan bencana. Tidak sebagai korban bencana, tapi perempuan bisa menyelamatkan keluarga dan sekitarnya.

“Karena APTB ini baru kami rintis. Tentunya kami akan memperbanyak pelatihan untuk menambah wawasan kebencanaan diantara pengurus, Karena pengurus kami dari berbagai latar belakang profesi.”

“Apalagi sekarang cuaca lagi ekstrim, maka dari itu kesiapan APTB Bali sudah sepenuhnya harus siap untuk ikut menjadi mitra FPRB dalam penanggulangan bencana,” tambahnya.Bdi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *