Jembatan Gantung Wae Laci di Lembor Tuntas Diperbaiki, Warga Diminta Jaga Agar Tetap Kokoh

BERITAFAJARTIMUR.COM (Labuan Bajo-Mabar) Jembatan gantung penghubung antardesa Wae Wako dan Desa Siru, yang berlokasi di Wae Laci, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, yang nyaris terputus akibat diterjang banjir bandang, pada Februari 2024 lalu telah diperbaiki oleh pemerintah kabupaten Manggarai Barat.

Pantauan media ini, Jumat (3/1/2025),
Jembatan gantung tersebut sudah direnovasi. Tali besi penyangga di kiri kanan jembatan yang dulunya hampir putus sudah diganti. Jaring-jaring pengaman di dua sisi jembatan juga sudah diperbaiki.

Apalagi lantai jembatan yang dulunya berbahan kayu bambu dan yang berlubang di beberapa titik sehingga ditambal warga dengan potongan kayu balok dan bambu seadanya juga sudah diganti dengan pelat besi. Sehingga kendaraan roda dua juga kini bisa melintasi jembatan tersebut seperti sebelumnya.

“Puji Tuhan sudah baik, Pak. Kini kami tidak ragu dan takut lagi ketika melintas di jembatan ini,” ungkap Simon (59) kepada Beritafajartimur.com.

Kepala desa Wae Wako Thobias Mansur saat dikonfirmasi mengatakan setelah ambruk akibat dihantam banjir bandang yang terjadi pada tahun 2024 lalu, pertengahan Desember kemarin perbaikan jembatan gantung tersebut rampung diperbaiki selama tiga minggu oleh pemkab Mabar melalui dinas terkait.

Percepatan perbaikan jembatan ini kata Thobias dilakukan mengingat jembatan gantung merupakan satu-satunya akses terdekat masyarakat menuju desa tetangga dan ke kebun warga yang berada di seberang sungai Wae Laci.

“Kondisi jembatan sudah baik. Aktivitas warga yang melintas baik dengan menggunakan roda dua maupun pejalan kaki tidak mengalami hambatan jika dibandingkan sebelumnya” kata Thobias, Jumat 3 Januari 2025.

Thobias Mansur pun sangat berterima kasih kepada Bupati Manggarai Barat yang telah mengambil tindakan. Tak hanya itu, mewakili masyarakat Wae Wako, Thobias juga berterima kasih kepada sejumlah media online yang menurutnya pernah memberitakan kondisi jembatan penghubung tersebut sehingga dapat diperbaiki.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemda Mabar atas upaya perbaikan ini. Mewakili masyarakat desa Wae Wako, kami berterima kasih kepada sejumlah media yang telah mengambil bagian dalam dalam memberitakan kondisi jembatan Wae Laci ini,” ungkap Thobias.

Perlu diketahui, jembatan gantung yang terletak di Wae Laci ini mulai rusak akibat diterjang banjir pada tahun 2022. Kondisi jembatan semakin rusak seiring berjalannya waktu.

Pada tahun 2024, kondisi jembatan nyaris putus akibat banjir bandang. Beberapa tali penyangga atau kerap yang disebut seling terlihat putus.
Jembatan juga terlihat miring. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun, rumah dan lahan pertanian terendam banjir. Ternak, motor, dan sampan milik warga ada yang terendam dan terseret banjir. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Wae Nengke, Sungai Wae Longge dan Suangai Wae Lempar karena hujan lebat pada (21/2/2024) malam.

Kini, Jembatan yang memiliki panjang sekitar 60 meter tersebut sudah bisa digunakan oleh warga.

Warga pun merasa terbantu, apalagi saat ini di musim hujan, yang mempermudah mereka untuk akses pendidikan dan ekonomi. Warga kini diharapkan dapat menjaga jembatan tersebut agar tetap kokoh.

Meski pembangunannya khusus untuk roda dua, namun jembatan ini bisa membantu para warga untuk menyebrang sungai yang membelah antar-desanya, hingga bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.(BFT/LBJ/YOFLAN]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *