Beritafajartimur.com (Sanur, Denpasar)
Kepala Sekolah SMKN 3 Denpasar Drs. AA. Bagus Wijaya Putra, M. Pd., melepas sebanyak 540 Siswa kelas XII yang baru menyelesaikan pendidikannya.
Dalam kondisi dunia sedang dilanda wabah Coronavirus atau Covid-19, maka acara pelepasan Siswa kali ini dilaksanakan secara Virtual pada Jumat (8/5/2020) pagi sekitar pukul 9.00 Wita.
“Pelepasan secara daring/virtual ini tetap mengacu pada protokoler yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi, dimana, tidak dihadiri siswa seperti biasanya. Dan orang tuanya diwakilkan oleh Komite Sekolah,” papar AA. Bagus Wijaya Putra.
Semula, sebelum pembatalan UNBK dijelaskan Kepala SMKN 3 Denpasar, persiapan UNBK pada saat itu sudah rampung 100% dan tinggal hitungan hari dilaksanakan. “Namun tiga hari menjelang pelaksanaan UNBK yaitu tanggal 16 Maret 2020, muncul pemberitahuan pembatalan UNBK. Dan siswa melaksanakan proses belajar mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi dilaksanakan di rumah sebagai langkah antisipatif untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus Corona. Akibatnya, kita mengubah semua strategi untuk menyelenggarakan proses pendidikan secara online hingga anak-anak menyelesaikan pendidikannya. Karena bukan hanya siswa yang mengalami tapi juga rekan-rekan pendidik. Disinilah kita ubah total strategi,” terangnya.
Beruntung sekali, karena sebelum terjadi pembatalan UNBK, sekolah ini telah menyelenggarakan Ujian Sekolah (UAS) dan pra UKK (Uji Kompetensi Keahlian), sehingga ini juga faktor yang ikut menentukan kelulusan selain nilai raport dan harian.
Dibalik itu, ada hikmahnya yang diperoleh akibat dampak virus ini membuat para pendidik, siswa dan orang tua dalam situasi terjepit seperti itu semakin bisa melakukan langkah-langkah inovasi dalam proses belajar secara virtual.
“Inilah yang membanggakan, di satu sisi kita dihadapkan ganasnya wabah covid-19, tapi di sisi lain munculnya inovasi baru yang dimunculkan kawan-kawan guru. Begitu pun siswa dan orang tua sebingga menjadi suatu sinergitas yang baik untuk menyelenggarakan pendidikan secara daring,” jelasnya sembari tersenyum.
Adanya penyelenggaraan pembelajaran daring ini apakah mempengaruhi mutu lulusan?
Menjawab soal ini, Kepsek SMKN 3 Denpasar mengatakan, terkait mutu lulusan, tidak masalah. Karena siswa sudah menyelenggarakan proses belajar selama tiga tahun sejak masuk di SMKN 3 Denpasar.
“Jadi walaupun terganggu dengan munculnya wabah Covid-19 ini, kami yakin mereka sudah bisa mandiri dan siap untuk terjun di pasar kerja bagi yang ingin bekerja. Sedangkan yang mau melanjutkan, kami juga menjamin anak-anak bisa bersaing untuk mencapai prestasi belajar di Perguruan Tinggi,” tukasnya.
Untuk diketahui, pengumuman kelulusan siswa kelas XII SMA/SMK serentak dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Guru 2 Mei 2020. Untuk SMKN 3 Denpasar sebanyak 540 siswa semuanya lulus 100%. Kepada 540 siswa yang telah menyelesaikan pendidikannya di SMKN 3 Denpasar, AA. Bagus Wijaya Putra berpesan agar,” kiranya anak-anak tidak melupakan almamaternya dan tetap jaga nama baik sekolah ini. Jadilah yang terbaik di masyarakat,” harapnya.
(BFT/DPS/Donny MP. Parera)











