Beritafajartimur.com (Labuan Bajo) Mengenal Komunitas Angkatan Muda For Prajamuda yang akhir akhir ini muncul di media massa. Komunitas Angkatan Muda merupakan perkumpulan kaum muda dan juga orang tua yang memiliki visi dan misi yang sama untuk membangun Manggarai Barat yang maju dan sejahtera.
Komunitas ini sengaja dibentuk secara independen. Meski demikian, komunitas ini tetap memiliki kepedulian dalam dunia politik. Karena bagaimanapun, politik memiliki kekuatan dan pengaruh besar dalam menentukan keputusan untuk memajukan Manggarai Barat. Komunitas yang terdiri dari kaum muda ini tidak mau menjadi pribadi yang buta politik.
Berkaca pada kutipan dari seorang penyair dan dramawan asal Jerman, Bertolt Brecht bahwa “buta terburuk adalah buta politik. Orang buta politik tidak sadar bahwa Biaya hidup, harga makanan, harga rumah, harga obat semuanya bergantung keputusan politik. Dia membanggakan sikap anti politiknya dan membusungkan dada dan berkoar “saya benci politik” sungguh bodoh dia bahwa yang tak mengetahui bahwa karena dia tidak mau tahu politik, Akibatnya, pelacuran, anak terlantar, perampokan, dan yang terburuk, korupsi dan Perusahan multinasional yang menguras kekayaan negeri.”
Kutipan ini justru sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kaum muda sangat mendambakan Manggarai Barat yang maju dan bermartabat. Peran kaum muda dalam dunia politik sangat dibutuhkan. Tujuannya yakni untuk mempengaruhi keputusan politik sehingga mampu melahirkan keputusan yang membela kepentingan masyarakat Manggarai Barat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Komunitas Angkatan Kaum Muda ini berkomitmen untuk ambil bagian dalam pesta politik 2020 tahun ini dan berafiliasi dengan salah satu Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat. Keputusan untuk mendukung salah satu bakal calon tentu melalui proses yang ketat. Artinya, ada figur politik yang memang memiliki kemampuan untuk mengakomodir aspirasi kaum muda dalam membangun Manggarai Barat. Paket Blasius Jeramun dan Christo Mario Pranda menjadi pilihan terbaik untuk didukang dalam ajang Pilkada Manggarai Barat 2020.
Komunitas Angkatan Kaum Muda melihat, Kehadiran Blasius Jramun dan Mario Pranda menjadi pemenuhan atas ketidakmungkinan yang disemogakan oleh kaum muda akan hadirnya sosok yang visioner. Sosok Blasius Jramun dan Mario Pranda merupakan perpaduan yang sempurna. Pasalnya, Mario Pranda bisa mewakili hasrat politik kaum muda. Soal sosok Blasius Jramun tentu tidak diragukan lagi soal kiprahnya dalam dunia politik. Blasius Jramun oleh Komunitas Kaum Muda dianggap sebagai figur yang memiliki kualitas pribadi yang sangat demokratik. Selama menjabat ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Barat, banyak aspirasi masyarakat yang ditanggap dengan cepat.
Gerakan kelompok kaum muda ini terbentuk setelah mendengar adanya nama Blasius Jramun dan Mario Pranda yang ikut menjadi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat 9 Desember mendatang. Pembentukan komunitas ini secara spontanitas tanpa didorong oleh partai politik mana pun dan tanpa didorong oleh politisi manapun, melainkan atas dasar inisiatif pribadi masing masing kaum muda yang kebetulan memiliki kerinduan dan hasrat yang sama. Komunitas Angkatan Muda merupakan relawan yang ingin memenangkan paket Praja-Muda dalam Pilkada Mabar 2020.
Kaum muda yang tergabung dalam komunitas ini memiliki hasrat politik yang kuat yakni kerinduan akan hadirnya sosok yang mewakili kaum muda dalam politik Pilkada Mabar 2020. Kerinduan yang sudah lama akhirnya terjawab. Mario Pranda tampil menjadi pahlawan kaum muda yang mampu menembus batas. Kehadiran Mario Pranda dalam Pilkada Mabar sudah mewakili suara kaum muda untuk membangun Manggarai Barat menjadi kota layak pariwisata dan juga untuk membangun Manggarai Barat yang lebih maju secara merata. Selama ini suara kaum muda dalam membangun Manggarai Barat tidak diakomodir. Suara kaum muda Ibarat hanya menggonggong dari luar pagar.
Kali ini, kahadiran Mario Pranda menjadi sejarah baru dalam politik Pilkada Mabar. Bagaimana tidak, dalam sejarah politik Pilkada Mabar dari periode sebelumnya tidak adanya keterwakilan kaum muda. Sehingga tidak heran dalam visi dan misi membangun Manggarai Barat hanya mengakomodir suara suara dari partai politik tertentu. Bahkan visi dan misi bisa dianggap hanya untuk kepentingan elektoral. Komunitas Angkatan Kaum Muda ini dibentuk selain untuk memenangkan paket Praja -Muda, juga untuk mengawal masa pemerintahannya apabila menang pada pilkada 2020 mendatang. Komunitas Angkatan Muda ini siap mengerahkan ribuan massa untuk bekerja memenangkan paket Praja-Muda. (BFT/LBJ/ Tim)





