Upaya penyelamatan hutan dan keanekaragaman hayati di Flores memasuki babak baru.
LABUAN BAJO-BERITAFAJARTIMUR.COM,-Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bersama organisasi Burung Indonesia resmi meluncurkan Program Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Hutan Jangka Panjang di Bentang Alam Mbeliling, dalam acara Inception Workshop yang digelar di Hotel La Prima Labuan Bajo, Rabu (23/10).
Program ini mengusung pendekatan berbasis pasar seperti mekanisme kredit karbon, yang bertujuan menjaga hutan secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Manajer Program Flores Burung Indonesia, Tiburtius Hani, menegaskan bahwa pihaknya telah bekerja di kawasan Bentang Alam Mbeliling sejak tahun 2009.
“Sudah lebih dari 18 tahun kami berproses bersama masyarakat dan pemerintah daerah. Komitmen ini akan terus kami jaga demi masa depan hutan Manggarai Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Hila Madin, mewakili Sekda Manggarai Barat Frans Sodo, menyoroti pentingnya Mbeliling sebagai jantung keanekaragaman hayati Flores.
“Wilayah ini rumah bagi 25 hingga 29 spesies burung endemik, termasuk 19 spesies yang terancam punah seperti Elang Flores dan Komodo,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa hilangnya hutan akan berdampak langsung pada kehidupan manusia karena hutan merupakan “penyangga utama kehidupan”.
Dalam sesi berikutnya, Martha Kantus dari Bappeda Manggarai Barat memaparkan bahwa Mbeliling memiliki luas sekitar 94.000 hektare, mencakup lima kecamatan dan 36 desa, yang menjadi hulu tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) besar Naik, Jamal, dan Mesir.
Ketiganya memasok air bersih bagi wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.
“Jika hulu-hulu ini rusak, maka seluruh sistem kehidupan di bawahnya akan terdampak,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga telah mengintegrasikan isu keanekaragaman hayati ke dalam RPJPD dan RPJMD, memastikan pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menutup kegiatan, Hila Madin menyerukan kolaborasi lintas sektor.
“Workshop ini bukan akhir, tapi awal dari langkah besar menjaga Mbeliling. Mari kita bersatu, dari pemerintah hingga warga, untuk menjaga alam kita.”
Dengan dukungan berbagai pihak, Bentang Alam Mbeliling diharapkan menjadi model nasional konservasi berbasis pasar yang mampu menyeimbangkan ekologi, ekonomi, dan budaya lokal di jantung Flores.(BFT/LBJ/Red/Yoflan)





