Meningkatkan Pariwisata Berkelanjutan, Labuan Bajo dan Raja Ampat Berbagi Strategi

BERITAFAJARTIMUR.COM (Labuan Bajo)Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menerima kunjungan kerja Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, di ruang rapat Bupati Manggarai Barat pada Selasa, 15 Juli 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk studi tiru pengelolaan pariwisata berkelanjutan, khususnya sistem pengelolaan pungutan pariwisata satu pintu yang telah sukses diterapkan di Labuan Bajo.

Bupati Edistasius Endi menjelaskan upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.

Salah satunya adalah penerapan pajak jasa akomodasi perhotelan dan pajak makan minum di atas kapal wisata.

Menurutnya, meskipun undang-undang pariwisata tidak secara implisit mendesain kebijakan pajak hotel dan restoran untuk kapal wisata, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

“Sektor unggulan kami yaitu sektor maritim, khususnya pariwisata di Laut, kalau mengacu pada undang – undang pariwisata, kapal wisata itu kapal yang menyelenggarakan kegiatan untuk menikmati perjalanan sementara realnya kapal – kapal itu sudah berubah fungsi, dia sudah menjalankan fungsi akomodasi, ada hotel dan restaurant. Di undang undang No 1 (tahun 2022) tidak secara implisit mendesign kebijakan supaya mereka dikenakan yang namanya pajak hotel dan restaurant. Berbagi uapaya yg kita lakukan supaya cara pandang pemerintah pusat itu tidak boleh dilihat secara keseluruhan supaya daerah daerah yang punya keunikan seperti kita mendapatkan perlakuan yang berbeda.” ujar Bupati Edistasius.

Dengan kerja keras dan optimisme yang tinggi, Bupati Edistasius Endi berhasil menaklukkan tantangan dalam menerapkan kebijakan pungutan pajak hotel dan restoran terapung.

Melalui koordinasi lintas sektor yang efektif, ia mampu memperoleh persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

“Dengan koordinasi lintas sektor, kami akhirnya mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan dan Kemendagri. Meskipun operasional pelaksanaannya juga mendapat tantangan, syukurnya Kementerian Keuangan telah mengeluarkan surat yang membuka jalan bagi pelaksanaan kebijakan ini,” ungkap Bupati Edistasius dengan penuh rasa syukur.

Dengan tekad dan semangat yang kuat, ia terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui sektor pariwisata, menjadikan Labuan Bajo sebagai contoh bagi daerah lain dalam mengelola pariwisata berkelanjutan.

Sementara Bupati Raja Ampat Orideko I. Burdam menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah menyelesaikan peraturan terkait kebijakan penarikan pajak akomodasi hotel dan restoran terapung.

Namun, kebijakan ini belum sepenuhnya dapat dilaksanakan di lapangan. Ia berharap studi tiru ini dapat membantu Pemerintah Kabupaten Raja Ampat memaksimalkan pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

“Ada beberapa hal yang kami mau lirik lirik juga. Tadi ada disinggung Pajak dan Hotel Restauran yang berjalan, kami juga sudah mau menerapkan itu tinggal melaksanakan itu, perda dan perbupnya sudah ada, tinggal pergerakan staffnya di lapangan, ” Ujar Bupati Orideko.

Bupati Orideko I. Burdam mengamati bahwa Labuan Bajo dan Raja Ampat memiliki kesamaan dalam menjadikan pariwisata sebagai sektor penggerak utama ekonomi.

Namun, ia juga menyadari bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam kemajuan antara kedua destinasi wisata ini.

Karena itu, melalui studi tiru ini, Bupati Orideko bertekad untuk memaksimalkan pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat, sehingga dapat meningkatkan roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan tekad dan semangat yang kuat, ia berharap dapat mengubah wajah pariwisata Raja Ampat menjadi lebih baik dan berkelanjutan.

“Contoh Labuan Bajo dan Raja Ampat ini kan daerah wisata tapi kenapa kami maju ditempat, coba kita cari kendala apa, coba belajar di Labuan Bajo yang boleh dibilang sama satu umur usianya tapi mengalami kemajuan dibanding kita,” sebutnya.

Dalam pertemuan itu, kedua bupati sepakat bahwa Labuan Bajo dan Raja Ampat memiliki kesamaan dalam menjadikan pariwisata sebagai sektor penggerak utama ekonomi. Oleh karena itu, studi tiru ini diharapkan dapat membantu Raja Ampat menemukan solusi untuk meningkatkan kemajuan pariwisata mereka.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh pejabat-pejabat terkait dari kedua kabupaten, termasuk Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan, dan Kabag Hukum. Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan dapat terjalin kolaborasi yang lebih erat antara Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam mengembangkan sektor pariwisata.(BFT/LBJ/Yoflan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *