Peringati Hut RI ke-81 Tahun 2026, SMA Negeri 4 Gelar Apel Bendera

Caption: Kepala SMA Negeri 4 Denpasar, I Made Sudana, S.Pd.,M.Pd. foto: Donny Parera, BFTNews.

BERITAFAJARTIMUR.COM (DENPASAR)
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81 pada Senin 17 Agustus 2026, Civitas SMA Negeri 4 Denpasar menggelar upacara Bendera yang dipimpin Kepala Sekolah, I Made Sudana, S.Pd.,M.Pd., dan dihadiri para Wakil Kepala Sekolah, para Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta siswa/siswi Foursma. Uapacara Bendera ini dilaksanakan di halaman depan sekolah setempat.

Kepala SMA Negeri 4 Denpasar, I Made Sudana, S.Pd.,M.Pd., ditemui seusai upacara menjelaskan,” Untuk mengisi acara dan memeriahkan HUT RI yang ke-81, SMA Negeri 4 Denpasar sudah meluangkan waktu 2 Hari, yaitu tanggal 13 dan 14 untuk melakukan lomba-lomba olahraga gembira. Kemudian, ada lomba yang disediakan untuk para guru dan pegawai, yang pada intinya, kita turut merayakan Ulang Tahun Indonesia yang ke-81 tahun 2026 ini dengan cara melaksanakan olahraga gembira,” tuturnya.

Olahraga gembira yang dimaksud I Made Sudana tiada lain berupa: Olahraga tarik tambang, makan kerupuk, dan lain sebagainya.

Menurut I Made Sudana, dalam mengisi kemerdekaan bagi generasi sekarang khususnya bagi anak-anak Foursma, sebutan populer bagi SMA Negeri 4 Denpasar, tentunya sangat berbeda ketika para pejuang kemerdekaan terdahulu, lantaran anak-anak zaman now lebih memfokuskan diri pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

“Khusus anak-anak SMA Negeri 4 Denpasar, kita sudah sering menyampaikan bahwa kalau semisalnya, para pahlawan dulu dengan jasanya untuk kemerdekaan, generasi sekarang adalah untuk mengisi kemerdekaan, berjuang dalam hal ini adalah bagaimana siswa itu belajar yang baik agar mengharumkan nama sekolah, orang tua, dan diri sendiri. Karena saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan belajar sungguh-sungguh di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas I Made Sudana.

Sebagaimana diketahui, SMA Negeri 4 Denpasar dinobatkan Sekolah Penggerak sejak tahun 2022. Karenanya, sebagai Sekolah Penggerak, haruslah menguasai teknologi. “SMA 4 adalah sekolah penggerak. Apa yang dilakukan sebagai sekolah penggerak, basic-nya adalah penguasan IT. Jadi, kita adalah sekolah model bagi sekolah-sekolah lain. Dan, salah satu persyaratan dalam pelaksanaan sebagai sekolah penggerak, itu harus didukung oleh kompetensi program model itu semuanya menggunakan digitalisasi,” ucapnya.

Ditambahkan,” Sekolah model ini pun memiliki persyaratan-persyaratan Kemendikbud Pusat, di antaranya, Kepala Sekolah pernah mengikuti PM (Pembelajaran Mendalam), kemudian mengikuti KKA (Koding Kecerdasan Artifisial). Itu syaratnya. Kemudian, nilai raport biru, semua tidak ada yang merah. Setelah kita usulkan Kemendikdasmen, kemudian SMA 4 Denpasar juara. Beda kalau dulu, kalau sekolahnya bergerak, kepala sekolahnya ditest, tetapi kalau sekarang diminta persyaratan kemudian didukung oleh kualitas sekolah tentu dipercaya untuk melaksanakan PM dan KKA,” ungkapnya.(Donny Parera)

Pos terkait