DENPASAR, Berita Fajar Timur.com Agustinus Roi Dolf Jordi (15) bocah kelas VI Sekolah Luar Biasa Negeri Komodo ( SLBN) Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT saat ini sedang mempromosikan karya lukisannya di Bali.
Bocah yang akrab disapa Roi ini anak kedua dari empat bersaudara. Ayahnya Leonardus Limit yang bekerja sebagai pegawai kontrak di Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat dan ibu Kata Rina Iman sebagai ibu rumah tangga biasa ini mengaku bangga dengan talenta yang dimiliki putranya. “Ini merupakan karya Tuhan yang sungguh luar biasa. Karena ditengah keterbatasannya Roi bisa menemukan talenta atau bakat yang luar biasa yang diluar dugaan saya,” ujar Leo pada. Sabtu (24/3/2018) di Denpasar saat mendampingi Putranya.
Ayah Roi mengaku jika dari keturunannya tidak ada yang berprofesi sebagai pelukis. “Hanya Roi yang bisa melukis. Nenek moyang kami tidak ada yang punya bakat seperti ini,” ujar ayah Roi.
Roi yang mengalami tuna rungu ini mewakili Nusa Tenggara Timur dalam pameran lukisan dan atraksi seni melukis yang diselenggarakan oleh Sunrise Interprise yang didukung Segara The Seaside Bar & Restaurant yang digelar selama dua hari (22-25/3) di Bali.
Roi mulai gemar melukis sejak usia lima tahun. Boca asal kampung Pampa, Desa Tiwu Riwung, Kec. Mbeliling Manggarai Barat ini sudah membuat banyak lukisan. Dari sekian lukisan karyanya, ada 1 lukisan yang sudah dibeli oleh Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula. Lukisan tersebut merupakan lukisan potret diri Bupati dan Wakil Bupati Marie Geong.
Berbagai macam hasil karyanya seperti lukisan Pulau Padar, Komodo, Wae Rebo, Tarian Caci Manggarai, dan berbagai lukisan lain. Selama di Bali, Roi didampingi sang ayah dan guru pembimbingnya, Mateus Sakeus.
Melihat bakat Roi yang sungguh luar biasa Leo ayah Roi mengaku senang dengan kegiatan yang digelar. Menurutnya, kegiatan ini sebagai bentuk dukungan dari pemerintah untuk mensuport karya Roi. Rio





