Beritafajartimur.com (Manggarai Barat) – Genap satu tahun berdiri, Komando Distrik Militer (Kodim) 1630/Manggarai Barat langsung mendapat ujian di lapangan. Gempa Flores yang mengguncang wilayah tersebut menjadi salah satu momentum yang menguji kesiapsiagaan satuan militer yang baru seumur jagung itu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat menilai kehadiran Kodim 1630 memiliki peran penting, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana.
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, secara khusus menyoroti gerak cepat personel Kodim 1630 saat gempa melanda Flores. Menurutnya, prajurit tidak menunggu instruksi untuk bergerak membantu masyarakat.
“Yang paling luar biasa ketika wilayah kita, Flores, itu dilanda gempa. Tanpa diminta, teman-teman Kodim secara aktif berpartisipasi bersama pemerintah daerah,” kata Weng saat menghadiri peringatan HUT ke-1 Kodim 1630/Manggarai Barat, Sabtu (19/9/2026) pagi.

Weng mengatakan personel Kodim 1630 langsung turun mengecek kondisi masyarakat di sejumlah lokasi terdampak. Mereka juga ikut mendistribusikan logistik serta membantu mengoordinasikan bantuan dari pemerintah pusat yang sempat tertahan di bandara.
Upaya menjangkau masyarakat terdampak, kata Weng, tidak selalu berlangsung mudah. Dalam kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi, prajurit bersama personel Polri dan Pangkalan TNI AL (Lanal) tetap bergerak menuju wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan.
“Waktu itu, tanggal 18, dalam situasi gelombang yang cukup besar. Tapi saya lihat teman-teman ini tidak kalah semangatnya,” ujarnya.
Bagi Weng, keberanian personel menghadapi kondisi tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Kodim 1630 tidak sebatas struktur organisasi baru di Manggarai Barat. Satuan tersebut, kata dia, telah menunjukkan peran langsung dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana.
“Itu karena mau menunjukkan bahwa Kodim hadir untuk pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya di Manggarai Barat,” katanya.
Lahir di Tengah Pesatnya Perkembangan Manggarai Barat
Kodim 1630/Manggarai Barat resmi berdiri dan diresmikan pada 19 September 2025. Kehadirannya tidak terlepas dari perkembangan strategis Manggarai Barat dalam beberapa tahun terakhir.
Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat Letnan Kolonel Infanteri Budiman Manurung mengatakan pembentukan Kodim merupakan bagian dari kebutuhan pengamanan dan koordinasi di wilayah yang semakin berkembang.
Manggarai Barat dalam beberapa tahun terakhir menjadi lokasi berbagai agenda berskala nasional hingga internasional, termasuk G20 dan KTT ASEAN.
“Itulah yang mendasari akhirnya harus ada satuan setingkat Kodim dihadirkan di tempat ini,” kata Budiman.
Pembangunan Markas Kodim (Makodim) 1630 juga mendapat dukungan dari Pemkab Manggarai Barat. Lahan yang digunakan untuk pembangunan markas tersebut merupakan tanah hibah dari pemerintah daerah.
Kini, tepat satu tahun setelah diresmikan, Budiman mengibaratkan Kodim 1630 seperti bayi yang baru belajar berjalan. Masih banyak hal yang harus dibenahi dan dipelajari, khususnya dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
“Banyak hal yang harus kami pelajari dan tata, terutama dalam hal pengabdian,” ujarnya.
TNI-Polri dan Pemda Harus Beriringan
Budiman menegaskan keberadaan Kodim 1630 tidak dimaksudkan untuk berjalan sendiri. Pelaksanaan tugas di daerah, menurutnya, membutuhkan koordinasi erat dengan pemerintah daerah dan institusi lainnya.
Ia menyebut sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sekaligus membantu penanganan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
“Tugas dan kehadiran kami di wilayah ini satu tujuan: membantu tugas pokok pemerintah daerah. Tidak boleh kita tidak beriringan,” pungkasnya.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)





