BERITAFAJARTIMUR.COM (Labuan Bajo) Suasana semarak menyelimuti Gedung Olah Raga (GOR) Ora Flobamora, Komodo pada Sabtu 10 Mei 2025, dalam pembukaan “Turnamen Futsal Wejang Asi Cup 2025”. Pembukaan turnamen futsal tersebut ditandai dengan tendangan pertama yang dilakukan oleh Kepala Dinas PKO Manggarai Barat.
Turnamen ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan 30 tim futsal dari berbagai klub se-Kota Labuan Bajo dan sekitarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas PKO Manggarai Barat, Yohanes Hani, Ketua ASKAB PSSI Manggarai Barat Marianus Yono Jehanu, para Sponsor dan perwakilan dari masing-masing klub.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas PKO Mabar Yohanes Hani menyampaikan bahwa turnamen Futsal sebagai salah satu cabang olah raga yang menujukkan sportifitas juga merupakan sebuah ajang kreativitas bagi anak-anak muda yang terlibat.
Oleh karena itu, meski sejumlah uang yang dirah, dan piala yang diperebutkan bersama dalam turnamen ini, namun hal yang lebih penting bagi mantan Dosen FKIP Bahasa Indonesia itu adalah mengedepankan sportifitas dan menghargai satu sama lain serta nilai persahabatan sebagai satu generasi.
“Mengapa saya mengatakan mengedepankan sporitifias? Kalau kita mengedepan juara, mengedepankan Piala, maka segala hal mesti dilakukan. Tetapi, kalau kita mengedepankan persahabatan, juara itu kemudian,” ungkapnya.
“Jadi saya merasa sudah tepat untuk tidak terlalu fokus pada hadiah semata, tetapi lebih kepada kebersamaan dan kolaborasi dalam semangat kekeluargaan,” sambungnya.
Karena itu, dirinya mengingatkan kepada para pemain agar turnamen Futsal Wejang Asi Cup 2025 tahun ini berjalan lancar tanpa ada keributan.
“Sebagai kepala Dinas, saya tidak ingin ada keributan dalam turnamen ini” tegasnya.
Sementara itu, ketua Panitia Turnamen Futsal Wejang Asi Cup 2025, Jimmy Mammi mengungkapkan bahwa tujuan utama turnamen ini adalah mempererat silaturahmi, memotivasi generasi muda dan mencari bibit atlet futsal berbakat.
Jimmiy menjelaskan, selain memotivas anak muda turnamen Futsal ini sebagai upaya menghindari kegiatan negatif bagi anak muda seperti mengonsumsi minuman keras, mabuk-mabukan dan hal negatifi lainnya.
Dengan adanya turnamen ini, mengalihkan kebiasaan negatif generasi muda zaman sekarang yang gemar mabuk-mabukan kepada hal yang positif yakni dengan berolahraga.
“Di Labuan Bajo sekarang ini banyak kegiatan, ada kegiatan yang sifatnya positif dan ada yang negatif. Kegiatan negatif selalu nampak dalam diri generasi muda seperti minum dan mabuk mabukan, begadang sampai malam malam. Maka dengan adanya kegiatan turnamen Wejang Asi ini, anak muda lebih pro aktif dan lebih fokus pada olahraga.
Menurut dia, Labuan Bajo ini pintu masuknya sangat besar dan ancaman peredaran narkoba juga menjadi tantangan yang terberat.
Mencegah peredaran narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, dan penegak hukum. Akan tetapi menjadi tanggung jawab semua, para orangtua, dan semua elemen masyarakat.
“Pertandingan futsal dapat menjadi contoh bagi warga yang lainnya, agar memiliki inisiatif dan cara tersendiri dalam kegiatan positif, untuk mengalihkan kebiasaan negatif mengkonsumsi narkoba pada masyarakat, terutama sekali kepada generasi muda”, tutupnya.(BFT/LBJ/Yoflan)





