BERITAFAJARTIMUR.COM (Labuan Bajo) Sekitar pukul 11.00 Wita, Masyarakat Labuan Bajo terpantau memadati Bandara Udara Komodo pada Senin 3 Maret 2025. Antusiasme itu terjadi demi menyambut kedatangan Bupati Edi Endi dan Wakil Bupati, dr. Weng yang kembali ke Labuan Bajo.
Sebelumnya, kedua Putera Terbaik Manggarai Barat itu mengikuti retreat Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di Akademi Militer yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri hingga 28 Februari 2025.
Setelah itu, Edi dan Weng berangkat ke Kupang, Ibukota Provinsi NTT untuk mengikuti pelantikan Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Barat.
Bupati Edi dan Wakil Bupati, dr Weng sendiri dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Presiden pada 20 Februari 2025 lalu.
Setibanya di Kota Super Premium, petahana itu di arak keliling Labuan Bajo oleh massa dan para simpatisan sebelum akhirnya tiba di Rumah Jabatan.
Dalam tatap muka di Rumah Jabatan, Bupati Edi Endi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang dengan caranya masing-masing.
Menurutnya, moment pelantikan yang barusan terjadi harus dilihat sebagai awal untuk membangun Kabupaten Manggarai Barat 5 tahun ke depan.
“Pelantikan bukan puncak dari seluruh rangkaian perjuangan, tetapi itu meletakan dasar, mau dibawa ke mana Kabupaten yang kita cintai ini,” katanya.
Edi-Weng sangat mengharapakan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Manggarai Barat.
Sebab itu, kepada masyarakat ia mengajak agar kembali merajut tali persaudaraan yang selama ini sempat luntur gegara pesta demokrasi.
“Karena sejak dilantik, Edi dan Weng adalah Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat. Kita akhiri seluruh perbedaan, karena rakyat sedang menanti dan menunggu persembahan terbaik yang dilakukan oleh Edi dan Weng” katanya.
“Saya dan Kaka Weng hanya dirigen, merdu dan tidak suara yang dilantunkan bukan tergantung pada seorang dirigen, tetapi itu tergantung dari Bapak Ibu semua,” tambah politisi Partai NasDem itu.
Bupati Edi juga berpesan khusus kepada jajaran birokrasi lingkup pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Barat. Selain itu, pesan yang sama ia utarakan kepada pimpinan partai politik dan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat.
“Tidak bisa dipungkiri dalam proses pesta demokrasi ada perbedaan, mari kita akhiri. Begitu juga kepada seluruh pimpinan partai politik dan juga teman-teman DPRD, di hari kemarin ada perbedaan dan itulah hakekat demokrasi,” ungkapnya.
Menurutnya, harapan dan cita-cita membangun Manggarai Barat ke arah yang lebih baik hanya bisa terwujud dalam bingkai kebersamaan, persatuan dan kesatuan.
“Kita akhiri itu (semua perbedaan), kita bersama-sama dan bekerja sama untuk mewujudkan mimpi kita bersama, mimpi pendiri kabupaten ini, yakni Kabupaten yang maju dan rakyatnya sejahtera,” ujar dia.
Tak lupa, Edi-Weng juga menyampaikan permohonan maaf, atas tutur kata, sikap dan tingkah laku dalam seluruh rangkaian proses yang tidak berkenan.
“Dari hati yang tulus kami menyampaikan permohonan maaf,” tutup dia.(BFT/LBJ/Yoflan)





