Wujud Peduli Tanah Kelahiran, CA OTOR Salurkan Sembako untuk Penyintas Gempa di Golo Pari

BERITAFAJARTIMUR.COM (LABUAN BAJO) Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur terus mengalir.

Keluarga Besar CA OTOR Labuan Bajo menyalurkan bantuan sembako kepada puluhan warga penyintas gempa di Desa Golo Pari, Kecamatan Congkar, Kamis (20/8/2026).

Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian warga asal Golo Pari yang kini merantau di berbagai daerah terhadap keluarga dan masyarakat di kampung halaman yang terdampak bencana.

Paket bantuan logistik yang disalurkan terdiri atas beras, mi instan, minyak goreng, air minum kemasan, serta sejumlah kebutuhan sehari-hari lainnya.

Bantuan dihimpun secara swadaya melalui sumbangan sukarela warga asal Golo Pari yang berada di Labuan Bajo, Kalimantan, Malaysia, dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Penggalangan dana dilakukan secara mandiri sebagai bentuk solidaritas dan empati kepada warga yang harus menghadapi dampak gempa serta menjalani kehidupan di tengah kondisi pengungsian.

Koordinator CA OTOR, Petrus Densi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota komunitas dan para perantau asal Golo Pari yang telah ikut menyisihkan rezekinya untuk membantu warga terdampak.

Menurut dia, bantuan tersebut bukan semata-mata soal nilai materi, tetapi merupakan bentuk ikatan dan kepedulian warga perantauan terhadap tanah kelahiran.

“Terima kasih kepada seluruh anggota CA OTOR dan para perantau asal Golo Pari yang sudah tergerak untuk berbagi. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada keluarga dan saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah di kampung halaman,” ujar Petrus.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang turut memberikan dukungan dalam aksi kemanusiaan tersebut, di antaranya La Pirate Island Flores, Mr. X, Golo Hilltop Hotel, La Casa De Maria Homestay, dan Pieter Homestay.

Dukungan berbagai pihak tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak gempa.

Sementara itu, Ketua Tim Penyaluran Bantuan, Beato Dabinti, mengapresiasi semua pihak yang terlibat sejak tahap penggalangan dana, pengadaan kebutuhan logistik hingga pendistribusian bantuan ke lokasi terdampak.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, sekaligus sedikit meringankan beban masyarakat yang masih bertahan di tempat-tempat pengungsian.

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa, khususnya masyarakat Kampung Meni,” kata Beato.

Di balik bantuan yang terus berdatangan, kondisi warga terdampak gempa di Desa Golo Pari masih membutuhkan perhatian serius.

Para pengungsi disebut tersebar di 28 titik posko pengungsian. Kondisi tersebut membuat kebutuhan logistik dan layanan dasar harus terus dipenuhi selama masa tanggap darurat.

Sejumlah kebutuhan, seperti obat-obatan, tambahan beras, serta pakaian layak pakai, masih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap penyintas gempa tidak cukup berhenti pada penyaluran bantuan awal. Bantuan secara berkelanjutan masih dibutuhkan untuk memastikan kebutuhan dasar warga selama berada di pengungsian dapat terpenuhi.

Aksi CA OTOR sekaligus memperlihatkan kuatnya solidaritas masyarakat perantauan terhadap daerah asal. Di tengah keterbatasan dan situasi bencana, kepedulian dari warga yang berada jauh dari kampung halaman menjadi salah satu kekuatan penting bagi masyarakat untuk melewati masa sulit.

Bagi warga Golo Pari yang terdampak gempa, bantuan tersebut bukan hanya berisi kebutuhan pokok.

Lebih dari itu, bantuan menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.(BFT/LBJ/RED/Yhano Servas

Pos terkait