Surabaya-Beritafajartimur.com |
Sebanyak 40 awak media yang tergabung dalam Media Partner OJK Provinsi Bali melakukan Kunjungan ke Lembaga Penjamin Simpanan(LPS) II Surabaya di Jalan Embong Malang, Pakuwon Tower Lt. 27, Surabaya pada Senin, 9 Desember 2025. Kunjungan awak media ini bersama OJK Bali untuk sharing informasi terkait peran dan fungsi LPS, serta isu-isu strategis tentang apa yang menjadi tanggung jawab lembaga ini dan sinergitasnya bersama OJK.
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristiantri Puji Rahayu dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sinergitas dan kolaboratif antara OJK dengan LPS dalam rangka penyehatan keuangan dan perbankan di seluruh Indonesia adalah untuk perlindungan konsumem (nasabah, red). “Sinergitas dan kolaborasi antara OJK dan LPS selain bertujuan untuk menyehatkan keuangan dan perbankan, juga agar para nasabah mendapatkan perlindungan maksimal simpanannya di bank,” katanya.
Dalam menjalankan tugasnya, LPS yang terkait dengan OJK harus memahami bagaimana ketika sebuah bank memiliki tingkat kesehatan yang cukup baik. “Temen-temen media harus tau dan memahami bagaimana kesehatan sebuah bank karena dia dijamin oleh LPS, kemudian tidak kalah penting bagi nasabah adalah pada saat menabung hendaknya dia harus tau maksimal dia menabung sehingga dananya bisa dijamin LPS,” urai Kristiantri Puji Rahayu.
Dalam menjalankan tugasnya, LPS yang terkait dengan OJK harus memahami bagaimana ketika sebuah bank memiliki tingkat kesehatan yang cukup baik. “Temen-temen media harus tau dan memahami bagaimana kesehatan sebuah bank bank karena dia dijamin oleh LPS, kemudian tidak kalah penting bagi nasabah adalah pada saat menabung hendaknya dia harus tau maksimal dia menabung sehingga dananya bisa dijamin LPS,” urai Kristiantri Puji Rahayu.
Lebih lanjut dijelaskan Puji Rahayu,” Bank itu kesehatannya harus dijamin, jika tidak maka dia sakit. Karena sakit, ia harus dirawat. Dan untuk beberapa kasus di Bali, di sini saya didampingi pak Ananda Moy selaku Direktur Pengawasan Sosial OJK Bali. Makanya, dalam hal bank yang tidak sehat di Bali, kita lakukan semisal orang yang terindikasi kolesterol ya kita harus cek kesehatannya di Prodia untuk memperoleh kepastian terkait penyakit kolesterolnya. Karenanya, kehadiran kita di pagi hari ini di LPS di Surabaya ini untuk bersinergi mewujudkan stabilitas sistem keuangan yang kontributif dan induktif dan mudah-mudahan pagi hari ini yang agak mendung tapi saya yakin hati kita tidak menurun karena kita disambut dengan hangat sehingga nanti teman-teman pulang menulis mengenai apa hubungan OJK dengan LPS dan peran LPS dalam hal memastikan keyakinan yang memadai dalam hal apa kita mendorong juga apa peran perbankan di Indonesia bagi pertumbuhan ekonomi. Dan kalau tidak bisa sehat tentu kita cabut izinnya,” pungkas Kristiantri Puji Rahayu.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya didampingi Shabrina Kirgizia Hanum, Sub Manager Kantor Perwakilan LPS II Surabaya dalam paparannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan OJK Bali dan teman-teman media dari Bali. Ia menuturkan peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi terkait lembaga yang dipimpinnya bekerjasama dengan OJK. “Sinergi antara OJK bersama LPS ibarat kakak adik. Karena bersinergi dalam mengantisipasi saat krisis lembaga keuangan dan perbankan, serta stabilitas yang mencakup giro, deposito tabungan dan simpanan,” ungkapnya.
Terkait peran media dikatakan Bambang sangat strategis sebagai corong bagi dua lembaga pengawas perbankan ini. “Kami memberi apresiasi tinggi kepada teman-teman media. Jadi ini menunjukkan bahwa ruangan dan peran teman-teman media ini sangat strategis ketika saya mengunjungi NTB, Sumatera, Kalimantan yakni di Pontianak dan Kalimantan Timur. Kami harapkan dukungan teman-teman dalam mengedukas8 masyarakat,” katanya.(Donny Parera)





