Faktor Alam Dan Alih Fungsi Lahan di Hulu Penyebab Tersendatnya Aliran Air Ke Pelanggan PDAM

Beritafajartimur.com (Denpasar-Bali)
Keluhan ibu Ni Made Budiningsih yang disampaikan lewat Grup FB Info Denpasar kemarin, Kamis (17/11) pukul 17.34 wita tentang macetnya pasokan Air Minum dari PDAM Kota Denpasar ditanggapi serius pihak manajemen PDAM. Selain mengatasi persoalan yang menjadi penyebab utama terganggunya pasokan air minum ke pelanggan, Perumda Air Minum Tirtha Sewaka Dharma Kota Denpasar berupaya menyediakan air bersih lewat mobil tangki. “Meski tidak semua terjangkau pasokan air pakai mobil tangki karena keterbatasan kami di PDAM, tapi kami sudah berusaha untuk memberi servis yang baik kepada konsumen,” ujar Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Munum Sewaka Dharma Kota Denpasar, Satya Graha mewakili Dirut PDAM, Dirtek dan Dirum, Jumat (18/12/2020) di kantor setempat.

Ia katakan bahwa,” keluhan dan komplin masyarakat atas pelayanan PDAM sah-sah saja karena memang itu hak mereka selaku pelanggan. Dan kami berupaya keras untuk memenuhi keinginan mereka. Hanya perlu masyarakat ketahui bahwa secara teknis pasokan air akan selalu lancar apabila tidak ada gangguan alam seperti musim hujan yang membawa sedimen berupa lumpur dan pasir lewat aliran sungai ke bak pemrosesan air minum. Seperti kejadian beberapa hari lalu itu di pengolahan air kita di Blusung yang bersumber dari Sungai Ayung yang digenangi lumpur dan pasir mengakibatkan terganggunya pasokan air bersih ke kawasan Denpasar Barat, Utara dan Timur. Nah kalau sudah begini kita harus bersihkan dulu lumpur dan pasirnya. Setelah itu beres ya air tidak serta merta mengalir seperti sistem kerja listrik yang cepat bisa dialirkan arusnya melalui kabel. Sedangkan air beda karena ada kaitannya dengan gravitasi dan tinggi rendahnya suatu kawasan yang dialiri air. Terutama pasokan air ke tempat yang lebih tinggi dari sumber. Sekalipun sudah normal tapi jika dialirkan ke tempat tinggi itu membutuhkan waktu. Air juga tidak bisa mengalir apabila di dalam pipa masih banyak udara yang padat. Maka kita harus buka pipa dulu untuk menyedot udara dalamnya agar air bisa mengalir lancar,” papar Satya Graha, menjelaskan secara teknis proses mengalirnya air dan kendala-kendalanya.

Untuk diketahui pasokan air minum di IPA Blusung dan Waribang mencakup 35% dari total kebutuhan air masyarakat Kota Denpasar sehingga pada saat terjadi masalah sedimentasi beberapa hari lalu wilayah yang terdampak cukup luas. Namun PDAM sudah bisa mengatasinya. Dimana, saat ini menurut Satya Graha, pasokan Air Minum PDAM sudah normal,” Sudah berada di level normal 450 cm ketinggian reservoir. Walaupun demikian untuk wilayah tinggi seperti kawasan Jalan Gunung Catur masih butuh satu dua hari lagi air bisa mengalir seperti sebelumnya. Dengan demikian kami dari PDAM meminta masyarakat agar maklum dengan kondisi ini,” jelasnya.

Kondisi sedimentasi menurut Satya Graha tidak terlepas dari alih fungsi lahan di hulu. Sehingga ketika hujan turun material pasir dan lumpur tidak ada peresapan dan terus hanyut lewat aliran sungai yang deras dan masuk ke IPA Blusung. Problem seperti ini kedepan akan muncul terus jika di hulu alih fungsi lahan terus berlangsung. “Kecuali ada kemauan masyarakat agar di kawasan hulu dijadikan daerah peresapan,” tutupnya. (BFT/DPS/Donny MP. Parera)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *