BERITAFAJARTIMUR.COM (LABUAN BAJO) Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat tidak hanya diisi dengan seremoni politik. Di Kabupaten Manggarai Barat, momentum seperempat abad perjalanan partai berlambang bintang mercy itu diwujudkan melalui aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Mengusung tema “Membangun Ekonomi Indonesia Asri”, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Manggarai Barat menggelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri dengan melakukan aksi bersih pantai serta penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Jumat, (7/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh unsur Partai Demokrat, mulai dari pengurus DPC, Pengurus Anak Cabang (PAC), Srikandi
Demokrat, kader hingga para simpatisan. Aksi ini menjadi simbol bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan, terlebih Manggarai Barat yang dikenal sebagai pintu gerbang pariwisata super prioritas Indonesia.
Ketua DPC Partai Demokrat Manggarai Barat, Rikardus Jani, mengatakan peringatan HUT Demokrat tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
“Kita bersyukur kepada Tuhan karena Partai Demokrat memiliki salah satu kader terbaik bangsa, Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, yang pernah memimpin negeri ini. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang selama ini memberikan kepercayaan kepada Partai Demokrat,” ujar Rikardus.
Menurutnya, rasa syukur tersebut tidak cukup diwujudkan melalui seremoni, tetapi harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Salah satu bentuk pengabdian itu, lanjut Rikardus, adalah melaksanakan Gerakan Indonesia Asri melalui penanaman mangrove di kawasan wisata pesisir Warloka.
“Kami memilih Warloka karena merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi luar biasa. Penanaman mangrove ini menjadi bentuk kepedulian dan kecintaan kami terhadap lingkungan sekaligus terhadap masa depan pariwisata Labuan Bajo,” katanya.
Ia berharap gerakan tersebut mampu menjadi contoh bagi masyarakat sekaligus mengajak seluruh elemen, baik pemerintah maupun warga, untuk bersama-sama menjaga kawasan pesisir.
“Harapan kami, pemerintah dan masyarakat dapat bergandengan tangan menjaga lingkungan. Ini adalah aksi nyata yang ingin kami tunjukkan, bahwa partai politik tidak hanya hadir dalam momentum politik, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan pelestarian alam,” ujarnya.
Tidak berhenti pada aksi lingkungan, rangkaian HUT Demokrat juga diisi dengan kegiatan kemanusiaan. Setelah membersihkan kawasan Pantai Pede, Demokrat Manggarai Barat dijadwalkan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di sebuah pondok pesantren dekat Bandara Komodo serta di Panti Asuhan Binongko.
“Kami ingin kehadiran Partai Demokrat benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan,” tambah Rikardus.
Pemerintah Desa Warloka menyambut baik aksi yang dilakukan Partai Demokrat. Sekretaris Desa Warloka, Ahmad, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena mendukung pelestarian kawasan wisata sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami menyampaikan terima kasih karena kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung sektor pariwisata. Lingkungan yang bersih dan mangrove yang terjaga tentu akan memberikan manfaat besar bagi desa kami,” ujarnya.
Namun demikian, Ahmad berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.
“Harapan kami, program seperti ini jangan hanya sekali. Sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dengan tahapan-tahapan yang jelas, termasuk penambahan bibit mangrove sehingga manfaatnya semakin besar,” katanya.
Ia mengungkapkan Pemerintah Desa Warloka sebenarnya telah memiliki program rehabilitasi mangrove dan pengelolaan kebersihan kawasan pesisir yang selama ini terus dijalankan bersama masyarakat.
Menurut Ahmad, upaya menjaga kebersihan menjadi prioritas karena kebersihan merupakan wajah utama sebuah destinasi wisata.
“Kami terus mengingatkan masyarakat pesisir agar menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan kepada para pengunjung dari luar desa juga kami imbau untuk membuang sampah pada tempatnya. Keindahan suatu wilayah sangat ditentukan oleh kebersihannya,” jelasnya.
Terkait kondisi mangrove, Ahmad memastikan tidak pernah terjadi perusakan oleh masyarakat setempat. Penanaman yang dilakukan lebih diarahkan sebagai bentuk kepedulian dan langkah konservasi yang melibatkan pemerintah desa bersama berbagai pihak.
“Selama ini tidak ada perusakan mangrove oleh masyarakat. Penanaman ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk memperkuat ekosistem pesisir,” katanya.
Keberadaan hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat penting bagi kawasan pesisir Manggarai Barat. Selain melindungi garis pantai dari abrasi, mangrove menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap emisi karbon, serta mendukung keberlanjutan sektor perikanan dan pariwisata.
Karena itu, gerakan penanaman mangrove dan aksi bersih pantai yang dilakukan dalam rangka HUT ke-25 Partai Demokrat dinilai bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi menjadi pesan bahwa pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan.
Di tengah pesatnya perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, organisasi, hingga partai politik dalam menjaga kelestarian lingkungan menjadi modal penting agar keindahan alam Manggarai Barat tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)











