Kapal Kutilang 5005 Milik Mabes Polri Antar Pakaian Layak Pakai dan Tempat Tidur untuk Pengungsi Lewotobi

BERITAFAJARTIMUR.COM (Labuan Bajo-Mabar) – Kapal Kutilang 5005 milik Polairud Mabes Polri yang beroperasi di wilayah perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat mengantar pakaian bekas layak pakai dan tempat tidur untuk diberikan kepada masyarakat pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di kabupaten Flores Timur, NTT.

“Kami dari Kepolisian Republik Indonesia dan mewakili masyarkat Manggarai Barat dengan ketulusan hati memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki,” ungkap Kapten Ilvan T, dalam vidio yang diterima media ini.

Kapten Ilvan mengatakan logistik yang diangkut Kapal Kutilang 5005 berasal dari bantuan masyarakat Labuan Bajo, pihak swasta termasuk Pemda Manggarai Barat.

“Kapal sudah tiba di Larantuka. Barang barang yang kita bawa dikumpulkan di Polres Larantuka kemudian didistribusikan ke tiga pos yang dijadikan sebagai tempat pengungsian warga,” ungkap Kapten Ilvan T.

Selain pakaian bekas Layak Pakai dan tempat tidur, bantuan yang diangkut Kapal Kutilang 5005  juga terdiri atas sembako, alat mandi, popok bayi dan obat-obatan.

“Kami juga membawakan, alat mandi, obat-obatan, popok bayi dan sembako untuk diberikan kepada masyarakat pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki,” kata Kapten Ilvan.

Sementara itu, Silvestar Le, salah satu dari ratusan korban Erupsi Gunung Lewotobi menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari masyarakat Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Saya Silvester Le, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan kepedulian masyarakat Labuan Bajo bersama jajaran Kepolisian setempat atas bantuannya berupa logistik. Sekali lagi terima kasih dari kami untuk masyarakat Manggarai Barat,” ungkap Silvester dengan nada keluh.

Kapal Polisi Kutilang 5005 tiba di Larantuka Flores Timur Rabu (13/11/2024). Pendistribusian logistik dilakukan Jumat 15/11/2024. Kapal tersebut diperintahkan untuk mengangkut bantuan kemanusiaan ke Larantukan, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.(BFT/LBJ/Yoflan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *