LABUAN BAJO-BERITAFAJARTIMUR.COM,-Suasana penuh sukacita menyelimuti umat Katolik Keuskupan Labuan Bajo menjelang peristiwa bersejarah, yakni penahbisan imam baru, Romo Yohan Sudir, Pr. Ia merupakan alumnus SMK Stella Maris Labuan Bajo, jurusan Teknik Otomotif, yang kini akan mengabdikan hidupnya sepenuhnya untuk Gereja.
Penahbisan RD (Romo Deus) Yohan Sudir dijadwalkan berlangsung Jumat (24/10/2025) besok dan menjadi momen istimewa, tidak hanya bagi keluarga besar SMK Stella Maris, tetapi juga bagi seluruh umat Katolik di Keuskupan Labuan Bajo.
Upacara sakral tersebut akan dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, Pr., di Gereja Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Yang membuat peristiwa ini semakin bersejarah, RD Sudir menjadi imam pertama yang ditahbiskan oleh Mgr. Maksimus Regus sejak beliau ditahbiskan menjadi Uskup Labuan Bajo pada tahun 2023 lalu.
Dengan demikian, perayaan ini tidak hanya menjadi tonggak pribadi bagi Romo Sudir, tetapi juga menandai babak baru dalam perjalanan pastoral keuskupan muda ini.
Romo Sudir berasal dari Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat- sebuah wilayah yang dikenal memiliki tradisi iman Katolik yang kuat dan banyak melahirkan tokoh Gereja.
Ia menempuh pendidikan menengah di SMK Stella Maris, kemudian melanjutkan formasi imamat di Seminari Tinggi Santu Paulus Ledalero ( IFTK Ledalero) hingga akhirnya menyelesaikan studi teologi dan filsafat untuk menerima tahbisan suci.
Para guru dan teman-teman semasa sekolah di SMK Stella Maris mengaku bangga atas pencapaian alumnus mereka tersebut.
“Dulu dia dikenal rajin dan rendah hati. Tak disangka, jalannya kini membawanya menjadi pelayan Tuhan,” ungkap salah seorang guru yang masih mengingat Romo Sudir sebagai siswa teladan di bidang akademik maupun sikap.
Dengan tahbisan ini, Keuskupan Labuan Bajo menambah satu lagi tenaga pastoral muda yang diharapkan dapat memperkuat pelayanan Gereja di wilayah barat Flores.
Bagi umat Katolik di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Manggarai Barat, perjalanan hidup Romo Yohan Sudir menjadi inspirasi bahwa panggilan suci dapat lahir dari mana saja bahkan dari bengkel kecil di sekolah teknik, menuju altar suci pelayanan bagi umat Tuhan.(BFT/LBJ/Red/Yoflan)





