BERITAFAJARTIMUR.COM (Borong-MATIM)
Bakal Calon Bupati Muda Manggarai Timur, Ferdy Hasiman berkomitmen bekerja serius untuk memanggil pulang ribuan Tenaga Harian Lepas (THL) yang telah dirumahkan pemerintah daerah Manggarai Timur beberapa tahun lalu.
“Ini harus dipikirkan serius. Serius karena Nasib dan masa depan pekerja. Pemanggilan pulang THL akan bermanfaat banyak dari sisi pendapatan dan konsumsi Masyarakat,” papar Ferdy Hasiman.
“Selain itu soal Nasib para pekerja. Ini tugas dan tanggung jawab pemimpin, bagaimana memikirkan Nasib rakyat. Pemimpin juga perlu memiliki etika dan moral dalam proses pengambilan kebijakan public. Kebijakan public bukan hanya berdasarkan rasionalitas birokratis semata, tetapi berpikir soal masa depan pekerja THL, tanggung jawab mereka terhadap keluarga dan anak. Jadi ribuan THL ini wajib diselamatkan dan dipanggil pulang, apapun caranya,” kata Ferdy Ketika bertemu warga Masyarakat di Kobok, Wae Rana, Kelurahan Ronggakoe, Selasa tanggal 12/3/2024.
Ferdi menjelaskan, dirinya sudah membuat kalkulasi anggaran untuk memanggil pulang ribuan THL yang telah dirumahkan
membutuhkan biaya gaji senilai Rp. 19 miliar per tahun.
Manggarai Timur ini, kata Ferdi memang kapasitas fiskalnya kecil, sehingga perlu hati-hati dalam mengambil kebijakan. Namun, sebagai calon pemimpin
Nasib ribuan THL ini harus menuntut tanggung jawab dan kerja keras serius agar Nasib mereka diselamatkan.
Ia menambahkan, ada banyak opsi untuk memanggil pulang THL yang mencapai ribuan itu. Salah satu opsi adalah memperkuat sisi pendapatan dan penerimaan daerah. Berharap pada retribusi dan pajak saja tak cukup untuk meningkatkan pendapatan daerah. Begitupun dengan peningkatan sektor jasa, itu belum cukup.
Untuk menggedor sisi penerimaan daerah, wajib menciptakan pusat-pusat keramaian yang membuat konsumsi dan ekosistem UMKM bisa tumbuh. Tata niaga, seperti Pelabuhan harus ditingkatkan standarnya.
“Masih banyak cara untuk meningkatkan sisi penerimaan dan nanti kita akan buka satu per satu. Saya akan mengcopy paste pengalaman-pengalaman saya di beberapa tempat untuk dicangkokkan di Matim ini agar penerimaan daerah meningkat,” papar Ferdi.
Daerah ini juga wajib mengejar Dana Insentif Daerah (DID) ke pusat. DID ini nilainya sangat besar. Caranya kita harus melakukan inovasi atau meningkatkan indeks yang terkait perencanaan, Pembangunan dan kinerja layanan di Kementerian Lembaga.
Di BAPENAS ini, banyak Kementerian Koordinator Kemaritiman juga banyak membuat indeks seperti ini. Daerah-daerah yang mengalami perkembangan pesat tentu akan mendapat dana insentif sangat besar. Masih banyak cara yang perlu diambil untuk menyelamatkan THL kita yang dirumahkan.
“Untuk memanggil pulang para THL, saya tentu tidak akan gegabah dengan cepat-cepat melakukan efisiensi di birokrasi karena Matim ini APBD kecil dan ruang fiskal terbatas. Jika mau melakukan efisiensi mungkin saja dibiayai perjalanan dinas, belanja hibah atau bansos. Itupun pasti kecil jika melihat kapasitas fiskal kita yang kecil,” ungkap Ferdy.
Pada intinya, demikian Ferdi dirinya harus bekerja keras untuk menyelamatkan Nasib para THL dan ia berkomitmen serius memanggil pulang mereka bekerja kembali karena itu akan
menguntungkan daerah dari sisi peningkatan pendapatan dan konsumsi Masyarakat. (BFT/BOR/Yoflan).





