Camat Lamba Leda Timur: Deker yang Jebol di Rende Nao Diupayakan Diperbaiki secara Swadaya

BORONG-BERITAFAJARTIMUR.COM | Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, NTT menanggapi soal kerusakan Deker yang Jebol Dusun Wuas, Desa Rende Nao.

Camat Lamba Leda Timur, Rikardus R. Yasman, saat diwawancara media ini di ruang kerjanya pada Senin (1/12/2025) mengatakan bahwa, terkait dengan Deker yang rusak parah di Kampung Wuas itu, untuk kedepannya kita berupaya untuk dikerjakan secara swadaya dan melibatkan semua elemen.

“Nanti saya akan berupaya untuk berkoordinasi dengan sejumlah pemerintah Desa di tingkat kecamatan Lamba Leda Timur supaya kerja secara Swadaya, sambil kita menunggu anggaran dari pemerintah Daerah,” katanya.

Deker ini jebol akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah setempat dan sekitarnya.

“Dengan adanya berita ini mudah-mudahan pemerintah daerah melalui Dinas terkait bisa melihat kondisi Deker ini,” katanya.

Ia juga mejelaskan bahwa, pemerintah kecamatan Lamba Leda Timur, mempunyai program, Jumat bersih dan setiap hari Jumat itu akan melaksanakan bakti sosial membersihkan lingkungan.

“Kita meminta kepada seluruh lapisan elemen masyarakat untuk memanfaatkan program ini dengan baik,” lanjutnya.

Camat Aldo berharap agar melalui pemerintah Desa di kecamatan Lamba Leda Timur, bisa menerapkan program ini supaya budaya gotong royong itu bisa meningkat dan juga jangan terlalu mengharapkan pemerintah untuk melaksanakan kebersihan lingkungan.

Tidak hanya itu, Andi, yang juga salah satu warga setempat kepada media ini mengatakan bahwa, dengan jebolnga deker tersebut akibat curah hujan yang melanda wilayah setempat dan sekitarnya, maka pihaknya responsif terhadap rencana Camat tersebut.

“Kami sangat bangga dan mendukung apa yang sudah disampaikan oleh Pa Camat Lamba Leda Timur, bahwa akan ada upaya untuk bisa dikerjakan secara swadaya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” teranya.

Andi juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa melihat kondisi Deker yang sudah rusak parah tersebut.(Reporter: Agustinus Ardi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *