Beritafajartimur.com (Denpasar-BALI)– Usai menutup pengumpulan donasi untuk membantu warga terdampak Badai Siklon Seroja di wilayah NTT, Perkumpulan Mahasiswa NTT Dwijendra University Denpasar menyerahkan Donasi tersebut kepada Rektor Dwijendra University. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,MMA.
Rektor Dwijendra University menyambut baik dan menerima langsung donasi dari penggalangan yang dilakukan oleh Perkumpulan Mahasiswa NTT Dwijendra University, yang nantinya akan dikirimkan kepada para korban bencana alam siklon tropis seroja di NTT.
Donasi yang berhasil terkumpul berupa uang sejumlah Rp. 2.680.000., (dua juta enam ratus delapan puluh ribu Rp, red) dan Barang/Materi (Pakaian Layak Pakai, Sepatu dan Perkakas Dapur) sebanyak 6 Karung besar diserahkan kepada Rektor Dwijendra University berlangsung di ruang Student Service Center (SSC) Dwijendra University pada hari Selasa, 27 April 2021.
I MadeDr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.,MMA, mengapresiasi inisiatif para mahasiswa dalam penggalangan dana dan materi yang dilakukan oleh Mahasiswa NTT yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan terhitung sejak tanggal 6 April 2021 dan resmi ditutup pada hari Selasa, 27 April 2021. Sembari mengatakan, apabila ada yang mau berdonasi baik berupa uang maupun materi silahkan menghubungi instansi terkait yang masih menerima donasi.
“Saya mengapresiasi inisiatif dan sensitivitas Mahasiswa atas kepeduliannya untuk memberikan bantuan kepada para korban Bencana di NTT. Bantuan baik berupa dana berapapun nominalnya, maupun materi, tentu sangat berguna bagi para korban bencana alam di NTT. Sehingga bisa meringankan beban yang dialami oleh saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di NTT. Semoga donasi ini nantinya dapat membantu meringankan beban mereka,” ujar Rektor Gede Sedana dalam sambutannya pada acara penyerahan bantuan oleh Perkumpulan Mahasiswa NTT Dwijendra University.
Andrianus Ahas selaku Koordinator Perkumpulan Mahasiswa NTT Dwijendra University dalam sambutannya mengatakan “Seluruh donasi yang terkumpul berasal dari para donatur sahabat terdekat dan keluarga yang berada di Bali, maupun diluar NTT, dan sistem penggalangan dana yang dilakukan yaitu melalui “phone a friend” yaitu menelepon sahabat maupun keluarga untuk menginformasikan bahwa kita melakukan aksi penggalangan dana sebagai salah satu aksi kemanusiaan. Hal ini dilakukan agar kita tetap mengindahkan peraturan dari Pemerintah yaitu dilarang berkumpul atau berkerumun. Singkatnya penggalangan dana dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.
Penggalangan donasi “phone a friend” yang selama ini dilakukan oleh Perkumpulan Mahasiswa NTT Dwijendra University sangat mendapat respon positif dan antusias dari donatur relasi terdekat. Salah satu diantaranya adalah dari Bvlgari Resort Bali, Pecatu-Badung.(BFT/DPS/Febriani N. Abor & Joao Moath).





