Gede Ngurah Ambara Putra, SH: Sekolah Swasta harus Mempunyai Keunggulan dan Ciri Khas

BERITAFAJARTIMUR.COM | Denpasar Bali – Saat ini sekolah swasta yang tutup kurang lebih 27 sekolah, tentunya sekolah tersebut harus segera diberdayakan. Dalam penerimaan siswa baru sekolah negeri diharapkan mengikuti aturan dan ketentuan yang ada.

Sekolah swasta harus mempunyai keunggulan dan ciri khas seperti dalam proses pembelajaran, sarana dan prasarananya, hingga keterampilan yang diajarkan. Selain itu, sekolah swasta harus melakukan inovasi dan memperbaiki mindset tentang sekolahnya ditengah masyarakat.

Ketua BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Provinsi Bali,
Gede Ngurah Ambara Putra, SH., kepada Beritafajartimur mengatakan, jika sekolah sudah mempunyai kelebihan dan ciri khas, tentunya sekolah swasta tersebut menjadi berkualitas, jika sekolah sudah berkualitas maka orang tua tidak akan segan menggelontorkan sejumlah uang yang besar demi proses pembelajaran anaknya.

“Sebab, besaran uang sekolah sesuai dengan proses, sarana keterampilan dan pengetahuan yang akan dimiliki siswa saat menempuh pendidikan di sekolah tersebut,” kata Gede Ngurah Ambara Putra, SH.

Untuk mempunyai kelebihan dan ciri khas, Gede Ngurah Ambara Putra, menekankan sekolah swasta harus mempunyai ide dan inovasi yang kreatif harus terus dikembangkan agar sekolah swasta bisa bersaing dengan sekolah negeri.

“Management sekolah swasta harus dapat menjelaskan kepada calon wali murid tentang bidang ilmu yang menonjol di sekolahnya, sehingga bisa membuat orang tua bangga ketika anaknya menimba ilmu di sekolah swasta,” jelas Gede Ngurah Ambara Putra.

Gede Ngurah Ambara Putra menyatakan, dengan memanfaatkan media sosial yang terus berkembang saat ini, menjadi media bagi sekolah swasta dalam membranding sekolahnya. Melalui media sosial, media cetak, media online sekolah swasta dapat menonjolkan sisi terbaik sekolahnya, seperti mengorbitkan siswa-siswinya yang berprestasi dan menjelaskan prestasi yang diraih sekolahnya.

“Ketua yayasan, kepala sekolah harus bisa memanagement semua unsur yang ada di sekolah,” urai Gede Ngurah Ambara Putra.

Lebih lanjut Gede Ngurah Ambara Putra, menyatakan, sekolah swasta harus melakukan berbagai strategi pemasaran untuk menarik minat masyarakat dalam menyekolahkan anaknya, hal ini bertujuan untuk memenuhi kuota rombongan belajar dari peserta didik baru agar terpenuhi.

Gede Ngurah Ambara Putra, menjelaskan, pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Rendahnya kualitas pendidikan menjadi penyebab dari krisisnya sumber daya manusia. Mengingat saat ini zaman semakin merambah maju, yang mana otomatis turut berpengaruh pada perkembangan ekonomi. Sehingga, sudah sepatutnya jika lapangan pekerjaan membutuhkan sumber daya manusia yang benar – benar kompeten untuk bersinergi bersama.

Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta Provinsi Bali ini menyatakan, pendidikan adalah serangkaian proses belajar yang harus dilalui oleh setiap orang untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Hasil yang nantinya dicapai adalah terciptanya sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan tuntutan pembangunan. “Di mana dirinya memiliki soft skill dan hard skill yang baik sesuai dengan apa yang diharapkan oleh lapangan pekerjaan,” jelasnya.

“Melalui pendidikan tidak hanya membekali dengan materi pelajaran dan skill saja, tetapi juga menanamkan nilai – nilai dan etika yang tidak kalah berperan penting untuk diterapkan dalam dunia kerja, terjadinya pertumbuhan ekonomi tidak hanya didukung oleh modal yang besar, tetapi juga sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta Provinsi Bali ini.

“Jadi, pendidikan tidak bisa dikesampingkan begitu saja, karena dari pendidikan pertumbuhan ekonomi bisa diwujudkan melalui sumber daya manusia yang handal,” tegas Gede Ngurah Ambara Putra.

Gede Ngurah Ambara Putra, mengatakan, pemerintah bertanggungjawab atas membimbing dan mengarahkan pendidikan anak secara tidak langsung. Pemerintah bertanggungjawab dalam bentuk penyelenggaraan pendidikan, seperti menyediakan kebutuhan dasar pendidikan yang layak, melakukan standarisasi nasional terhadap pendidikan, seperti contoh kurikulum dasar, serta membuat peraturan perundang-undangan yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal maupun nasional.

Gede Ngurah Ambara Putra, SH mengatakan bahwa, berdasarkan data pokok pendidikan Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah jumlah siswa sekolah swasta menurun hingga 28,71%, penurunan jumlah siswa sekolah swasta di Bali karena adanya beberapa faktor, salah satunya ialah kuota sekolah negeri. “Perlu pembenahan sistem penerimaan siswa agar sekolah swasta bisa tetap eksis, dimana beberapa sekolah swasta di Bali terpaksa tutup karena kekurangan murid,” kata Gede Ngurah Ambara Putra.

“Hasil investigasi yang dilakukan BMPS Bali, terdapat sejumlah sekolah negeri tidak sesuai regulasi jumlah kapasitas rombongan belajar 36,” urai Gede Ngurah Ambara Putra.

Gede Ngurah Ambara Putra menjelaskan, banyak sekolah negeri justru melanggar Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 yang telah mengatur jumlah rombongan belajar atau rombel dan peserta didik dibatasi sesuai jenjang pendidikannya, banyak sekolah swasta berkualitas tidak kalah bagus, namun jika jumlah siswanya kurang maka berdampak terhadap kesulitan biaya operasional yayasan untuk memberikan gaji guru dan tenaga honorernya.

“Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2021 di Bali menjadi evaluasi agar tidak memberikan ruang toleransi untuk penambahan Rombel (rombongan belajar, red), aturan jumlah Rombel 36 tidak boleh diutak-atik oleh siapapun, agar PPDB tahun pelajaran 2022 mengedepankan azas objektif, akuntabel, dan transparan bisa diwujudkan,” tegas Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta Provinsi Bali ini.

Gede Ngurah Ambara Putra, menjelaskan, Data Litbang BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Bali tahun 2022 yakni jumlah guru SMA Swasta terdata sebanyak 2.059 orang guru dan 5.283 orang guru di sekolah negeri, 3.040 orang guru SMK Swasta dan 3.553 orang guru SMK Negeri, tentunya hal ini harus diperhatikan oleh pemerintah. (Doni Parera/Aji Wisnu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *