Satu Bulan Mangkrak, Proyek Patching Jalan Bea Laing-Mukun Dikeluhkan Warga: Hanya Disiram Pasir, Bukan Aspal!

MANGGARAI TIMUR-BERITAFAJARTIMUR-, Pelaksanaan proyek pemeliharaan jalan provinsi segmen Bea Laing – Mbajang – Mukun di Manggarai Timur, dengan tahun anggaran 2025, menuai sorotan tajam dan kekecewaan dari masyarakat setempat.

Proyek yang dikerjakan oleh PT. Menara ini dinilai berjalan lamban dan tidak sesuai harapan, bahkan setelah berjalan lebih dari satu bulan.

Warga menyoroti minimnya progres di lapangan. Pekerjaan yang seharusnya berupa penambalan lubang (patching) dengan aspal, sejauh ini hanya dilakukan dengan cara menyiramkan material pasir di beberapa titik kerusakan.

“Kami tidak tahu, kami hanya lihat kontraktor hanya menyiramkan pasir di beberapa titik yang rusak. Yang kami harap, kami bisa tambal aspal agar jalan kami bagus,” keluh Romanus, seorang warga Nceang, Desa Golo Lalong, mewakili keresahan banyak pengguna jalan.

Aktivitas Kontraktor Dipertanyakan
Selain metode perbaikan yang hanya menggunakan pasir, pengamatan di lokasi juga menemukan beberapa kejanggalan lain yang mengindikasikan ketidakseriusan kontraktor dalam menjalankan kontrak:
Bahu Jalan Liar: Di sepanjang kawasan hutan Bangga Rangga, bahu jalan yang dipenuhi semak belukar dan pohon tidak dibersihkan atau ditebang sesuai standar pekerjaan. Area tersebut hanya terlihat seperti bekas dilindas oleh alat berat.

Tanpa Lapisan Aspal: Meskipun telah disirami pasir sebagai penutup sementara, titik-titik kerusakan tersebut belum dilapisi aspal sama sekali, meninggalkan kekhawatiran bahwa perbaikan yang dilakukan tidak akan bertahan lama.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dari instansi terkait di tingkat provinsi dan komitmen PT. Menara dalam menyelesaikan proyek pemeliharaan jalan yang vital ini tepat waktu dan sesuai spesifikasi mutu yang dijanjikan.

Warga mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Dinas Pekerjaan Umum setempat untuk segera turun tangan memonitor dan mengevaluasi kinerja PT. Menara sebelum kerusakan jalan semakin parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.(Tim)

daftar slot

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *