SMA 7 Denpasar Siap Ikuti Pembelajaran Tatap Muka Saat Pandemi Covid-19

Beritafajartimur.com (Denpasar-BALI)
Menyambut sekolah tatap muka yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional yang akan dimulai pertanggal 4 Januari 2021 ditengah situasi pandemi Coronavirus19 (Covid-19), SMA 7 Denpasar telah menyiapkan berbagai fasilitas seperti Wastafel untuk mencuci tangan, Hand Sanitizer, bahkan Face Shield gratis yang disediakan pihak sekolah.

Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Denpasar, Istri Mirah Kusuma Widiawati, menjelaskan,” Dari awal kita sudah bentuk Satgas (red, Satuan Tugas) Covid-19 SMA 7 Denpasar. Dan guru-guru yang tergabung dalam Satgas bertugas bergilir sampai sekarang. Proses itu terus berlangsung yang kami siapkan agar guru-guru menjadi penjaga gawang ketika sekolah tatap muka akan dimulai. Dan karena akan melibatkan siswa, kebetulan tadi kita sudah melantik OSIS (red, Organisasi Siswa Intra Sekolah) periode 2020-2021, dimana mereka juga nantinya menjadi penjaga gawang sebagai perpanjangan tangan guru-guru dan pegawai dalam penanganan Covid-19. Maka selanjutnya siswa anggota OSIS ini kita godok, kita beri pelatihan sebagai Satgas Covid-19 dari unsur siswa di tahun ajaran baru 2021,” paparnya.

Mengantisipasi munculnya klaster baru dampak liburan Natal dan Tahun Baru 2021, pihaknya akan berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk memulai pembelajaran tatap muka sesuai aturan pemerintah sesuai yang disebutkan di atas.

Sebagai daerah tujuan wisata, Bali pasti menjadi tujuan bagi wisatawan untuk berwisata di akhir tahun dan menyongsong tahun baru 2021. Meskipun sudah banyak yang membatalkan kedatangannya ke Bali tapi tetap saja kita khawatirkan akan adanya klaster baru Covid-19 akibat kehadiran wisatawan. “Kemungkinan adanya krumunan liburan Natal dan Tahun Baru 2021 maka dikhawatirkan akan munculnya kluster baru Covid-19, sehingga kami sebagai penanggung jawab di SMA 7 tentu mempertimbangkan berbagai kemungkinan resiko munculnya klaster natal dan tahun baru Covid-19. Karena itu, kami akan membuat evaluasi sejak tanggal 4 Januari 2021 selama satu Minggu hingga tanggal 11 Januari 2021 baru memulai pembelajaran tatap muka. Itu pun juga akan kami sesuaikan dengan edaran Disdikpora Kota Denpasar yang akan memulai pembelajaran tatap muka bulan Maret 2021. Kemudian soal PTM ini, terlebih dulu kami kirimkan form untuk diisi oleh orang tua siswa apakah mereka setuju atau tidaknya buah hatinya masuk sekolah tatap muka,” jelasnya.

Tambahnya,” jika ada orang tua siswa tidak mau anaknya masuk pembelajaran tatap muka maka pihak sekolah akan mengikuti kemauan orang tua siswa. Ini penting karena kesehatan siswa yang paling utama. Jangan sampai anak kita korbankan hanya karena mengikuti pemberlakuan sekolah tatap muka,” paparnya.

Terkait jumlah siswa yang akan mengikuti sekolah tatap muka, pihaknya masih terus melakukan evaluasi lantaran dari semua sekolah negeri yang ada di Kota Denpasar untuk setingkat SMA, yang paling banyak siswanya adalah SMA 7 Denpasar. Bahkan satu kelas berisi lebih dari 45 siswa melebihi aturan yang ditetapkan perkelasnya maksimal 36 siswa.

“Ini menjadi problem di SMA 7 Denpasar. Jika kami bagi dua sesi perkelas tentu tidak bisa. Jadi kami membagi menjadi 3 sesi. Dan hal ini pun masih kami evaluasi terus supaya guru dan siswa nyaman menjalankan tugas dengan pembagian sesi tersebut” ucapnya. (BFT/DPS/Donny Parera)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *