LABUAN BAJO-BERITAFAJARTIMUR.COM,-SMAK St. Ignatius Loyola menggelar rangkaian kegiatan perlombaan untuk memeriahkan Bulan Bahasa tahun 2025 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 24–25 Oktober 2025.
Kegiatan tahunan ini menjadi momentum bagi para siswa untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa sekaligus memperkokoh identitas budaya bangsa.
Dengan mengusung tema “Merawat Bahasa, Merajut Budaya”, sekolah berupaya menanamkan nilai pelestarian bahasa serta budaya kepada generasi muda.
Tema ini mencerminkan semangat nasionalisme yang diharapkan tumbuh di tengah arus globalisasi yang kian kuat mempengaruhi cara berpikir dan berbahasa generasi muda.
Kegiatan bulan bahasa tahun ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala SMAK St. Ignatius Loyola, Pater Vincentius Ferrer Dede, SVD, S.Fil., M.Th., M.Pd.

Dalam sambutannya, Pater Vincentius menekankan pentingnya menjadikan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kebanggaan terhadap jati diri bangsa.
Hari pertama pelaksanaan, 24 Oktober 2025, diawali dengan berbagai lomba berbahasa Inggris seperti Debate, Speech, News Reading, dan Story Telling. Kompetisi ini berlangsung dengan sangat kompetitif dan diikuti antusias oleh para siswa.
Untuk menjaga objektivitas, pihak sekolah turut menghadirkan sejumlah juri profesional yang telah berpengalaman di bidang kebahasaan.
Suasana hari pertama berlangsung meriah.
Para peserta tampil penuh percaya diri menunjukkan kemampuan berbicara dan berargumen dalam bahasa Inggris. Sorak dukungan dari teman-teman sekolah menambah semangat para peserta untuk memberikan penampilan terbaik mereka.
Sementara itu, pada hari kedua, yaitu 25 Oktober 2025, kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan bahasa Indonesia. Beragam lomba digelar, antara lain mading terbaik, monolog, cipta baca puisi, serta pidato.
Ajang ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan perasaan melalui bahasa ibu yang menjadi kebanggaan bersama.
Menambah warna perayaan, rumpun bahasa Jerman turut memeriahkan kegiatan dengan mengadakan Lomba Lieder atau lomba bernyanyi dalam bahasa Jerman.
Penampilan bernyanyi ini ditampilkan di sela-sela perlombaan bahasa Indonesia, menghadirkan suasana segar dan memperlihatkan keberagaman kemampuan berbahasa di lingkungan SMAK St. Ignatius Loyola.
Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian perlombaan berlangsung lancar dan tertib. Antusiasme peserta dan dukungan guru-guru menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan menyenangkan.
Tak hanya menjadi ajang beradu kemampuan, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat solidaritas dan kebanggaan antar siswa.
Puncak perayaan Bulan Bahasa juga dikaitkan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, sebuah momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam meneguhkan satu bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Untuk memperingati hari bersejarah tersebut, SMAK St. Ignatius Loyola menggelar upacara bendera dengan penuh khidmat.
Dalam upacara yang dihadiri seluruh warga sekolah tersebut, seluruh guru dan peserta didik mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi simbol nyata semangat persatuan dalam keberagaman serta bentuk konkret dari upaya sekolah untuk merawat budaya nasional.
Usai upacara, pihak sekolah mengumumkan hasil perlombaan Bulan Bahasa 2025. Pengumuman pemenang dimulai dari kategori bahasa Indonesia, dilanjutkan dengan bahasa Inggris, dan ditutup oleh bahasa Jerman. Sorak kegembiraan mewarnai wajah para juara yang berhasil membawa pulang penghargaan dari sekolah.
Para siswa yang meraih prestasi mendapat apresiasi langsung dari pihak sekolah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kerja keras mereka. Upacara berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, menandai berakhirnya perayaan Bulan Bahasa 2025 di SMAK St. Ignatius Loyola dengan kesan yang mendalam dan semangat untuk terus mencintai bahasa serta budaya Indonesia.(BFT/LBJ/Red/Yoflan)





