Golo Mori Sunset Run 2026 Diserbu, Kuota Ludes Sebelum Race Day

BERITAFAJARTIMUR.COM (LABUAN BAJO) Golo Mori Sunset Run (GMSR) 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu agenda sport tourism paling diminati di Nusa Tenggara Timur. Bahkan, dua pekan sebelum hari pelaksanaan pada 22 Agustus 2026, jumlah peserta telah melampaui target yang ditetapkan panitia.

Tingginya animo masyarakat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa event lari yang memadukan olahraga, keindahan alam, dan pariwisata ini semakin mendapat tempat di hati para pelari maupun wisatawan. Lebih dari 500 peserta telah memastikan diri ambil bagian dalam ajang yang akan berlangsung di kawasan The Golo Mori, Labuan Bajo.

Capaian itu diungkapkan dalam konferensi pers Golo Mori Sunset Run 2026 yang menghadirkan General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, perwakilan Komodo Runners Febria Lazuardi, perwakilan Bank NTT Roy Nalle, serta running enthusiast Etha Djemalidi, Jumat (7/8/2026).

Ajang ini merupakan kolaborasi The Golo Mori yang merupakan bagian dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), bersama Manajemen Golo Mori Convention Center, Komodo Runners, serta didukung sejumlah sponsor dan mitra strategis. Tahun ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pada 2025.

Mengusung tema #BeyondTheLimits, GMSR 2026 menghadirkan kategori Fun Run 5 Kilometer dan Fun Walk, dengan pengalaman unik berlari di tengah lanskap perbukitan, pesisir laut, dan panorama matahari terbenam yang menjadi ciri khas kawasan Golo Mori.

Kuota Terlampaui, Panitia Buka Kesempatan Terakhir

General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menjadi bukti meningkatnya minat masyarakat terhadap event sport tourism di Labuan Bajo.
Menurut dia, target awal sebanyak 500 peserta telah terlampaui bahkan sebelum race day.

“Sejak awal kami menargetkan 500 peserta dan hingga saat ini jumlah pendaftar telah melampaui target tersebut. Bahkan setelah registrasi reguler ditutup pada 31 Juli lalu, kami masih menerima banyak pertanyaan dari masyarakat yang ingin bergabung,” kata Wahyuaji.

Melihat antusiasme tersebut, panitia akhirnya membuka periode Last Call mulai 7 hingga 17 Agustus 2026 sebagai kesempatan terakhir bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar.

Pada periode ini peserta tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian perlombaan serta berpeluang memperoleh doorprize, meski tidak mendapatkan race pack. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui Tribun Booking sebagai Ticket Management Service resmi Golo Mori Sunset Run 2026.

Sport Tourism yang Menggerakkan Ekonomi Lokal

Tak hanya menjadi ajang olahraga, Golo Mori Sunset Run juga dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Perwakilan Bank NTT, Roy Nalle, mengatakan penyelenggaraan event seperti GMSR menjadi ruang bertemunya sektor pariwisata, komunitas olahraga, dan pelaku usaha lokal.

Menurut Roy, salah satu langkah positif tahun ini adalah dibukanya kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berjualan secara gratis di area penyelenggaraan.

“Kami melihat ini sebagai peluang yang mampu membuka ruang promosi sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi UMKM lokal. Bank NTT mendukung kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Keberadaan ratusan peserta dari berbagai daerah diperkirakan akan meningkatkan tingkat hunian hotel, kunjungan ke destinasi wisata, penggunaan transportasi lokal, hingga transaksi kuliner dan produk UMKM selama penyelenggaraan berlangsung.

Sensasi Berlari Menikmati Sunset Golo Mori

Bagi komunitas pelari, GMSR memiliki daya tarik yang berbeda dibanding event lari pada umumnya.

Perwakilan Komodo Runners, Febria Lazuardi, mengatakan karakter rute di kawasan Golo Mori menghadirkan tantangan tersendiri sekaligus menawarkan panorama alam yang sulit ditemukan pada event di kawasan perkotaan.

“Golo Mori memiliki karakter rute yang berbeda. Ada tantangan dari kontur kawasan, tetapi peserta akan menikmati perbukitan, laut, dan sunset dalam satu perjalanan,” ujarnya.

Sementara itu, running enthusiast asal Labuan Bajo, Etha Djemalidi, menilai GMSR bukan sekadar perlombaan mengejar catatan waktu.

Menurutnya, peserta justru diajak menikmati pengalaman menyatu dengan alam sambil berlari bersama komunitas.

“Daya tarik Golo Mori Sunset Run bukan hanya soal larinya, tetapi keseluruhan pengalaman yang didapat. Berlari sambil menikmati perbukitan, laut, dan matahari terbenam memberikan pengalaman yang berbeda,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat yang baru mulai menekuni olahraga lari agar tidak ragu mengikuti event tersebut karena konsep yang diusung lebih mengedepankan pengalaman daripada kompetisi.

Persiapan Race Day Dimatangkan

Dengan waktu pelaksanaan yang tinggal sekitar dua pekan, panitia kini memfokuskan seluruh persiapan pada aspek teknis penyelenggaraan.

Mulai dari kesiapan lintasan, sistem pengamanan, pelayanan medis, water station, fasilitas peserta, hingga berbagai aktivitas pendukung di area acara terus dimatangkan bersama seluruh pemangku kepentingan.

Wahyuaji menegaskan, pihaknya ingin memastikan setiap peserta memperoleh pengalaman berlari yang aman, nyaman, sekaligus berkesan.

“Kami ingin peserta tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga menikmati karakter Golo Mori dengan lanskap perbukitan, laut, dan sunset yang menjadi daya tarik kawasan. Kami berharap GMSR terus berkembang sebagai salah satu event sport tourism unggulan yang dinantikan setiap tahun di Labuan Bajo,” ujarnya.

Dengan kuota peserta yang telah terlampaui jauh sebelum race day, Golo Mori Sunset Run 2026 menjadi indikator semakin kuatnya posisi Labuan Bajo, khususnya kawasan Golo Mori, sebagai destinasi sport tourism nasional yang mampu memadukan olahraga, keindahan alam, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)

Pos terkait