BERITAFAJARTIMUR.COM (Gianyar)
Menyambut Pesta Perak (25 tahun) Partai Demokrat yang berlogo Mercy, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali bersama DPC Partai Demokrat Kabupaten Gianyar menggelar acara “Gerakan Langit Biru”, di Pantai Lembeng, Kecamatan Gianyar, Provinsi Bali yang dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026 dengan agenda utama bersih-bersih pantai dan pelepasan anakan penyu berusia 1 minggu sejumlah 300an. Sebelumnya, pada Sabtu, 18 Juli 2026 dan Jumat, 24 Jumat gerakan yang sama telah dilaksanakan di dua Kabupaten, masing-masing di Kabupaten Badung dilaksanakan di Lapangan Umum Kelurahan Abianbase, Kabupaten Badung berupa tanam pohon dan bersih-besih di seputar area lapangan. Dan di Kabupaten Bangli dilaksanakan di area Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bali, Provinsi Bali, di mana, kali ini juga pada upaya pelestarian lingkungan melalui aksi bersih-bersih, dan kegiatan penebaran benih ikan yang dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2026.
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri tersebut menjelang momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat se-Indonesia yang akan diperingati pada 9 September 2026 yang akan datang.
Acara pada hari ini dihadiri Ketua DPD Partai Demokrat, I Made Mudarta, S.Sos., Anggota DPR RI, Tuti Kusuma Wardhani, S.E., Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, I Komang Nova Sewi Putra, S.E., Ketua DPC Partai Demokrat, Cokorda Gde Asmara Putra Sukawati dan pengurus teras PD lainnya, serta sejumlah 250 orang kader Partai Demokrat se-Kabupaten Gianyar. Kegiatan hari ini juga diisi berbagai lomba, di antaranya lomba tarik tambang. Acara ini dihadiri tidak kurang dari 250 kader Partai Demokrat.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia ASRI sebagai bentuk dukungan Partai Demokrat terhadap Program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, mengatakan Pantai Lembeng dipilih karena memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata pantai yang masih alami. Selain menawarkan panorama pesisir yang indah, lokasinya juga berdekatan dengan kawasan wisata Sanur.
“Pantai Lembeng letaknya tidak jauh dari Sanur yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata favorit. Karena kawasan Sanur sudah cukup padat, kami berharap wisatawan juga dapat menjadikan Pantai Lembeng sebagai alternatif tujuan wisata dengan suasana yang lebih alami,” ujarnya.
Menurut Mudarta, pelepasan 300 tukik yang baru berusia enam hari bukan sekadar simbol kepedulian terhadap pelestarian ekosistem pesisir, tetapi juga memiliki makna filosofis bagi masyarakat Bali.
Ia menjelaskan, dalam kosmologi Hindu Bali dikenal konsep Bedawangnala, yakni penyu raksasa yang melambangkan keseimbangan alam semesta, perlindungan, dan keberlangsungan kehidupan. Filosofi tersebut dinilai sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan, terlebih Bali berada di kawasan cincin api yang memiliki tingkat kerawanan bencana alam.
“Tukik memiliki naluri kembali ke tempat kelahirannya setelah dewasa. Harapan kami, beberapa tahun mendatang penyu-penyu ini kembali ke Pantai Lembeng sehingga ikut menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menjadi daya tarik wisata alam,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Gianyar, Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati atau Cok Asmara, mengatakan Pantai Lembeng dipilih bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat.
Di kawasan tersebut berdiri Pura Hyang Sangkur yang diyakini telah ada sejak abad ke-8. Berdasarkan carita yang diwariskan secara turun-temurun, pura tersebut merupakan tempat persinggahan Rsi Markandeya saat melakukan perjalanan suci di Bali sebelum melanjutkan perjalanan menuju Alas Taro, bersemedi di kawasan Campuhan Wos Lanang dan Wos Wadon yang kini dikenal sebagai Pura Gunung Lebah Ubud, hingga akhirnya menanam Panca Datu di Pura Agung Besakih.
“Pantai Lembeng memiliki kekuatan sejarah dan spiritual yang patut terus dijaga. Kami berharap kawasan ini semakin berkembang sebagai destinasi wisata spiritual dan wisata alam. Begitu pula tukik yang dilepas hari ini diharapkan kembali ke pantai ini ketika dewasa sehingga ikut menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan bersih pantai dan pelepasan tukik akan terus kami laksanakan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Tri Hita Karana,” ujarnya.
Melalui Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia ASRI, Partai Demokrat berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan ekosistem pesisir, sekaligus mendukung pembangunan pariwisata Bali yang berkelanjutan.(Donny Parera)











