BERITAFAJARTIMUR.COM (Labuan Baji) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Manggarai Barat menegaskan komitmennya untuk ikut mengambil peran dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di daerah.
Komitmen itu disampaikan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Manggarai Barat, Yovita Dewi Suriany, saat membuka kegiatan perkemahan tingkat Kwarcab Manggarai Barat di Werang, Kecamatan Sano Nggoang, Rabu (12/8/2026).
Perkemahan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 tahun 2026. Peringatan tahun ini mengusung tema nasional, “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Menurut Dewi, tema tersebut tidak sekadar menjadi slogan peringatan Hari Pramuka.
Tema itu dinilai memiliki relevansi kuat dengan kondisi dan potensi Kabupaten Manggarai Barat yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan sekaligus destinasi pariwisata super prioritas di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Tema ini sangat relevan dan strategis, khususnya bagi Kabupaten Manggarai Barat yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan dan daerah penyangga pariwisata super prioritas di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata Dewi dalam sambutannya.
Pramuka Tak Sekadar Pembinaan Karakter
Dewi menegaskan, Gerakan Pramuka tidak boleh hanya dipandang sebagai organisasi yang berfungsi membentuk kedisiplinan dan karakter generasi muda.
Lebih dari itu, Pramuka harus mampu hadir sebagai bagian dari kekuatan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan sosial, termasuk tantangan ketahanan pangan.
“Swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan panggilan jiwa bagi kita semua, termasuk keluarga besar Gerakan Pramuka,” ujarnya.
Karena itu, kegiatan kepramukaan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas perkemahan, tetapi menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan dan mengembangkan keterampilan yang memiliki manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
Dewi mendorong generasi muda Pramuka Manggarai Barat untuk mencintai alam, melatih kemandirian serta mengembangkan kreativitas di bidang pertanian dan peternakan.
Pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga juga dinilai penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Gerakan Pramuka harus hadir nyata di tengah masyarakat, membuktikan bahwa kaum muda siap menjadi agen perubahan dalam mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan daerah kita tercinta,” tegas anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat itu.
Diikuti 40 Gugus Depan
Perkemahan tingkat Kwarcab Manggarai Barat tersebut diikuti sekitar 40 Gugus Depan (Gudep) yang berasal dari 12 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Manggarai Barat.
Kwarran Sano Nggoang sebagai tuan rumah mengirimkan 28 Gudep. Peserta berasal dari berbagai golongan, mulai dari Pramuka Penggalang tingkat SD, Penggalang tingkat SMP hingga Pramuka Penegak.
Sementara itu, 12 Gudep lainnya merupakan perwakilan dari sejumlah Kwarran di Manggarai Barat.
Dalam kegiatan tersebut juga terdapat satu utusan Saka Wana Bhakti dari Kwarran Komodo.
Keberagaman peserta itu, menurut Dewi, menjadi kekuatan tersendiri dalam kegiatan perkemahan.
Para peserta tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan kepramukaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk membangun solidaritas, kemandirian, kepemimpinan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dewi menyampaikan apresiasi kepada seluruh Gugus Depan dan peserta yang telah hadir di Werang.
“Saya bangga melihat antusiasme adik-adik sekalian yang telah mempersiapkan diri dengan baik, meninggalkan zona nyaman, dan hadir di sini mewakili Kwartir Ranting masing-masing,” katanya.
Peserta Diminta Jauhi Narkoba dan Kenakalan Remaja
Di hadapan para peserta, Dewi juga mengingatkan pentingnya menjadikan Satya dan Darma Pramuka sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, tantangan generasi muda semakin kompleks. Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi membawa peluang, tetapi sekaligus membuka ruang bagi berbagai pengaruh negatif.
Karena itu, anggota Pramuka diminta mampu menjaga diri dan tidak mudah terjerumus dalam perilaku yang merusak masa depan.
“Jauhi segala bentuk pengaruh negatif seperti narkoba, radikalisme, dan kenakalan remaja,” pintanya.
Dewi berharap kegiatan perkemahan tersebut tidak hanya melahirkan pengalaman baru bagi peserta, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, produktif dan mampu membaca tantangan zaman.
“Jadilah pemuda-pemudi yang produktif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan zaman demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” tutupnya.(BFT/DPS/RED/Yoflan)












