Berita Fajar Timur
Advertisement
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
Berita Fajar Timur
No Result
View All Result
Home Daerah

Warga Papagarang Keluhkan Dermaga Putus, Air Bersih hingga BBM Mahal, DPRD Mabar Janji Perjuangkan

beritafajar by beritafajar
13 Agustus 2026
in Daerah
0
Warga Papagarang Keluhkan Dermaga Putus, Air Bersih hingga BBM Mahal, DPRD Mabar Janji Perjuangkan
0
SHARES
1
VIEWS
Share on Facebook

BERITAFAJARTIMUR.COM (Labuan Bajo) Di tengah geliat pariwisata Labuan Bajo yang terus berkembang, persoalan kebutuhan dasar masih menjadi pekerjaan rumah bagi masyarakat Desa Papagarang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Hal itu terungkap dalam kegiatan reses masa sidang III DPRD Kabupaten Manggarai Barat Tahun 2026 yang dilakukan Anggota DPRD Mabar sekaligus Ketua DPD Partai Perindo Manggarai Barat, Hasanudin, di Desa Papagarang, Selasa (11/8/2026).

Reses yang berlangsung sederhana di halaman salah satu rumah warga di tengah kampung tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

Pertemuan itu dihadiri Kepala Desa Papagarang bersama jajaran, Ketua BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta sejumlah warga.

Dari pertemuan tersebut, sedikitnya tiga persoalan utama mengemuka, yakni jembatan dermaga yang putus, keterbatasan akses air bersih, serta kelangkaan dan mahalnya bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi kebutuhan vital bagi nelayan.

Hasanudin mengatakan, reses bukan sekadar agenda rutin anggota DPRD, melainkan bagian dari tanggung jawab politik wakil rakyat untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pelaksanaan reses ini merupakan tanggung jawab kami sebagai DPRD kepada masyarakat untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat,” kata Hasanudin.

Dermaga Putus Jadi Hambatan Nelayan

Salah satu persoalan yang paling disorot warga adalah kondisi jembatan di dermaga Desa Papagarang yang putus pada bagian tengah.

Kerusakan tersebut dinilai bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan.

Kondisi itu semakin menyulitkan ketika memasuki musim angin. Jembatan yang rusak membuat mobilitas masyarakat dan aktivitas nelayan terganggu. Pada saat cuaca tidak memungkinkan untuk melaut, warga praktis kehilangan salah satu sumber utama pendapatan mereka.

Bagi Hasanudin, persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius pemerintah karena menyangkut akses dasar sekaligus keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Hanya Satu Sumur untuk Warga

Selain dermaga, persoalan air bersih juga menjadi keluhan utama masyarakat Papagarang.

Warga berharap pemerintah dapat membantu menyediakan fasilitas berupa panel surya berdaya besar, mesin pompa air, hingga jaringan pipa untuk mendistribusikan air bersih ke rumah-rumah warga.

Kebutuhan tersebut dinilai mendesak karena saat ini hanya terdapat satu sumur yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air hampir seluruh masyarakat Desa Papagarang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan pembangunan di wilayah kepulauan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut akses terhadap kebutuhan paling dasar masyarakat.

BBM Nelayan Tembus Rp400 Ribu per Jerigen

Persoalan lain yang tidak kalah serius adalah kelangkaan BBM bagi nelayan.

Menurut Hasanudin, masyarakat menyampaikan bahwa harga BBM saat ini mencapai sekitar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per jerigen berisi 20 liter.

Harga tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per jerigen.

Kondisi itu tentu berdampak langsung terhadap biaya operasional nelayan. Semakin mahal BBM, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan nelayan untuk melaut.

Hasanudin menyebut masyarakat menduga kenaikan harga tersebut berkaitan dengan panjangnya rantai distribusi di tingkat pengecer. BBM disebut dapat berpindah tangan hingga dua atau tiga kali sebelum akhirnya sampai kepada nelayan.

Persoalan lain muncul ketika nelayan berupaya membeli BBM secara langsung di SPBN Kampung Ujung.

Menurut Hasanudin, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sehingga akses nelayan terhadap BBM dinilai belum mudah.

“Kelangkaan dan kenaikan harga ini menjadi perhatian saya juga ketika reses. Ketika nelayan sendiri yang langsung membeli BBM di SPBN Kampung Ujung, banyak persyaratan yang harus dipenuhi sehingga seolah-olah kondisi ini mempersulit nelayan kita,” ujarnya.

Ironi di Tengah Geliat Pariwisata Labuan Bajo

Hasanudin melihat berbagai persoalan tersebut dalam konteks yang lebih luas.

Desa Papagarang berada di kawasan Taman Nasional Komodo yang pengelolaannya berada di bawah pemerintah pusat melalui Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).

Pada saat yang sama, masyarakat Papagarang berada di dalam ekosistem pariwisata Labuan Bajo yang berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.

Namun, menurut Hasanudin, geliat pariwisata tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di Papagarang.

Di satu sisi, wilayah sekitar Labuan Bajo terus didorong sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Di sisi lain, masyarakat yang hidup di wilayah penyangga kawasan pariwisata masih berhadapan dengan persoalan dermaga rusak, keterbatasan air bersih, hingga mahalnya BBM untuk menopang pekerjaan mereka sebagai nelayan.

“Pemerintah tidak boleh menutup mata atas kondisi ini, justru harus hadir secara serius. Kita tahu secara keseluruhan ekonomi Labuan Bajo banyak ditunjang sektor pariwisata dan salah satu penunjangnya adalah Desa Papagarang, tetapi mereka justru tidak mendapatkan manfaat atas itu semua karena tidak adanya bantuan yang turun atas keluhan yang dirasakan masyarakat,” tegas mantan Ketua KNPI itu.

Pernyataan tersebut sekaligus menyoroti persoalan pemerataan manfaat pembangunan pariwisata.

Sebab, keberhasilan pariwisata tidak semestinya hanya diukur dari meningkatnya jumlah wisatawan, investasi, atau geliat ekonomi di pusat kota Labuan Bajo. Kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar kawasan pariwisata juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan.

Aspirasi Dibawa ke DPRD

Hasanudin memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat Papagarang akan dihimpun sebagai catatan dan masukan dalam lembaga DPRD Kabupaten Manggarai Barat.

Aspirasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan dan penyusunan program sesuai tugas serta kewenangan DPRD.

Ia juga menyatakan akan berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat Papagarang melalui fungsi DPRD, baik fungsi legislasi, penganggaran maupun pengawasan.

Bagi masyarakat Papagarang, reses tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan persoalan secara langsung kepada wakil rakyat.

Namun, bagi DPRD, aspirasi tersebut sekaligus menjadi ujian untuk memastikan bahwa reses tidak berhenti sebagai agenda seremonial dan catatan di atas kertas.

Sebab, persoalan dermaga, air bersih, dan BBM yang disampaikan warga bukan sekadar keluhan, melainkan menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan ekonomi masyarakat di sebuah desa yang berada di kawasan strategis pariwisata Labuan Bajo.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)

Previous Post

Pramuka Mabar Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Swasembada Pangan

beritafajar

beritafajar

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

10 Juli 2026
Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

15 Juli 2026
Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

10 Mei 2026
Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

10 Mei 2026

Cabo Basket Porprov Mulai Dipertandingkan

3

Pertandingan Basket Putra dan Putri Porprov ke XIII 2017 Gianyar Masuk Babak Semifinal

3

IKIP PGRI Bali Selenggarakan Testing Masuk Gelombang Kedua.

3
Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

3
Warga Papagarang Keluhkan Dermaga Putus, Air Bersih hingga BBM Mahal, DPRD Mabar Janji Perjuangkan

Warga Papagarang Keluhkan Dermaga Putus, Air Bersih hingga BBM Mahal, DPRD Mabar Janji Perjuangkan

13 Agustus 2026
Pramuka Mabar Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Swasembada Pangan

Pramuka Mabar Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Swasembada Pangan

13 Agustus 2026
Calo Trip Bawa Kabur Rp244,2 Juta, 22 Wisman Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

Calo Trip Bawa Kabur Rp244,2 Juta, 22 Wisman Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

13 Agustus 2026
Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Video Pembakaran Burung Hantu Hidup-hidup Viral

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Video Pembakaran Burung Hantu Hidup-hidup Viral

13 Agustus 2026

Recent News

Warga Papagarang Keluhkan Dermaga Putus, Air Bersih hingga BBM Mahal, DPRD Mabar Janji Perjuangkan

Warga Papagarang Keluhkan Dermaga Putus, Air Bersih hingga BBM Mahal, DPRD Mabar Janji Perjuangkan

13 Agustus 2026
Pramuka Mabar Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Swasembada Pangan

Pramuka Mabar Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Swasembada Pangan

13 Agustus 2026
Calo Trip Bawa Kabur Rp244,2 Juta, 22 Wisman Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

Calo Trip Bawa Kabur Rp244,2 Juta, 22 Wisman Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

13 Agustus 2026
Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Video Pembakaran Burung Hantu Hidup-hidup Viral

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Video Pembakaran Burung Hantu Hidup-hidup Viral

13 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Box Redaksi
Berita Fajar Timur

2025 @ Berita Fajar Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner

2025 @ Berita Fajar Timur