Antrean Panjang di BBM, Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya, S.E., Sesalkan Pemerintah tidak Antisipasi Kelangkaan BBM

Beritafajartimur.com (Badung-Bali)
Kasus kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM.) yang menyebabkan terjadinya antren panjang di hampir semua Tempat Pengisian BBM dalam beberapa hari terakhir ini, mengundang perhatian semua pihak. Bahkan, hingga siang hari ini, Rabu, 14 Oktober sejumlah Tempat Pengisian BBM, baik di kawasan Renon maupun Jalan Hayam wuruk Denpasar, antreannya makin mengular 0,5-1 kilo meter. Pantauan media ini di Jalan Hayam wuruk, masyarakat masih menunggu pasokan BBM sudah habis di tempat ini, tapi masyarakat tetap tidak beranjak di tengah teriknya matahari. Ada yang mengaku sudah antre sejak pukul 6.30 wita tapi belum dapat BBM. Sialnya, setelah antre sejauh itu BBM di SPBU ini stok habis, sehingga dia belum bisa mengisi BBM dan harus menahan lapar dan haus.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua II DPRD Badung dari Partai Gerindra, I Made Wijaya, S.E., biasa disapa pak Yonda, menjawab media Beritafajartimur.com menjelaskan, bahwa Bali sebagai daerah tujuan wisata (DTW.) utama di Indonesia, sudah semestinya kejadian kelangkaan BBM ini tidak terjadi. “Oleh karena itu, pemerintah melalui Pertamina seharusnya mengantisipasi sehingga masalah kelangkaan BBM tidak terjadi. Karena, ini preseden buruk terhadap Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia,” ungkapnya lewat pesan suara di WhatsApp.

Pihaknya merasa prihatin dengan perkembangan antrean di SPBU-SPBU, di Bali, khususnya di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar saat ini, karena sebagai destinasi wisata, semestinya hal itu tidak boleh terjadi. “Saya cukup prihatin melihat kekurangan-kekurangan stok BBM di Bali, khususnya di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Apakah ada hubungannya dengan gejolak politik internasional atau ada hubungannya dengan kegiatan di Lombok (Moto GP, red.), akan tetapi, semestinya pemerintah jangan diam saja, tapi menginformasikan secara terbuka supaya masyarakat bisa memahami kendala apa yang terjadi. Saya melihat tumben ada sejarah orang bisa berjam-jam mengantre sampai sepanjang itu belum pernah kita lihat sebelumnya, dan saya selaku wakil rakyat sekali lagi mengimbau kepada pemerintah untuk mengantisipasi biar kejadian seperti ini tidak terulang di masa yang akan datang. Ingat, kawasan pariwisata Bali jika sekecil apa pun terjadi gejolak, maka pasti secepat itu viral ke seantero dunia. Dan pastinya, masyarakat menyalahkan pemerintah, dan saya sebagai wakil rakyat, dalam menjalankan fungsi kontrol menyarankan kepada pemerintah, ini adalah pelajaran yang pahit, bahwa sebagai pengayom masyarakat itu sudah jelas diamanatkan dalam Undang-undang untuk melayani masyarakat sebaik-baiknya. Meski begitu, saya juga tidak lupa mengucapkan terima kasih atas solusi-solusi yang dilakukan pemerintah Provinsi Bali, melalui bapak Gubernur Wayan Koster dengan kebijakan meminta Pertamina dan Unitnya membuka layanan 24 jam di SPBU-SPBU supaya memulihkan kondisi antrean panjang menjadi normal kembali,” imbuh I Made Wijaya, S.E., yang juga menjabat Bendesa Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung.

Menjawab Viralnya kejadian antrean di SPBU-SPBU melalui media massa dan media sosial saat ini hingga luar negeri menjadi preseden buruk bagi kepariwisataan Bali, menurutnya hal itu harus menjadi pembelajaran yang baik bagi pemerintah supaya kejadian serupa di masa depan tidak terulang lagi. “Pasti..apa boleh buat sudah terjadi…biar bs dpkai pengalaman yg berrti,” kata I Made Wijaya, S.E., yang menjabat anggota DPRD Badung 3 periode ini.

Belum bisa dipastikan kapan kondisi ini normal, ada usul dari masyarakat, apakah Pemerintah mengambil kebijakan untuk ‘work from home’ bagi pegawai pemerintah dan bagi sekolah menyelenggarakan sekolah daring?

“Dengan kebijakan Pertamina buka 24 jam, saya kira kondisi ini akan segera normal, jadi atas usulan itu mungkin belum perlu dilaksanakan. Tapi, kita melihat dalam dua hari ke depan, jika masih ngantre maka usulan itu perlu dilakukan sebagai salah satu solusi untuk mengurangi pemakaian BBM. Saya melihat tadi BBM volume 8000 liter sudah masuk Tanjung untuk memenuhi wisata Bahari, jadi langkah-langkah pemerintah sudah mulai ‘ngeh’ dia. Jadi, jika satu dua hari ini masih antre, kita akan komentari dan meminta pemerintah mengambil kebijakan sekolah-sekolah belajar daring,” tutup I Made Wijaya.(Donny Parera)

Pos terkait