BERITAJARTIMUR.COM (Labuan Bajo-MABAR) | Labuan Bajo sebagai kawasan pariwisata super premium hingga kini masih berurusan persoalan sumber daya manusia dan persoalan kebersihan lingkungan. Hal itu disoroti oleh pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negri (SMKN) 3 Komodo-Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mereka mengupas persolan ini dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMKN 3 Komodo bertajuk “Potret Wisata Bahari dan Relevansinya terhadap Destinasi Super Premium,” pada Kamis, 27 Oktober 2022.
Para pelajar tersebut diantaranya: Deditus Jeharut, Sofia Trinoti, Maria Suciara Bela. Ketiganya peserta didik di SMKN 3 Komodo yang merupakan pemateri dalam seminar itu.
Menurut mereka, terdapat dua persolan utama yang harus dibenahi dalam mendukung Labuan Bajo sebagai kawasan pariwisata super premium yakni, persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih perlu ditingkatkan lagi baik kualitas maupun kuantitasnya serta persoalan kebersihan lingkungan, baik darat maupun laut. Hal itu disampaikan oleh Deditus Jeharut dalam pemaparan materinya.
“Masalah yang kita hadapi adalah masalah sumber daya manusia yang harus ditingkatkan lagi baik kualitas maupun kuantitas dan masalah kebersihan lingkungan baik di darat maupun di laut,” papar remaja putra yang biasa disapa Didi tersebut dengan lugas.
Berangkat dari kedua masalah di atas, pelajar ini menawarkan langkah solutif yang harus diambil baik oleh pemangku kebijakan maupun oleh seluruh masyarakat. Ada pun hal tersebut yaitu:
Pertama,” Pengembangan dan penguatan SDM melalui peningkatan layanan pendidikan terutama pendidikan kejuruan bidang pariwisata.”
Kedua, merumuskan peraturan tertulis dan tidak tertulis sebagai upaya pencegahan dan penangan masalah kebersihan.”
Ketiga, membangun kesadaran kolektif untuk mencintai lingkungan dengan menjaga kelestarian dan kebersihan”.
Di akhir pemaparan materi, mereka (Didi) mengharapkan agar pariwisata Labuan Bajo menjadi pariwisata yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Semoga Pariwisata Labuan Bajo semakin maju dan berkelanjutan,” tutup Didi.(BFT/LBJ/YF)





