BERITAFAJARTIMUR.COM (Labuan Bajo) Komitmen menghadirkan akses pelayanan kesehatan yang mudah, lengkap, dan tersedia selama 24 jam terus diperkuat Apotek K-24. Hal itu ditandai dengan peresmian Apotek K-24 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, yang sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan Festival Sehat Ceria Anak sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting.
Founder dan CEO Apotek K-24, dr. Gideon Hartono, mengungkapkan bahwa lahirnya jaringan Apotek K-24 berawal dari pengalaman pribadinya saat masih mengabdi sebagai aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta selama belasan tahun.
Ia menuturkan, awalnya dirinya bercita-cita menjadi dokter. Namun dalam perjalanan hidupnya, ia justru merasa terpanggil menjadi mitra para dokter dengan memastikan ketersediaan obat bagi masyarakat.
“Dokter dapat mendiagnosis penyakit dan menulis resep, tetapi pasien tetap membutuhkan obat. Jika obat tidak tersedia, tentu proses penyembuhan menjadi terhambat,” ujar dr. Gideon.
Menurutnya, sekitar tahun 2002 masyarakat Kota Yogyakarta masih kesulitan memperoleh obat pada malam hari maupun saat hari libur. Kalaupun tersedia, harga obat sering kali lebih mahal dan belum tentu sesuai dengan kebutuhan pasien.
Kondisi tersebut menjadi titik awal lahirnya konsep Apotek K-24 yang menyediakan obat secara lengkap, dengan harga yang wajar, serta tetap melayani masyarakat selama 24 jam tanpa tutup.
“Berkat penyertaan Tuhan, hingga hari ini Apotek K-24 telah berkembang menjadi lebih dari 880 outlet yang tersebar di 172 kabupaten dan kota pada 29 provinsi di Indonesia,” katanya.
Meski telah berkembang pesat, dr. Gideon mengatakan perjalanan Apotek K-24 masih panjang. Indonesia memiliki 514 kabupaten dan kota sehingga masih banyak wilayah yang belum menikmati akses pelayanan kefarmasian yang memadai.
Ia bahkan memiliki mimpi agar setiap kabupaten dan kota di Indonesia memiliki sedikitnya empat Apotek K-24 sehingga masyarakat dapat memperoleh obat kapan pun dibutuhkan.
“Kami ingin masyarakat di mana pun tidak lagi kesulitan mencari obat, terutama pada malam hari atau saat kondisi darurat,” ungkapnya.
Kehadiran Apotek K-24 di Labuan Bajo, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen memperluas layanan hingga wilayah timur Indonesia.
Sebelumnya jaringan Apotek K-24 telah hadir di Pulau Rote, Merauke, Sumba Barat, Sumba Timur, serta sejumlah daerah di Pulau Flores.
Namun, ia menegaskan pengembangan jaringan di Nusa Tenggara Timur belum berhenti.
“Kami berharap suatu saat dapat hadir hingga Larantuka, Adonara, Solor, Alor, bahkan pulau-pulau terluar lainnya di NTT sehingga masyarakat memiliki akses obat yang lebih mudah,” ujarnya.
Ia juga berharap Apotek K-24 di Labuan Bajo tidak hanya melayani masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau warga di pulau-pulau sekitar, termasuk Papagarang, yang menurutnya masih memiliki keterbatasan fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain meresmikan outlet baru, Apotek K-24 juga menggelar Festival Sehat Ceria Anak bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti pemeriksaan tumbuh kembang melalui proses skrining bersama orang tua.
Anak-anak yang teridentifikasi mengalami gangguan pertumbuhan atau kekurangan gizi akan memperoleh bantuan makanan tambahan selama tiga bulan.
“Program ini sudah kami jalankan di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. Hasilnya cukup baik karena setelah tiga bulan banyak anak menunjukkan pertumbuhan yang lebih optimal. Selanjutnya tentu perlu diteruskan oleh orang tua,” jelas dr. Gideon.
Ia menambahkan, dua hari sebelumnya kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kupang bersama Gubernur NTT dan dilanjutkan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), salah satu daerah yang masih memiliki prevalensi stunting cukup tinggi.
Melalui program tersebut, Apotek K-24 berharap dapat berkontribusi dalam memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting.
“Kami berharap bantuan makanan tambahan selama tiga bulan ini dapat membantu anak-anak yang membutuhkan agar tumbuh lebih sehat,” katanya.
Di akhir sambutannya, dr. Gideon mengajak seluruh masyarakat memberikan dukungan agar Apotek K-24 terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami mohon doa, dukungan, kritik, dan saran agar pelayanan Apotek K-24 semakin baik dan benar-benar menjadi berkat bagi masyarakat Manggarai Barat serta sekitarnya,” tutupnya.
Apresiasi terhadap kehadiran Apotek K-24 juga disampaikan tokoh masyarakat Manggarai Barat, Matias Dima.
Ia mengatakan, keberadaan Apotek K-24 memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama karena menyediakan pelayanan selama 24 jam yang sangat dibutuhkan ketika terjadi kondisi darurat pada malam hari.
Saya melihat sendiri para karyawan tetap memberikan pelayanan hingga pukul satu bahkan dua dini hari. Dedikasi seperti ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan obat dengan segera,” ujarnya.
Menurut Matias, pelayanan tanpa mengenal waktu menjadi nilai lebih yang membedakan Apotek K-24 dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ia berharap semangat pelayanan tersebut terus dipertahankan seiring berkembangnya usaha Apotek K-24 di Labuan Bajo.
Selain itu, Matias juga mendorong manajemen Apotek K-24 untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi putra-putri daerah sebagai tenaga kerja.
Menurutnya, pelibatan sumber daya manusia lokal tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan karena lebih memahami karakter, budaya, dan kebutuhan masyarakat setempat.
Ia menilai lokasi Apotek K-24 di Jalan Kasimo (Kapekuni) juga sangat strategis karena berada di salah satu koridor ekonomi utama Labuan Bajo yang terhubung dengan kawasan Jalan Soekarno-Hatta sebagai pusat aktivitas masyarakat.
“Lokasi ini sangat tepat sehingga masyarakat akan semakin mudah memperoleh layanan kesehatan,” katanya.
Matias berharap Apotek K-24 terus berkembang dengan membuka cabang di berbagai wilayah Pulau Flores, termasuk Kabupaten Manggarai Timur.
“Saya berasal dari Borong, Manggarai Timur. Harapan kami, suatu saat Apotek K-24 juga hadir di sana sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Ia menutup sambutannya dengan menyampaikan harapan agar Apotek K-24 terus maju dan menjadi mitra masyarakat dalam menyediakan obat-obatan serta pelayanan kesehatan yang berkualitas selama 24 jam.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)












