Keterangan Foto: Bantuan dari Mr.Yasir Khan Niazi untuk korban bencana gempa bumi di Labuan Bajo, Manggarai Barat-NTT.
Manggarai Barat – GAK Healthcare International, organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan asal Pakistan, menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tak hanya bantuan sosial, organisasi tersebut juga menjajaki pembangunan dental school atau sekolah kedokteran gigi serta menyiapkan beasiswa bagi dokter yang ingin melanjutkan pendidikan spesialis.
Bantuan sembako itu diserahkan oleh Djainudin Lonek, SH., MH, yang merupakan perwakilan lokal CEO GAK Healthcare International, Mr. Yasir Khan Niazi. Penyerahan bantuan berlangsung di Labuan Bajo, Jumat (2/10/2026).
Bantuan tersebut antara lain berupa beras, telur, minyak goreng, mi instan, kopi, gula, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Bantuan disalurkan kepada ratusan kepala keluarga.
Djainudin mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bapak Yasir Khan Niazi terhadap masyarakat Flores, khususnya warga Labuan Bajo dan Manggarai Barat.
“Memang agak terlambat kita memberikan bantuan ini karena berbagai kesibukan saya pribadi maupun Mr. Yasir Khan Niazi di Pakistan. Tetapi alhamdulillah, walaupun terlambat, kami bisa menyalurkan apa yang menjadi sedikit kebutuhan masyarakat,” kata Djainudin.
Menurut dia, besar kecilnya bantuan bukan menjadi hal utama. Hal yang lebih penting adalah adanya kepedulian terhadap masyarakat Flores.
“Yang terpenting bahwa ada kepedulian Mr. Yasir Khan Niazi yang dari Pakistan jauh-jauh membantu masyarakat Flores, khususnya Labuan Bajo,” ujarnya.
Jajaki Pembangunan Dental School di Nggorang
Selain bantuan sosial, GAK Healthcare International juga membawa rencana pengembangan pendidikan kesehatan di Manggarai Barat.
Organisasi tersebut tengah menjajaki pembangunan dental school atau institusi pendidikan kedokteran gigi di Labuan Bajo.
Djainudin mengatakan rencana tersebut dilatarbelakangi kebutuhan Indonesia terhadap tenaga kesehatan.
“Karena Mr. Yasir Khan Niazi yang bergerak di bidang pendidikan kesehatan melihat Indonesia masih sangat membutuhkan tenaga-tenaga medis, tenaga kesehatan,” katanya.
Dia menyebut, Bapak Yasir Khan Niazi sebelumnya telah bertemu dengan sejumlah pejabat di NTT untuk membicarakan rencana tersebut, termasuk Gubernur NTT dan Kraeng Tua Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.
“Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat Flores, khusus Labuan Bajo dan masyarakat Indonesia, bahwa insyaallah ke depan ini GAK Healthcare International sementara menjajaki untuk melakukan pembangunan dental school di Labuan Bajo,” ujarnya.
Menurut Djainudin, proses administrasi untuk merealisasikan rencana tersebut sedang dilakukan secara bertahap.
“Administrasi yang kami kerjakan alhamdulillah step by step semakin membaik, mengarah kepada satu tujuan kita bersama, pembangunan dental school di Labuan Bajo bisa terlaksana dalam waktu dekat,” katanya.
Dia berharap pembangunan tersebut dapat mulai dilakukan pada tahun depan apabila seluruh tahapan administrasi dan persiapan telah selesai.
Lokasi Awal di Desa Nggorang
Djainudin mengatakan lokasi awal yang diproyeksikan untuk pembangunan dental school berada di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.
“Lokusnya sudah kami tentukan di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo,” ungkapnya.
Meski demikian, titik pembangunan masih akan dikaji lebih lanjut. Tim GAK Healthcare International akan kembali melihat sejumlah lokasi untuk menentukan titik yang dinilai paling tepat.
“Kami sudah melihat beberapa tempat, tinggal nanti kami akan menyusulkan tim untuk mendiskusikan, daerah mana atau beberapa titik mana yang paling tepat untuk kita lakukan,” jelas Djainudin.
Siapkan Beasiswa untuk 10 Dokter Spesialis
GAK Healthcare International juga menyiapkan program beasiswa bagi dokter yang ingin melanjutkan pendidikan spesialis.
Djainudin menyebut terdapat kuota beasiswa untuk 10 dokter. Program tersebut antara lain diarahkan bagi dokter yang ingin mengambil spesialis kedokteran gigi dan penyakit dalam.
Beasiswa itu disebut terbuka bagi dokter dari Manggarai Barat, NTT, hingga daerah lain di Indonesia.
“Beliau, Mr. Yasir Khan Niazi CEO GAK Healthcare International juga memberikan beasiswa dokter spesialis kepada para dokter, adik-adik kita yang sudah menjadi dokter, ingin mengambil spesialis gigi dan spesialis penyakit dalam,” kata Djainudin.
“Kami memberikan beasiswa untuk sepuluh orang, Manggarai Barat dan seluruh NTT. Bahkan seluruh Nusantara, siapa yang berminat,” sambungnya.
Dia mengatakan mekanisme dan proses pendaftaran program beasiswa tersebut masih dipersiapkan.
Disebut Tak Membedakan Agama
Djainudin mengatakan program beasiswa tersebut terbuka bagi dokter tanpa membedakan latar belakang agama.
“Yang penting memiliki komitmen medis, mau menjadi tenaga medis, membantu masyarakat, maka Mr. Niyazi memberikan beasiswa secara cuma-cuma,” ujarnya.
Djainudin juga mengajak para dokter yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan peluang tersebut.
Menurut dia, kerja sama dengan pihak dari Pakistan tersebut diharapkan dapat membuka akses pendidikan kesehatan sekaligus memperkuat sumber daya manusia di bidang medis.
“Adalah benar sebagian orang masih berpikir bahwaa Pakistan negara yang tidak aman. Padahal, sesungguhnya Pakistan terlebih kota Lahore dan Islamabat adalah kota yang teraman di dunia.
Ia menambahkan, diaspora Pakistan di berbagai negara memiliki sumber daya dan pengalaman di bidang kesehatan yang menurutnya dapat menjadi bagian dari kerja sama pengembangan pendidikan kesehatan.
“Oleh karena itu, ini merupakan sebuah kesempatan yang baik bagi anak-anak kita yang telah menjadi dokter untuk melanjutkan spesialis gigi dan penyakit dalam lewat beasiswa yang diberikan oleh Mr. Yasir Khan Niazi ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Djainudin dalam memperkenalkan peluang kerja sama pendidikan kesehatan dengan pihak Pakistan.
Dari Bantuan Sosial hingga Pendidikan Kesehatan
Djainudin berharap kehadiran GAK Healthcare International di Labuan Bajo tidak berhenti pada bantuan sosial.
Menurut dia, bantuan sembako merupakan bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat. Sementara rencana pembangunan dental school dan program beasiswa dokter spesialis diarahkan untuk memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Yang kita harapkan bukan hanya bantuan sosial, tetapi juga bagaimana ke depan pendidikan dan kesehatan bisa dikembangkan bersama,” ujarnya.
Jika terealisasi, pembangunan dental school akan menambah pilihan pendidikan di bidang kesehatan di Labuan Bajo. Sementara beasiswa dokter spesialis diharapkan membuka kesempatan bagi dokter Indonesia untuk meningkatkan kompetensi.
Bagi Labuan Bajo yang berkembang sebagai destinasi pariwisata, kebutuhan terhadap sumber daya manusia di bidang kesehatan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat dan perkembangan wilayah.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)





