Fatinci Reynilda Sodo Resmi Pimpin DWP NTT, Siapkan Penguatan Kebersamaan hingga Potensi Ekonomi Daerah

Beritafajartimur.com (Kupang) – Fatinci Reynilda Sodo resmi dipercaya sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bakti 2024-2029.

Fatinci menerima amanah tersebut setelah prosesi serah terima jabatan (sertijab) Ketua DWP Provinsi NTT yang disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo di Kupang, Jumat (18/9/2026).

Dalam sambutannya, Fransiskus mengapresiasi jajaran DWP yang selama ini dinilai telah memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat di NTT.

Menurutnya, sertijab tidak sekadar menjadi momentum pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, proses tersebut merupakan bagian dari estafet pengabdian untuk mempertahankan sekaligus melanjutkan berbagai program yang telah berjalan.

“Kepada Ketua DWP Provinsi NTT yang menerima amanah, selamat menjalankan tugas. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan semangat kebersamaan, keteladanan, dan pelayanan,” ujar Fransiskus, yang akrab disapa Hans.

Ia mengatakan DWP memiliki posisi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Karena itu, Fransiskus berharap program kerja DWP ke depan terus diarahkan pada bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta sosial budaya sesuai visi dan misi organisasi.

Dia juga meminta sinergi antara DWP Provinsi, DWP Unsur Pelaksana (UP), dan kepala perangkat daerah selaku penasihat DWP UP terus diperkuat.

“Mari membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi, sehingga program DWP dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan,” katanya.

Usai menerima amanah sebagai Ketua DWP Provinsi NTT, Fatinci langsung menyiapkan sejumlah agenda sebagai langkah awal untuk memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan peran organisasi dalam mendukung keluarga dan masyarakat.

Langkah pertama yang akan dilakukan adalah membangun silaturahmi dengan seluruh pengurus dan anggota DWP Provinsi NTT serta UP DWP di seluruh kabupaten/kota.

Menurut Fatinci, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja. Kebersamaan, komunikasi, dan hubungan yang baik antarpengurus dan anggota juga menjadi fondasi penting.

“Pertama-tama saya ingin membangun silaturahmi dengan seluruh pengurus dan anggota DWP Provinsi NTT maupun UP DWP kabupaten/kota. Kita ingin saling mengenal, membangun kebersamaan dan bekerja sebagai satu keluarga besar DWP NTT,” kata Fatinci.

Salah satu agenda awal yang disiapkan yakni olahraga bersama setiap Jumat. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana menjaga kesehatan dan kebugaran, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antaranggota.

“Olahraga bersama bukan hanya untuk kesehatan, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk bertemu, berkomunikasi dan mempererat tali silaturahmi. Dari kebersamaan itu kita bisa membangun energi positif untuk bekerja bersama,” ujarnya.

Selain membangun silaturahmi, Fatinci juga akan menggelar rapat rutin bersama jajaran pengurus untuk memetakan program kerja dan menggali potensi yang dapat dikembangkan oleh masing-masing UP DWP.

Fatinci menilai setiap daerah di NTT memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Karena itu, program DWP ke depan tidak harus diterapkan secara seragam di seluruh daerah.

Sebaliknya, setiap UP DWP didorong untuk mengembangkan program sesuai kekuatan dan potensi lokal masing-masing.

“Kita ingin melihat apa yang menjadi kekuatan masing-masing UP. Ada daerah yang kuat di tenunan, ada yang memiliki produk pangan lokal, kerajinan, budaya dan potensi lainnya,” ujarnya.

Menurut Fatinci, berbagai potensi tersebut perlu didorong agar berkembang, memiliki nilai tambah, dan mampu meningkatkan daya saing daerah.

“Potensi-potensi ini yang perlu kita dorong agar semakin berkembang dan memiliki daya saing,” pungkasnya.(BFT/KOE/Red/Yoflan)

Pos terkait