BERITAFAJARTIMUR.COM (LABUAN BAJO) Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, bantuan logistik datang dari para istri karyawan BPJS Ketenagakerjaan se-Banuspa (Bali, Nusa Tenggara, dan Papua) untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat agar pendistribusiannya dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Suci Adlena Azmi, yang mewakili para istri karyawan BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Manggarai Barat mengatakan bantuan yang diserahkan merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons langsung terhadap kondisi masyarakat setelah bencana gempa.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Kami ingin membantu semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Suci, Minggu, (23/08/2026).
Pada penyaluran tahap pertama, bantuan yang dikumpulkan berupa sejumlah kebutuhan pokok. Bantuan tersebut terdiri atas 10 karung beras, 10 papan telur, 160 bungkus mi instan, serta 24 kemasan minyak goreng.
Menurut Suci, bantuan tersebut tidak hanya berasal dari para istri karyawan BPJS Ketenagakerjaan yang berada di Manggarai Barat. Penggalangan donasi dilakukan secara bersama-sama di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan se-Banuspa.
“Jadi ini bukan hanya dari istri-istri yang ada di sini. Kami se-Banuspa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua, satu kanwil. Kami membuka penggalangan dana, kemudian mereka berdonasi dan bantuan ini disalurkan melalui kami yang berada di Manggarai,” katanya.
Bantuan Tahap Kedua Disiapkan
Suci memastikan penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap pertama. Para istri karyawan BPJS Ketenagakerjaan masih membuka penggalangan dana hingga 25 Agustus 2026 untuk selanjutnya kembali disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Penyaluran bantuan tahap kedua dari para istri karyawan BPJS Ketenagakerjaan secara nasional direncanakan dilakukan pada pekan berikutnya. Namun, lokasi penyaluran masih akan dibahas lebih lanjut dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak gempa.
“Untuk tahap berikutnya mungkin minggu depan. Kami masih membuka penggalangan dana sampai tanggal 25,” ujarnya.
Suci menerangkan, jika pada penyaluran berikutnya kondisi masyarakat di Manggarai Barat dinilai sudah cukup tertangani, bantuan berpeluang diarahkan ke wilayah lain yang membutuhkan, termasuk Kabupaten Manggarai Timur.
“Kemungkinan karena Manggarai Barat sudah cukup, kami bisa bergeser ke Manggarai Timur dan wilayah lainnya. Nanti kami diskusikan lagi,” kata Suci.
“Kalian Tidak Sendiri”
Lebih dari sekadar bantuan berupa bahan pangan, Suci menyampaikan pesan penguatan kepada masyarakat yang kini masih menjalani masa pemulihan pascagempa.
Ia berharap masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi situasi sulit tersebut seorang diri. Menurutnya, dukungan dan solidaritas dari berbagai pihak diperlukan agar masyarakat dapat bangkit secara bertahap setelah bencana.
“Saran saya, pertama, kalian tidak sendiri. Kita bersama-sama. Kami ingin menguatkan melalui bantuan-bantuan yang bisa kami serahkan semaksimal mungkin, semampu kami,” tuturnya.
Ia juga memastikan para istri karyawan BPJS Ketenagakerjaan terbuka untuk kembali terlibat apabila masyarakat masih membutuhkan bantuan pada masa pemulihan berikutnya.
“Kami siap membantu,” tegasnya.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari semangat gotong royong untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah situasi pascabencana. Selain bantuan pemerintah dan lembaga kemanusiaan, dukungan dari komunitas serta kelompok masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pemulihan warga terdampak.
Bagi para penyintas gempa, bantuan berupa beras, telur, mi instan dan minyak goreng memang sederhana. Namun, di tengah kondisi darurat, bantuan tersebut memiliki arti penting karena langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Solidaritas yang dibangun lintas wilayah melalui penggalangan dana para istri karyawan BPJS Ketenagakerjaan se-Banuspa juga menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Dukungan masyarakat dan berbagai kelompok sosial tetap dibutuhkan untuk memastikan warga terdampak dapat melewati masa pemulihan dengan lebih kuat.(BFT/LBJ/RED/Yoflan)





