Berita Fajar Timur
Advertisement
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner
No Result
View All Result
Berita Fajar Timur
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM Raih Best Oral Presenter pada Konferensi Bergengsi 9th Biennial Scientific Meeting of the Indonesian Health Economics Association 2026

_Dalam Riset Kolaboratif dengan Akademisi FKIK UNJA tentang CRISPR–Cas untuk Diagnosis Tuberkulosis_

beritafajar by beritafajar
3 Agustus 2026
in Pendidikan
0
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM Raih Best Oral Presenter pada Konferensi Bergengsi 9th Biennial Scientific Meeting of the Indonesian Health Economics Association 2026
0
SHARES
1
VIEWS
Share on Facebook

BERITAFAJARTIMUR.COM (Yogyakarta) – Kadek Darmawan, mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Peminatan Perilaku dan Promosi Kesehatan, meraih penghargaan Best Oral Presenter dalam 9th Biennial Scientific Meeting of the Indonesian Health Economics Association (BSM INAHEA) 2026. Penghargaan tersebut diraih melalui presentasi hasil riset kolaboratif bersama I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., Dosen Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi (FKIK UNJA). Penghargaan diberikan atas presentasi karya berjudul “Dari Riset Molekuler Menuju Diagnosis Point-of-Care Testing: Tren Global CRISPR–Cas untuk Pengendalian dan Tatalaksana Tuberkulosis”, yang disampaikan pada 25 Juli 2026 di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Biennial Scientific Meeting INAHEA merupakan forum ilmiah yang diselenggarakan setiap dua tahun sebagai ruang diseminasi hasil penelitian, dialog kebijakan, dan kolaborasi lintas disiplin dalam bidang ekonomi kesehatan dan sistem kesehatan. Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Juli 2026 tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Health Economics Association bersama Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman dengan tema “From Evidence to Action: Digital-Driven Efficiency for Resilient and Sustainable Health System.” Kegiatan ini mencatat lebih dari 118 peserta terdaftar serta menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, dan pemangku kebijakan dari berbagai institusi.

Dalam forum tersebut, Kadek Darmawan mempresentasikan hasil penelitian tim yang berangkat dari persoalan bahwa tuberkulosis masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara dengan beban TB tinggi seperti Indonesia. Keterlambatan diagnosis, munculnya resistansi obat, serta keterbatasan akses terhadap pemeriksaan molekuler masih menjadi hambatan dalam menemukan dan menangani pasien secara cepat. Teknologi CRISPR–Cas, yang awalnya dikenal sebagai perangkat penyuntingan gen, kini berkembang menjadi platform diagnostik molekuler yang berpotensi mendeteksi materi genetik Mycobacterium tuberculosis secara cepat dan sensitif. Namun, perkembangan riset global mengenai teknologi tersebut dan relevansinya bagi sistem kesehatan Indonesia belum banyak dipetakan secara komprehensif.

Untuk menggambarkan perkembangan bidang tersebut, Kadek Darmawan dan I Made Dwi Mertha Adnyana menggunakan pendekatan bibliometrik dan scientometrik dengan menelusuri publikasi pada basis data Scopus. Penelusuran dilakukan pada 13 April 2025 dengan cakupan tahun publikasi 2005–2025. Hasil skrining memperoleh 71 artikel yang sesuai dengan topik kajian untuk dianalisis lebih lanjut. Melalui pendekatan ini, peneliti tidak hanya menghitung jumlah publikasi, tetapi juga menelusuri perubahan arah perkembangan ilmu mengenai pemanfaatan CRISPR–Cas dalam pengendalian tuberkulosis. Secara ringkas, penelitian ini mengungkapkan bahwa CRISPR–Cas berpotensi digunakan sebagai kandidat point-of-care testing yang lebih presisi untuk mempercepat diagnosis. Temuan lainnya menunjukkan tidak adanya publikasi dari Indonesia dalam kumpulan 71 artikel yang dianalisis. Kesenjangan tersebut menjadi perhatian karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TB tinggi dan menghadapi tantangan geografis serta keterbatasan infrastruktur laboratorium di sejumlah wilayah.

Dari perspektif kesehatan masyarakat, penelitian ini juga menempatkan inovasi diagnostik sebagai bagian dari sistem kesehatan yang harus dikaji secara menyeluruh. Ketepatan teknologi saja belum cukup apabila belum ditunjang oleh biaya yang terjangkau, kesiapan tenaga kesehatan, keamanan biologis, perlindungan data genomik pasien, tata kelola regulasi, dan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengoperasikannya. Karena itu, pengembangan CRISPR–Cas untuk TB perlu melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, industri, organisasi profesi, serta komunitas yang terdampak oleh kebijakan dan penerapan teknologi kesehatan.

Penelitian tersebut merekomendasikan pembentukan konsorsium nasional CRISPR–TB yang dapat mempertemukan akademisi, industri, klinisi, dan pengambil kebijakan. Prioritas riset yang diusulkan mencakup pengembangan platform diagnostik yang sesuai dengan kondisi tropis dan keterbatasan infrastruktur, validasi klinis pada populasi Indonesia, identifikasi mekanisme resistansi obat, serta pengembangan pemeriksaan multipel yang dapat menggabungkan deteksi TB, HIV, dan profil resistansi dalam satu platform. Selain itu, diperlukan regulasi mengenai keamanan biologis dan perlindungan data genomik, dukungan pembiayaan penelitian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang teknologi genomika.

Keberhasilan Kadek Darmawan meraih Best Oral Presenter menunjukkan bahwa mahasiswa dengan latar belakang Perilaku dan Promosi Kesehatan juga dapat berkontribusi dalam pembahasan inovasi diagnostik dan teknologi kesehatan. Kontribusi tersebut tidak hanya terletak pada pemahaman terhadap aspek teknis suatu teknologi, tetapi juga pada kemampuan menghubungkan perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan penelitian, pelayanan, kebijakan, dan penguatan sistem kesehatan. Kolaborasi bersama akademisi Universitas Jambi dalam penelitian ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja ilmiah lintas institusi dan disiplin untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.(BFT/YOG/RED/Kadek)

Previous Post

Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran, Pemprov Bali Dorong Gotong Royong Rutin dan Kepedulian Sosial

beritafajar

beritafajar

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

Polsek Lembor Limpahkan Tersangka Kasus Pencabulan Anak ke Kejaksaan, Terancam 9 Tahun Penjara

10 Juli 2026
Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

Dua Turis China Tewas Saat Snorkeling di Pulau Kelor, Korban Kedua Ditemukan di Kedalaman 23 Meter

15 Juli 2026
Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

Deretan Kasus LS Yang Kini DPO Penganiayaan Bersama-sama

10 Mei 2026
Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

Uang Turis Rp 85 Juta Diduga Digelapkan Agen Travel, Nama Labuan Bajo Kembali Tercoreng

10 Mei 2026

Cabo Basket Porprov Mulai Dipertandingkan

3

Pertandingan Basket Putra dan Putri Porprov ke XIII 2017 Gianyar Masuk Babak Semifinal

3

IKIP PGRI Bali Selenggarakan Testing Masuk Gelombang Kedua.

3
Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 17 Orang di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 18 Orang

3
Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM Raih Best Oral Presenter pada Konferensi Bergengsi 9th Biennial Scientific Meeting of the Indonesian Health Economics Association 2026

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM Raih Best Oral Presenter pada Konferensi Bergengsi 9th Biennial Scientific Meeting of the Indonesian Health Economics Association 2026

3 Agustus 2026
Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran, Pemprov Bali Dorong Gotong Royong Rutin dan Kepedulian Sosial

Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran, Pemprov Bali Dorong Gotong Royong Rutin dan Kepedulian Sosial

3 Agustus 2026
Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

3 Agustus 2026
Anomali Politik, Gelar Kehormatan Adat Untuk Joko Widodo, Setelah Hampir 2 Tahun Lengser: Apresiasi Tulus Masyarakat

Anomali Politik, Gelar Kehormatan Adat Untuk Joko Widodo, Setelah Hampir 2 Tahun Lengser: Apresiasi Tulus Masyarakat

2 Agustus 2026

Recent News

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM Raih Best Oral Presenter pada Konferensi Bergengsi 9th Biennial Scientific Meeting of the Indonesian Health Economics Association 2026

Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat UGM Raih Best Oral Presenter pada Konferensi Bergengsi 9th Biennial Scientific Meeting of the Indonesian Health Economics Association 2026

3 Agustus 2026
Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran, Pemprov Bali Dorong Gotong Royong Rutin dan Kepedulian Sosial

Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran, Pemprov Bali Dorong Gotong Royong Rutin dan Kepedulian Sosial

3 Agustus 2026
Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Koster Traktir 10 Ribu Cup Kopi Gratis di Jenar Kopi, Dorong Kecintaan terhadap UMKM Lokal

3 Agustus 2026
Anomali Politik, Gelar Kehormatan Adat Untuk Joko Widodo, Setelah Hampir 2 Tahun Lengser: Apresiasi Tulus Masyarakat

Anomali Politik, Gelar Kehormatan Adat Untuk Joko Widodo, Setelah Hampir 2 Tahun Lengser: Apresiasi Tulus Masyarakat

2 Agustus 2026
  • Pedoman Media Siber
  • Box Redaksi
Berita Fajar Timur

2025 @ Berita Fajar Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • TNI, POLRI & HANKAM
  • Daerah
  • NASIONAL & INTERNASIONAL
  • AGAMA, SOSIAL, BUDAYA & ORGANISASI
    • Hukum & Kriminal
    • Pendidikan, Olah Raga & Kesehatan
  • EKONOMI, BISNIS & PERDAGANGAN
    • Politik
    • Pendidikan
    • Pariwisata, Petualangan dan Kuliner

2025 @ Berita Fajar Timur