BERITAFAJARTIMUR.COM (Denpasar-BALI) | PPDB tahun ajaran Baru 2022/2023 sudah mulai dilaksanakan beberapa hari lalu. SMA Negeri 5 Denpasar jadi incaran calon Siswa baru. Tak tanggung-tanggung, hingga hari ini, Senin, 27 Juni 2022 sudah ada 1388 peserta didik baru (Pedik) berebut tempat mendaftar di SMA Negeri 5 Denpasar (SMANELA).
Terkait PPDB tahun ajaran baru 2022/2023 di SMANELA, berikut penjelasan tiga orang Panitia SMAN 5 Denpasar yang terdiri dari Putu Anik Suwarini, S.Kom., Selaku Koordinator PPDB SMA 5 Denpasar, I Made Rai Udayana, S.Ag., Ketua Panitia PPDB SMA 5 Denpasar, dan Noris Deka Pratama, S.Pd., Koordinator Operator PPDB SMA 5 Denpasar, seizin Kepala Sekolah SMA 5 Denpasar, Dra. Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati, M.Sos., menjelaskan,” PPDB tahun ajaran 2022/2023 sudah mulai dilaksanakan. Sesuai dengan Juknis proses itu mulai dari pra kegiatan PPDB, kita melaksanakan/mempersiapkan kepanitiaan. Kemudian kita sudah mengikuti juga zoom meeting yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi mengenai petunjuk/tata cara untuk pelaksanaan PPDB. Dan kegiatan PPDB nya sudah kita mulai pendaftaran di tanggal 22 sampai dengan 25 kemarin. Sudah berjalan dengan baik, kita memang pergunakan waktu untuk melayani masyarakat, bekerja dengan sebaik-baiknya bahkan hari libur pun kami masih standby di sekolah sampai dengan waktu yang sudah ditentukan,” jelas I Made Rai Udayana, S.Ag., menjelaskan tentang tata cara pelaksanaan PPDB kali ini.
Ia melanjutkan,” Antusiasme masyarakat khususnya peserta didik untuk SMAN 5 luar biasa. Untuk jumlah pendaftarannya hingga hari ini sudah 1.388 siswa. Bahkan beberapa orang tua yang lokasi rumahnya dekat dengan sekolah lain, mereka antusias untuk mendaftar ke sekolah ini. Di mana saat verifikasi, dari tim panitia bahwa ada yang tinggal di daerah Sanur, orang tua serta siswanya berkeinginan untuk bersekolah disini tentu menggunakan jalur nilai rapor dan prestasi,” urainya.
Minimnya literasi masyarakat terkait PPDB, disebutkan Made Rai Udayana, mengakibatkan berbagai kendala dihadapi panitia PPDB. “Kendala yang dihadapi panitia PPDB yakni minimnya literasi masyarakat kita. Padahal tentang PPDB dan tata caranya tersendiri sudah ada di website sekolah, kemudian kita juga sudah menyampaikan ke masyarakat melalui perwakilan/perwakilan di SMP-SMP. Tetapi kan seperti saya sampaikan karena literasinya kurang sudah terlanjur mendaftar hanya di satu jalur saja. Padahal kan pendaftarannya itu serempak di semua jalur. Dan tadi kami juga sempat bertemu masyarakat yang seperti itu. Informasi juga sudah jelas di media sosial sudah pula disampaikan ke sekolah-sekolah SMP. Namun, harus kita akui, memang masyarakat kita literasinya agak kurang dalam hal seperti itu walaupun sudah ada tetapi mereka belum paham sepenuhnya. Itulah salah satu kendalanya. Kemudian kendala berikutnya yang kami jumpai ada juga masyarakat yang mendaftarkan putra-putrinya itu kan di Juknisnya sudah jelas apa yang seharusnya diupload. Misalnya Akta kelahiran yang asli, KK yang asli, mereka justru mengupload yang foto copy. Ini menjadi kendala juga. Akan tetapi kami bisa memaklumi dan mengatasi dengan proses verifikasi yang kami lakukan. Dan ini kami lakukan secara terus- menerus secara bertahap. Yang ada kendala seperti itu kami hubungi orangtuanya supaya datang ke sekolah untuk melakukan verifikasi ulang seperti itu,” papar Made Rai Udayana.
Di PPDB kali ini ada kejadian unik, di mana seorang siswa entah karena tergesa-gesa atau kurang teliti saat pendaftaran siswa tersebut memasukan akta kematian ke SMA 5 Denpasar yang menimbulkan rasa lucu bagi panitia PPDB. “Ya ada kejadian unik, ada satu siswa salah memasukkan Akta kelahiran yang dimasukkan malah akta kematian. Ini yang sangat unik tadi dan sudah terverifikasi juga,” cerita Made Rai Udayana sembari terkekeh.
Sementara itu, Noris Deka Pratama, S.Pd., Koordinator Operator PPDB SMA 5 Denpasar menjelaskan bahwa data verifikasi PPDB di SMA 5 Denpasar sudah ada beberapa orang tua siswa yang mengeceknya lewat website. Sehingga beberapa orang tua siswa juga sudah dapat melihat posisi mereka dimana, itu mereka sudah mengeceknya melalui websitenya. “Tetapi data ini bergerak terus karena masih dalam proses verifikasi sampai di tanggal 2 Juli nanti. Data yang muncul sekarang di halaman itu belum data pasti, dalam artian akan dapat atau tidak. Akan bergeser terus setelah proses verifikasi. Dan yang memverifikasi itu di semua sekolah, di tempat anak tersebut mendaftarkan dirinya. Yang menentukan terakhir itu provinsi, bukan pihak sekolah,” bebernya.
Sedangkan untuk mempercepat proses pendaftaran dan verifikasinya melalui IT, SMAN 5 Denpasar menyiapkan sebanyak 14 orang operator dengan 10 verifikator. “Sehingga kami bekerja dari mulai hari pertama hingga saat ini sesuai dengan Juknis. Kami juga selalu berkoordinasi dengan panitia, lebih-lebih dengan Ibu Kepala Sekolah, staf serta operator dari Dinas Pendidikan Provinsi. Apapun yang kami lakukan selalu kami tanyakan agar kami mengurangi resiko. Kesalahan dari orang tua pun akan kami fasilitasi. Demikian pula, jika ada siswa yang tidak bisa mendaftar kami membuka Posko pendaftaran disini. Bahkan kemarin ada orang tua siswa datang sore hari dan terakhir pendaftaran dia lupa bahwa pendaftaran ranking rapor juga bisa melalui zonasi. Jadi orang tua siswa tersebut meminta tolong dan kami layani pada saat itu juga,” terang Noris Deka Pratama.

Hal senada dikemukakan Putu Anik Suwarini, S.Pd., bahwa pelayanan PPDB di SMA 5 Denpasar harus dilayani secara humanis sesuai dengan penegasan Kepala Sekolah Cok Istri Mirah Kusuma Widiawati. “Apabila ada orang tua yang bertanya, kami selalu ditekankan oleh Ibu Kepala Sekolah bahwa kita harus melayani dengan humanis. Jadi orang tua atau siapapun yang menghubungi call center, itu selalu kami angkat dan kami terima serta kami berikan penjelasan yang memuaskan,” ungkapnya.
Menurut Putu Anik Suwarini,” dari 1.388 yang telah terverifikasi yang kita cari itu sebanyak 324 orang dan itu dibagi kuotanya kembali. Pada saat pelaksanaan yang terjadi dan yang kita lakukan itu kegiatan di awali dengan pembentukan panitia, rapat dan pembagian tugas. Dari yang pertama itu panitia inti, ketua, terus ada operator serta tim verifikasi dimana kita tidak mau ada kesalahan data yang kita input. Maka dari itu dibentuklah tim verifikasi untuk mengecek lagi data yang sudah lulus verifikasi oleh operator,” tuturnya.
Kata dia, pengetatan pengecekan data verifikasi ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan yang kemudian menimbulkan munculnya masalah kemudian seperti pengalaman di sekolah lain, verifikasi input datanya salah. “Kita saat ini diback up oleh tim verifikasi. Setelah ada kesalahan itu alurnya kita akan memanggil orang tua atau calon siswa. Setelah itu melengkapi berkas secara manual. Lalu kami berkoordinasi lagi di intern panitia. Itu tim verifikasi yang melayani masyarakat membawa berkas. Setelah itu diinfo ke operator. Jadi ada bagian tugas yang memang operator khusus untuk sistem. Kalau tim verifikasi itu akan bertemu dengan masyarakat. Seperti itu sistem kerjanya kita,” pungkas Putu Anik Suwarini.
Adapun kegiatan PPDB di SMA 5 Denpasar dimulai jam 07.30 Wita melakukan olahraga senam. “Setelah itu ada briefing tentang proses verifikasi dan mengevaluasi seluruh kegiatan terkait PPDB yang sedang berlangsung. Kita juga melakukan doa bersama sebelum kegiatan berlangsung. Dan jam 08.00 Wita sudah ada di tempat kerja masing-masing.” (Donny Parera)





